Kumpulan Khotbah

Pdt. Yustinus Hia
11 November 2018

Diselamatkan oleh Kasih Karunia

(Kisah Para Rasul 15:1-11)

Kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga. Tema ini diambil dari ayat 11, dari Petrus yang adalah orang Yahudi sendiri. Petrus menegaskan kasih karunia dari Tuhan.

Kasih karunia yang telah Tuhan karuniakan. Kasih karunia adalah cara Allah menyatakan (Efesus 2:8-9), tidak satupun orang diselamatkan karena dipicu perbuatan baik, bukan karena jasanya, namun karena iman, kita menerima karunia keselamatan. Allah sebagai inisiator yang berinisiatif menjangkau dan menyelamatkan kita. Tuhan yang mengulurkan tanganNya menolong ketidak berdayaan manusia atas dosa. Di kitab Roma 3:10-11, akal budi mereka menolak mengakui Allah sehingga mereka hidup untuk diri sendiri semata-mata. Akan tetapi, Roma 5:8, dengan Sola Gracia ( moto reformasi Gereja), mengingatkan kita orang berdosa, kita diangkat, anugrah sorgawi dikaruniakan kepada kita. Pengenalan akan kasih Kristus semakin cemerlang dibandingkan kondisi kita yang luar biasa gelap. Sola Gracia sebagai dasar dan jaminan keselamatan kita sebagai orang berdosa dihadapan Allah yang suci. Kasih Tuhan yang telah berkorban bagi kita menunjukkan betapa Ia sangat mengasihi umat-Nya, hanya karena kuasa Allah kita dipilih.

4 November 2018

Jemaat Setia dan Saleh

(Kisah Para Rasul 14:21-28)

Arti kata setia berarti tetap bertahan / konsisten pada waktu senang ataupun susah. Sedangkan arti kata saleh berarti rasa hormat yang disertai rasa kasih kepada Allah. Perasaan ini dibangkitkan oleh kesadaran akan kebaikan-kebaikan Allah terhadap kita. Yang menjadi pergumulan kita saat ini adalah bagaimana kita bisa tetap setia dan saleh? Yaitu dengan mempersembahkan hati kita kepada Tuhan. Seorang tokoh Kristen John Calvin berkata “Hatiku kupersembahkan kepada Tuhan dengan segera dan ketulusan”. Inilah yang Tuhan mau, yaitu untuk kita selalu mempersembahkan hati kepada Tuhan. Jika Paulus dulu tetap menjadi penginjil