Masa Prapaskah / Lent adalah waktu bagi kita untuk berduka akan dosa kita, dan melepaskan diri dari hal-hal duniawi yang menghalangi kita dari mengalami Tuhan secara penuh.
Bagi jemaat sekalian yang terpanggil untuk berpartisipasi dalam Masa Prapaskah / Lent ini, berikut beberapa panduan yang bisa kita gunakan bersama untuk memandu kita dalam mempersiapkan hati kita dalam berpartisipasi dalam Masa Prapaskah / Lent di tahun 2026 ini.
Waktu Berpuasa: 40 hari, 18 Februari 2026 – 2 April 2026 (Tidak termasuk hari Minggu)
※ Selama Masa Prapaskah 2026, halaman ini akan terus diperbaharui dengan panduan-panduan untuk mendukung partisipasi kita.
※ Seluruh bahan HANYA UNTUK KALANGAN SENDIRI. JANGAN disebarluaskan kepada orang lain.
※ Untuk renungan Bahasa Indonesia, akan dipublish secara bertahap.
| Bahan | Tautan | Keterangan |
|---|---|---|
| Panduan Berpuasa | https://tokyo.giii-japan.org/panduan-berpuasa/ | Memandu kita untuk berpuasa dengan tujuan yang berkenan di hadapan Tuhan, bukan untuk tujuan pribadi. |
| Papan Bercerita: The Upper Room | https://tokyo.giii-japan.org/paskah-2026/lent/the-upper-room | Sebuah ruang untuk doa, kejujuran, dan saling menguatkan saat kita menjalani masa Lent bersama. Di sini, kita berpuasa. Kita merenung. Kita saling menguatkan. |
| Renungan: Journey to the Cross: A 40-Day Lenten Devotional oleh Paul David Tripp (Bahasa Inggris) | https://tokyo.giii-japan.org/wp-content/uploads/2026/02/Renungan-Lent-EN.pdf | (Bahasa Inggris) Renungan harian untuk kita fokus kepada penderitaan dan pengorbanan Kristus. Buku ini mendorong kita untuk tetap tinggal dalam sukacita yang melimpah yang terdapat dalam Kristus, saat kita semakin mendalam mengenal Sang Penyelamat dan mengikuti-Nya dengan lebih setia selama masa Prapaskah ini. |
| [Hari 1-28] Renungan: Journey to the Cross: A 40-Day Lenten Devotional oleh Paul David Tripp (Bahasa Indonesia) | Hari 1-7: 18-25 Februari Hari 8-14: 26-5 Maret Hari 15-21: 6-13 Maret Hari 22-28: 14-21 Maret Hari 29-35: 23-28 Maret Hari 36-40: 30-3 April | (Bahasa Indonesia) Renungan harian untuk kita fokus kepada penderitaan dan pengorbanan Kristus. Buku ini mendorong kita untuk tetap tinggal dalam sukacita yang melimpah yang terdapat dalam Kristus, saat kita semakin mendalam mengenal Sang Penyelamat dan mengikuti-Nya dengan lebih setia selama masa Prapaskah ini. |