Ringkasan Khotbah

Semua manusia yang diciptakan oleh Tuhan, diberikan suatu panggilan khusus dalam hidupnya, tanpa terkecuali. Tuhan telah menyiapkan suatu tujuan ilahi bagi kita dengan nama kita masing-masing. Akan tetapi, realitanya adalah, banyak orang yang hidup tidak sesuai dengan rencana Allah. Inilah sumber dari perasaan hampa, kegelisahan, dan perasaan hidup yang tanpa tujuan, yang banyak dialami orang-orang di zaman modern ini. Ini dapat digambarkan dengan ilustrasi tangga yang bersandar di dinding yang dikutip dari Stephen R. Covey: “Kalau tangga tidak bersandar di dinding yang benar, tangga itu hanya akan membuat kita sampai ke tujuan yang salah lebih cepat.”

Kita dapat mempelajari bagaimana hidup yang seturut dengan panggilan Allah dari tokoh Daud. Dari Kis 13:36, kita dapat mempelajari 2 poin penting bagaimana hidup yang menjalankan rancangan Allah.

  1. Daud melayani tujuan Allah

Daud dalam hidupnya memiliki banyak kesuksesan dalam ukuran dunia: panglima perang, penyair, bahkan seorang raja yang paling berkuasa di zamannya. Tetapi tidak ada satu pun dari semua ini yang ditekankan oleh Lukas dalam ayat ini, melainkan lebih kepada bagaimana Daud menjalankan hidupnya sesuai dengan kehendak Allah. Dalam 1 Kor 10:31 menekankan, segala sesuatu seharusnya dilakukan untuk kemuliaan Allah, karena segala sesuatu yang ada dalam hidup kita berhubungan dengan kehendak Allah.

Tujuan hidup kita adalah memuliakan Allah dan memajukan kerajaan Allah. Kita tidak memiliki tujuan dalam hidup kita kecuali Tuhan dan yang diinginkan-Nya menjadi prioritas serta fokus dalam hidup kita. Ketika kita memiliki tujuan ilahi dalam hidup kita, barulah hidup kita dapat mempengaruhi zaman di mana kita hidup.

Kata zaman (Yun. genea, En. generation) diambil dari kata dasar Yunani genos, yang mengandung arti bangsa, keturunan. Ini melambangkan, bahwa ketika kita menjalankan tujuan ilahi, kita bukan hanya mempengaruhi zaman di mana kita hidup, tapi memberikan dampak kepada bangsa dan keturunan kita. Sama seperti Daud yang memberi dampak yang membekas dalam kehidupan bangsa Israel dengan memenuhi tujuan ilahi yang diberikan kepadanya, jika kita hidup memenuhi tujuan ilahi yang dipercayakan Allah kepada kita, kita akan berdampak kepada orang-orang sekitar kita.

Orang yang hidup sesuai kehendak Allah, tidak akan dapat menahan diri untuk melakukan dan memenuhi tujuan ilahi yang diberikan Allah. Tujuan ilahi itu membakar diri kita dengan passion bagi kerajaan Allah (bdk. 1 Kor, Yoh 2:17, Yer 20:9). Lima kata kunci penting yang perlu kita ingat untuk memenuhi tujuan ilahi adalah, tujuan selalu melibatkan kehendak, karunia diberikan bagi kita, pengalaman kita, personalitas kita, dan kesempatan. Tujuan ilahi yang diberikan Allah kepada kita selalu seturut dengan kehendak Allah, dan untuk memenuhi tujuan itu Allah memberikan karunia kepada kita. Segala yang kita miliki dan alami, baik maupun buruk, dapat dipakai Tuhan untuk memenuhi tujuan ilahi, asalkan kita mau takluk dalam pimpinan-Nya dan mengambil kesempatan yang diberikan-Nya pada kita.

  1. Daud mati

Setelah Daud memenuhi tujuan ilahi yang dipercayakan kepadanya, dan menjadi hidup yang berdampak bagi zaman dan bangsanya, ia pun dibaringkan bersama dengan nenek moyangnya dan mati. Hal ini penting karena, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang terlalu lama maupun terlalu cepat mati (Kis 13:36, Ibr 9:27). Dengan adanya garis akhir, ini memberikan kesadaran bagi kita bahwa hidup ini singkat (Mzm 90:12). Dengan demikian, kita perlu memiliki pengertian, hikmat dan akal budi agar jangan hanya mengejar apa yang ada di bawah matahari saja, tetapi mengejar apa yang ada di atas matahari (1 Kor 15:58).

Meskipun kita akan mati, jikalau kita menjalankan tujuan ilahi dalam hidup kita, maka hidup kita berkenan bagi Allah. Daud menjadi contoh di mana Allah sendiri mengonfirmasi obituari Daud dalam Kis 13:22, dengan jelas. Daud hidup berkenan di hati Allah, dan melakukan seluruh kehendak-Nya.

Hidup manusia di dunia hanyalah singkat. Hidup kita yang singkat itu haruslah kita pakai sebaik-baiknya dan dengan penuh hikmat untuk menjalankan kehendak Allah dan tujuan ilahi yang telah dipercayakan-Nya kepada kita. Masing-masing kita memiliki tujuan ilahi tertentu, dan hanya dengan hidup seturut dengan kehendak-Nyalah kita dapat dikatakan berkenan di hati-Nya. Maukah kita seperti Daud yang dinyatakan sendiri oleh Allah sebagai seorang yang berkenan di hati-Nya? Marilah mulai dengan menjalani hidup yang memenuhi panggilan Allah dalam hidup kita, Tuhan Yesus memberkati.