
Dikutip dari: “Fasting for Beginners” oleh David Mathis, Desiring God
https://www.desiringgod.org/articles/fasting-for-beginners
Apa Itu Puasa Kristen?
Puasa adalah tindakan sengaja tidak makan makanan — atau menjauh dari sesuatu yang secara teratur kita nikmati — demi suatu tujuan rohani tertentu. Ini bukan sekadar menahan lapar, tetapi sebuah disiplin rohani yang membantu kita mencari Allah dengan sungguh.
Di masyarakat modern kita yang melimpah, makanan sangat mudah didapat. Kita sering makan bukan hanya karena lapar, tetapi sebagai hiburan, kebiasaan, atau pengalih perhatian dari tanggung jawab. Karena itu, puasa terasa sulit — bukan hanya secara fisik, tetapi karena kita terbiasa selalu punya sesuatu untuk dimakan.
Puasa Itu Alami bagi Orang Kristen
Yesus sendiri Tuhan kita berbicara tentang puasa sebagai sesuatu yang akan dilakukan pengikut-Nya — bukan sesuatu yang mungkin dilakukan, tetapi sesuatu yang akan terjadi. Dia tidak berkata “jika kamu berpuasa,” tetapi “ketika kamu berpuasa.”
Puasa bukanlah sesuatu yang kita lakukan demi mendapatkan keselamatan atau beroleh berkat secara otomatis. Kita puasa karena kita percaya pada hidup yang akan datang dan mengakui bahwa kita sangat haus akan Allah — lebih dari kita haus akan makanan.
Bagaimana Memulai Puasa
Berikut adalah beberapa saran praktis bagi yang ingin belajar berpuasa:
1) Mulai dari yang kecil
Jangan langsung mencoba puasa seminggu penuh. Mulailah dari:
- melewatkan satu makan dulu,
- kemudian mungkin puasa satu makan setiap minggu, dan secara bertahap maju dari sana.
Ini membantu tubuh dan hati terbiasa.
2) Rencanakan apa yang akan kamu lakukan saat puasa
Puasa bukan sekadar tidak makan — tetapi menggunakan waktu yang biasanya dipakai makan untuk:
- berdoa,
- membaca Alkitab,
- atau merenungkan Allah.
Tanpa rencana rohani, hanya tidak makan saja tidak membantu pertumbuhan iman.
3) Pertimbangkan dampaknya pada orang lain
Berpuasa tidak berarti kita cuek pada orang di sekitar. Misalnya:
- Jika kamu biasa makan siang dengan teman kerja atau makan malam bersama keluarga, beri tahu mereka sebelumnya.
- Jangan membuat orang lain merasa diabaikan karena kamu berpuasa.
Puasa yang baik tetap menunjukkan kasih kepada sesama.
4) Cobalah berbagai jenis puasa
Puasa tidak hanya soal makanan. Ada banyak bentuk puasa dalam Alkitab:
- puasa pribadi atau bersama,
- puasa sebagian atau puasa total,
- bahkan puasa dari hal lain selain makanan seperti hiburan atau media sosial.
5) Puasa bukan hanya soal menahan diri
Ketika kita mulai merasa lapar, jangan biarkan hati justru terfokus pada makanan, atau berpuas pada fakta bahwa “aku berhasil menahan diri”. Kalau begitu, kamu bergantung pada diri sendiri, bukan Allah. Alihkan pikiran kepada sebab rohani kamu berpuasa — seperti memohon Allah, bertobat dari dosa, atau menyatakan kasih kepada orang lain. Itu akan menjadikan puasa bukan sekadar “tidak makan,” tetapi penyerahan hati kepada Tuhan.
6) Puasa tidak harus hanya dari makanan
Beberapa orang tidak bisa berpuasa dari makanan karena alasan kesehatan. Puasa tetap bisa dilakukan dengan menjauh dari sesuatu yang baik, seperti:
- tontonan TV
- media sosial
- atau hal-hal yang sering menarik perhatian kita
Tujuannya tetap sama: mengosongkan diri dari sesuatu yang biasa kita nikmati agar kita lebih haus akan Kristus.
Inti Pesan Puasa Kristen
Puasa bukan tentang derajat atau pencapaian spiritual. Puasa adalah disiplin yang membantu kita berkata secara nyata kepada Allah:
“Ya Tuhan, aku lebih haus akan Engkau daripada apa pun yang biasa aku nikmati.”
Dengan puasa, kita tidak menghilangkan kebutuhan, tetapi kita mengakui kebutuhan itu kepada Allah.