Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 17:15-17

Ringkasan Khotbah

Kebenaran adalah standar absolut yang kita gunakan untuk mengukur segala hal, cara pandang Allah untuk segala hal apakah kita terima atau tidak, kebenaran tetap kebenaran. Bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan cara pandang Allah.

Yohanes 15:18-27, Dunia membenci kamu. Kata dunia mengacu kepada sistem atau pola hidup dunia yang kian bertambah jahat dan semakin menyimpang dari kebenaran sehingga keberadaan kita di tengah dunia seperti domba di tengah kawanan serigala. Banyak di antara orang percaya enggan untuk keluar dan melepaskan diri dari ikatan dunia yang kotor ini. Tuhan Yesus berdoa agar Bapa menguduskan kita dalam kebenaran; hagiaso bahasa Yunani yang artinya membuat suci (memisahkan, memurnikan) untuk maksud yang khusus supaya makin dekat kepada Bapa dan dapat memenuhi panggilan-Nya. Melayani tanpa kekudusan adalah kemunafikan.

Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Tanpa Tuhan Yesus, tidak mungkin orang sampai di Surga. Kebenaran adalah sesuatu yang terbuka tidak mungkin bisa disembunyikan. Jika kita telah menemukan kebenaran firman Allah, harus menyatakan juga kebenaran itu kepada sesama kita dalam kata dan perbuatan agar orang-orang, percaya kepada firman Allah dan mulai menyembah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya (2 Korintus 3:2), kehidupan orang percaya bagaikan kitab terbuka yang dapat dibaca oleh semua orang. Melalui sikap dan tindakan hidup kita sehari-hari, orang akan tahu apakah Tuhan ada di dalam hidup kita atau tidak, penting jika melalui kita, orang lain dapat menemukan Tuhan dan seluruh kebenaran-Nya. Kebenaran sangat penting untuk pertumbuhan rohani.

Firman Allah itu sumber kehidupan, kita hidup dari kebenaran yang berasal dari firman Allah (Matius 4:4, bdk. Matius 6:11) bukan oleh roti saja manusia bisa hidup, ada dua makna yang terkandung di dalam firman ini yaitu berbicara masalah kehidupan rohani. Kehidupan rohani seseorang tidak ditentukan oleh roti tetapi oleh makanan rohani yaitu firman Allah. Kemudian berbicara masalah hidup di dalam ketergantungan dan ketaatan kepada Allah. Kita hidup bukan dari roti jasmani saja, melainkan juga dari firman yang keluar dari mulut Tuhan. Ini menunjukkan kepada kita bahwa firman Tuhan adalah kebutuhan pokok setiap orang percaya. Firman-Mu adalah Kebenaran diinspirasi oleh Allah.

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran. Firman Tuhan menjadi tempat terutama dalam pernikahan (Efesus 5:26), setiap orang Kristen harus memandang pernikahan sebagai sebuah lembaga ilahi di mana kasih Allah dan kebenaran firman-Nya harus dipraktikkan. Pernikahan Kristen adalah pernikahan berdasarkan prinsip-prinsip alkitabiah, suatu hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang disahkan melalui suatu perjanjian di hadapan Tuhan dan umat-Nya untuk sekali dan seumur hidupnya. Dengan demikian, masing-masing pribadi bertanggung jawab tidak hanya kepada pasangannya, tetapi terlebih lagi kepada Tuhan. Di dalam pernikahan Kristen, benih-benih kasih disemaikan, kesetiaan dan kesepakatan saling percaya dipraktikkan dan pengampunan tersedia.

Cara yang paling pasti untuk memelihara persekutuan kita dengan Tuhan adalah mempelajari ketetapan-ketetapan-Nya (Mazmur 119:26) dan dengan penuh pengertian berjalan menurut petunjuk titah-titah-Nya, hanya firman Tuhan yang dapat menolong dan terus mengajarkan kebenaran-Nya kepada kita.s

Kita dikuduskan untuk diutus, semua kita adalah orang yang siap diutus menjadi utusan Injil dan menjadi berkat bagi sesama. Marilah kita hidup di dalam kebenaran-Nya, teruslah hidup dalam pengudusan, biarlah kita hidup dalam anugerah-Nya.

 

Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah.

YouTube player