Ringkasan Khotbah

Kematian bagi sebagian orang masih dipertanyakan. Mungkin tidak banyak yang mau membicarakan kematian, kecuali jika ada kedukaan. Dengan memperhalus kalimat tidak akan menghilangkan esensi kematian. Kalau kita menghindari membicarakan kematian, tidak akan menghindarkan kematian. Kematian tidak tertolakkan. Semua orang pasti mati.

Ibrani 9:27 mengatakan manusia ditetapkan untuk mati dan dihakimi. Poin penting: manusia mati karena ditetapkan oleh Allah. Kematian 100% itu pasti. Ini meyakinkan kita bahwa akan terjadi. Kita tidak tahu kenapa nanti kita akan mati. Kebanyakan manusia masa kini hidup seolah-olah dia tidak akan mati. Dalam pikiran dia tahu, tapi dalam tindakan dia tidak menyadarinya. Sistem di dunia mengalihkan kita, sehingga kita tidak memikkrkan kematian dan penghakiman. Kelihatan dari apa yang kita kejar, ada orang menumpuk kekayaan seolah-olah dia tidak akan mati. Siapapun kita, miskin atau kaya, kita pasti mati. Kematian membuat kita menjadi debu.

Lukas 16:10-18 berbicara tentang nasehat dalam perkara yang kecil. Tapi ayat 18 bicara tentang perzinahan. Dan ayat 19 cerita tentang kekayaan. Dalam ayat 19-31 Yesus menjelaskan bahwa manusia akan mati. Ada orang kaya dan orang miskin mati. Lukas menjelaskan kematian mereka dengan menggunakan satu kata yang penting. Lukas 16 dalam KJV ayat 20-24 dimulai dengan kata ”and”. Kematian bukan suatu periode, tapi penghubung atau konjungsi. Jadi kematian bukan akhirnya segalanya. Bukan titik, tapi koma. Kematian menjadi satu awal dari sesuatu yang dimulai.

Alkitab bicara kematian berbeda dengan pengertian kita. Kematian bukan berarti tidak ada lagi, atau berhenti bernafas. Tapi kematian adalah separasi, seperti tubuh tanpa roh adalah mati (Yak 2:26a). Dalam Alkitab ada tubuh dan roh, atau tubuh dan jiwa, atau tubuh, jiwa dan roh. Ini tidak salah. Tapi kenapa terjadi perpisahan tubuh dan roh? Mengapa terjadi perpisahan ini? Anda menjadi Anda karena roh yang ada di dalam Anda. Di dalam diri kita, tubuh ini bukan menunjukkan siapa Anda. Tapi Anda dikenal karena jiwa, roh anda dari Allah. Jadi manusia sekalipun identik atau kembar, tapi jiwanya beda. Tubuh itu materi, roh itu immaterial. Roh kekal, tidak mati maka mati adalah awal. Waktu kita mati, yang mati adalah tubuh kita, bukan roh kita. Kita diciptakan dalam daging, dan tiap hari makin merosot. Tetapi kata Paulus, sekalipun tubuh jasmani kami merosot, tapi rohani kami makin bertumbuh. Itulah yang dijelaskan dalam Lukas 16, dia tidur dan menantikan.

Kita dapat pengertian, setelah mati ada dua tujuan: naik atau turun. Pangkuan Abraham (sorga) menggambarkan relasi, kedekatan, dan intimasi. Sorga sebagai kediaman peristirahatan yang kekal di mana kita bisa tenang. Alasan kita takut mati adalah kita takut mengalami sesuatu yang tidak pernah kita alami sebelumnya. Ini paradoks. Ketika kita pergi ke tempat yang belum kita kunjungi, kita tidak takut, malah senang. Kenapa Anda takut saat akan menuju kematian? Mungkin karena tidak punya kepastian sudah masuk surga atau neraka. Kalau mati, ke manakah Anda pergi ? Ini pertanyaan yang seharusnya menggelisahkan kita.

2 Kor 5:6-8 menulis Paulus lebih suka cepat-cepat kembali kepada Tuhan. Waktu kita meninggalkan tubuh, waktu itu juga kita diubah, dibawa kepada Allah, sehingga kita tidak mengalami kematian. Jika kita mengenal Tuhan Yesus, Anda tidak pernah lebih hidup ketika anda dikatakan mati oleh dokter. Orang yang disalib di samping Kristus begitu bersukacita dan berpengharapan. Ketika kita dikatakan oleh dokter waktu kita tinggal satu bulan karena penyakit kita, seharusnya kita menangis karena pengharapan, ingin cepat bertemu dengan Kristus. Luk 16:23 berkata orang kaya itu mati dan dikubur. Dia menderita dalam maut. Ayat 24: orang kaya meminta agar Lazarus mencelupkan air. Dalam Mat 8:11-12, kita bisa membaca ngerinya situasi di neraka. Pada saat bersamaan Anda mengalami dingin yang luar biasa dan kepanasan yang luar biasa. Dalam kematian, ada kesadaran akan masa lalu. 2 Pet 2:9 berkata jika Anda Kristen yang percaya pada Tuhan, maka Anda salah seorang yang tahu ke mana Anda akan pergi, dan dunia ini adalah satu-satunya neraka yang Anda tahu dan alami. Tapi jika anda seorang yang tak percaya pada Tuhan Yesus, maka dunia ini satu-satunya surga yang anda tahu dan alami. Orang yang percaya pada Kristus tidak akan dijamah maut.

Yesus menyelamatkan Anda dan saya. Maka kita perlu sungguh-sungguh bertobat dan hidup dalam Tuhan. Kita tidak akan masuk sorga karena siapa kita, atau karena profesi kita, atau karena apa yang kita lakukan di dunia. Melainkan karena Kristus. Mari kita sungguh percaya kepada-Nya.