Kumpulan Khotbah

Pdt. Henry Mimbar
13 November 2022

Panggilan Allah bagi Kita

(Kisah Para Rasul 13:34-36)

Semua manusia yang diciptakan oleh Tuhan, diberikan suatu panggilan khusus dalam hidupnya, tanpa terkecuali. Tuhan telah menyiapkan suatu tujuan ilahi bagi kita dengan nama kita masing-masing. Akan tetapi, realitanya adalah, banyak orang yang hidup tidak sesuai dengan rencana Allah. Inilah sumber dari perasaan hampa, kegelisahan, dan perasaan hidup yang tanpa tujuan yang banyak dialami orang-orang di zaman modern ini. Ini dapat digambarkan dengan ilustrasi tangga yang bersandar di dinding yang dikutip dari Stephen R. Covey: “Kalau tangga tidak bersandar di dinding yang benar, tangga itu hanya akan membuat kita sampai ke tujuan yang salah lebih cepat.”

23 Oktober 2022

Siap Hadapi Kematian?

(Ibrani 9:27; Lukas 16:22-31)

Kematian bagi sebagian orang masih dipertanyakan. Mungkin tidak banyak yang mau membicarakan kematian, kecuali jika ada kedukaan. Dengan memperhalus kalimat tidak akan menghilangkan esensi kematian. Kalau kita menghindari membicarakan kematian, tidak akan menghindarkan kematian. Kematian tidak tertolakkan. Semua orang pasti mati.

Ibrani 9:27 mengatakan manusia ditetapkan untuk mati dan dihakimi.

18 September 2022

Kristen Kualitas Tinggi

(Filipi 1:9-11)

Hari ini kita akan memikirkan mengenai “diaphero” (= terbaik, excellence). Banyak orang ingin yang terbaik tetapi enggan memberi yang terbaik. Paulus mengatakan “aku ingin kalian memilih yang terbaik” dalam ayat 10, ia ingin jemaat Filipi terus bertumbuh dalam segala macam hal sehingga dengan demikian mereka bisa memilih dan bertindak dalam hal yang terbaik. Jadi sasaran rohani kita bukan hanya bagus, tapi terbaik/diaphero. Apa itu yang terbaik?

21 Agustus 2022

Siapakah Aku?

(2 Korintus 5:11-21)

Identitas itu sangat penting dalam hidup kita manusia. Setiap orang berusaha mendapat pengakuan mengenai keadaannya, keturunan apa, suku apa, agama apa, dan semua berusaha ingin menunjukkan indentitasnya. Yesus juga menyatakan kepada murid-muridnya “Siapakah Aku”.

24 Juli 2022

Yunus, Kisah Orang Percaya Masa Kini

(Yunus 1:1-17)

Kisah Yunus terjadi ribuan tahun yang lalu tetapi masih relevan hingga saat ini. Yunus adalah seorang nabi Tuhan dan menerima firman Tuhan untuk pergi Niniwe (ay.2) tetapi sayangnya Yunus tidak menyukai apa yang dikatakan Tuhan dan menolak melakukannya. Pernahkah kita mengalami seperti yang dialami Yunus? Mengapa Yunus tidak menyukai firman Tuhan tsb? ❶ orang Niniwe adalah bangsa penjajah kerajaan Yehuda yang keras dan bengis serta melakukan genosida budaya (kawin campur antara orang-orang yang dijajah), ❷ menurut kitab Nahum, orang Niniwe adalah bangsa yang haus darah dan tidak berbelas kasihan dan mungkin Yunus dan keluarganya pun mengalami penderitaan di bawah penjajahan Niniwe, ❸ Yunus takut Niniwe diselamatkan dan lepas dari penghukuman Tuhan. Lagipula kalau ia pergi dan ternyata mereka tidak bertobat maka Yunus bisa saja kehilangan nyawanya. Yunus yang adalah seorang nabi Tuhan yang seharusnya mengasihi dan taat kepada perintah Tuhan justru mengambil tindakan bodoh yang melawan kesadaran diri dan pengetahuannya akan Tuhan, bahwa Tuhan itu Maha Hadir dan bisa menggunakan siapa dan apa saja untuk melakukan kehendak-Nya. Alkitab mencatat sebanyak dua kali Yunus melarikan diri, jauh dari hadapan Tuhan (ay.3). Jarak antara Niniwe dan lokasi Yunus di Nazaret adalah 800 km via darat sedang jarak Tarsus adalah 4100 km via laut. Ia begitu komitmen untuk pergi jauh meninggalkan Tuhan daripada mendekat untuk melakukan kehendak Tuhan. Dalam ayat 3 dijelaskan dalam terjemahan KJV: “and went down to Joppa”, untuk menjauh dari Tuhan dia pergi “turun”, istilah untuk menggambarkan kondisi dan posisi Yunus yang meninggalkan dan mengambil rute berlawanan dengan kehendak Tuhan yaitu dalam kejatuhan. Dan memang inilah satu-satunya arah yang bisa kita ambil ketika kita melawan kehendak Tuhan. Mungkin kita merasa hidup berhasil dan karir semakin menanjak walau kita tidak mengutamakan Tuhan tetapi di mata Tuhan kita ada dalam kejatuhan dan hanya Yesus yang sanggup mengangkat kita kembali pada posisi yang Tuhan inginkan. Hidup orang percaya harusnya semakin menaik bukan menurun secara rohani (2 Kor 4:16). Kalau kerohanian kita searah dengan fisik kita maka itu tandanya kita mengalami kematian rohani…..(klik untuk lanjut membaca)

17 Juli 2022

Berguna di Masa Sementara

(Lukas 19:11-27)

Pada bacaan hari ini, kita melihat perumpamaan tentang uang mina, dimana seorang bangsawan yang akan pergi ke negara yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Sebelum bangsawan itu berangkat, ia memanggil sepuluh orang hambanya, dan memberikan masing-masing sepuluh mina kepada mereka. Ada tiga hal yang sama yang diberikan kepada hamba-hamba itu: waktu, talenta, dan sumber daya. Waktu melambangkan kesempatan (kairos), talenta melambangkan kapasitas, sumber daya melambangkan materi untuk melayani. Kita semua tidak memiliki jumlah yang sama, tetapi semua pasti memiliki ketiga hal ini. Sederhananya, ini menggambarkan anugerah Allah kepada manusia: kehidupan fisik, keselamatan, dan kehidupan spiritual paska keselamatan, dan selagi kita hidup di dunia ini kita harus berusaha bagi Kerajaan Allah, melakukan “pekerjaan baik” (ay. 13, bdk. Ef. 2:8-10, Mat. 5:16).

3 Juli 2022

Apa Dasar Bangunan Hidupmu?

(Matius 7:24-27; Lukas 6:46-49)

Mengapa Tuhan menciptakan Adam terlebih dahulu? Supaya menjadi dasar untuk keluarga, budaya, dan padanya dilekatkan dasar untuk dunia ini. Itu sebabnya pertanyaan Tuhan ketika manusia jatuh kedalam dosa adalah Adam dimanakah engkau? Mengapa? Karena Adam yang adalah fondasi itu telah bergeser sehingga segala sesuatu menjadi kacau dan berantakan akibat dosa. Sebagaimana dengan bangunan rumah, ketika fondasi dasar bergeser maka akan menghancurkan struktur bagunan itu.

26 Juni 2022

Bertumbuh dan Menjadi Dewasa

(Kejadian 50:1-26)

Banyak orang Kristen tidak bisa mencapai tujuan Allah dalam hidupnya karena masih hidup di masa lalu, yang disebabkan oleh akar pahit yang tidak terselesaikan. Untuk menyelesaikan akar pahit, diperlukan pertumbuhan dan kedewasaan rohani yang signifikan. Untuk mendapat pertumbuhan rohani, kita perlu untuk mendengarkan perkataan dan kehendak Tuhan. Dalam pembelajaran ini, kita akan melihat puncak atau […]

12 Juni 2022

Mengasihi Allah Melalui Kehidupan

(Kejadian 41:1-57; 50:19-20)

Pasal 41 merupakan puncak dari perjalanan Yusuf. Dia mengalami banyak kesakitan dan jalan berkelok-kelok dari usia 17 tahun (pasal 37) sampai usia 30 tahun (pasal 41) untuk menuju kepada kehendak Allah. Ada 2 alasan kenapa ini terjadi: 1. Karena kita manusia berdosa, 2. Karena kita perlu dibentuk oleh Allah. Konteks inilah yang terjadi pada Yusuf […]

5 Juni 2022

Beritakanlah Injil, Jadilah Saksi-Nya

(Matius 28:18-20; Kis. 1:8)

Tuhan membentuk proses untuk membangun anak-anak Allah dalam kerajaan Allah yang disebut pemuridan (discipleship). Pemuridan merupakan suatu proses dari gereja lokal yang ingin membawa seseorang dari keadaan rohani bayi menjadi rohani yang dewasa sehingga orang yang dimuridkan tersebut dapat mengulangi proses pemuridan itu secara berdikari dengan orang lain. Dan inilah rancangan Tuhan bagi gereja, anda dan saya, kita semua. Tujuan gereja bukan sekadar mendapatkan anggota gereja, melainkan orang-orang yang bersedia dibentuk dan dimuridkan sehingga menjadi perwakilan Allah di dalam kehidupan mereka di dunia. Gereja yang besar atau sukses bukan ditentukan jumlah jemaat (seating capacity), tetapi jumlah orang yang diutus memberitakan Injil (sending capacity). Gereja kita dibangun atas dasar pengertian murid yang dimuridkan, dan pendiri gereja kita juga adalah mantan misionaris yang memberitakan Injil sampai pedalaman Kalimantan.

Page 1 of 10