Kumpulan Khotbah

Pdt. Yustinus Hia
10 Maret 2019

Tunduk Pada Pimpinan Tuhan

(Kisah Para Rasul 16:6-18)

Tunduk pada pimpinan Tuhan adalah kerinduan kita, bukan karena kita kuat tetapi Tuhanlah yang menggerakkan kita. Orang percaya dipanggil untuk tunduk kepada Sang Guru. Abraham Bapak orang beriman, Tuhan membimbingnya ke suatu tanah perjanjian. Tuhan Yesus tunduk kepada Bapa, Ia sunguh-sunguh mengerjakan panggilan untuk tunduk kepada Allah. Mengiring Tuhan tidak mudah butuh kehendak Tuhan, bergumul bagaimana orang yang dipimpin Tuhan mau bergaul dengan Tuhan. Pelayanan Paulus : Bersama Silas dan Timotius
❶ Peka kepada pimpinan Roh Kudus Ay 6,7, mencegah dan tidak mengizinkan Paulus dan rekan-rekannya memberitakan Injil di Asia kecil. Ay 9, Malam itu Paulus mendapat penglihatan tentang seseorang berseru kepadanya, “Menyeberanglah kemari ( Makedonia) dan tolonglah kami”. Rencana Paulus berubah begitu Allah menyatakan rencanaNya melalui penglihatan itu. Sesuatu yang berat untuk meresponinya, tempat yang tidak mudah untuk diterobos. Terkadang kita tidak menyukai berbagai liku-liku yang akan kita jumpai dalam perjalanan itu, tetapi Allah memberikan yang terbaik dan menuntun kita menuju kehendakNya. Setelah kita masuk dalam pimpinan Tuhan, belajarlah memelihara persekutuan dengan Tuhan. Pasal 18:23, perlu belajar dari Paulus dan Silas yang pernah menghadapi pergumulan yang sangat pelik, mereka dianiaya dan dipenjarakan namun mereka tidak meragukan pertolongan dari Tuhan, mereka tetap percaya kuasa Tuhan yang sanggup menolong mereka ditengah persoalan apapun.

3 Maret 2019

Kehidupan Manusia Allah

(Kisah Para Rasul 15:35-16:5)

Di tengah dunia yang semakin merosot secara moral dan rohani ini, sangat diperlukan orang-orang yang memiliki tipe sebagai MANUSIA ALLAH. MANUSIA ALLAH ini adalah mereka yang digerakkan oleh nilai kebenaran dan hormat kepada Tuhan. Lawan dari tipe ini adalah MANUSIA DUNIAWI (KOLOSE 3:5) – “Karena itu, matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang DUNIAWI, yaitu percabulan, kenajisan, Hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.” Sebutan “MANUSIA ALLAH” dikenakan kepada Timotius oleh Paulus dalam 1 TIMOTIUS 6:11. Ungkapan ini menunjuk kepada seseorang yang telah menjadi murid Kristus dan hidup bagi kemuliaan-Nya. Tujuan dan arah serta prioritas kehidupannya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Inilah manusia Allah.
Mulai dari teks ini, Perjalanan Misi ke-2 dikerjakan oleh Paulus. ❶ Dipenuhi dengan Komitmen (35-41). Dalam teks ini, kita akan merenungkan liku-liku perjalanan pelayanan para Hamba Tuhan dan cara Tuhan menopang pekerjaan-Nya. Kita selalu berhadapan dengan berbagai jenis permasalahan. Ada yang ringan, ada juga yang sulit. Namun kewaspadaan agar persoalan tersebut tidak dipakai si jahat menjadi perhatian kita secara serius. Ketika orang Kristen dapat menyelesaikan setiap persoalannya dengan baik, di sinilah nama Tuhan dimuliakan. Jadi, komitmen di sini ialah: (a) Tetap berkomitmen kepada pelayanan; (b) Tetap berkomitmen kepada pentingnya pertobatan dan pemulihan. Di tengah perjalanan mengiring Tuhan, begitu banyak peperangan yang terus dihadapi. Mari kita belajar betapa penting meneladani kehidupan Tuhan Yesus.

24 Februari 2019

Persembahan Persepuluhan untuk Tuhan

(Im. 27:30-34; Ul. 14:22-23)

Ada berbagai konsep tentang persepuluhan untuk mendukung alasan tidak memberi persepuluhan: Latar belakang gereja. Tidak semua gereja sepakat untuk memberi persepuluhan maka tidak perlu menjalaninya. Hanya memperkaya Hamba Tuhan atau gereja. Persepuluhan bukanlah diserahkan kepada Hamba Tuhan tetapi kepada Tuhan melalui gerejaNya (Ul. 14:20). Hanya berlaku di zaman Perjanjian Lama. Yesus mengatakan orang Farisi hanya melakukan persepuluhan tetapi mengabaikan kasih dan keadilan. Jadi Yesus menegaskan harus melakukan keduanya bersama-sama (Luk. 11:42).
Konsep persepuluhan dalam Alkitab :
Allah selalu menghendaki penyerahan yang sungguh-sungguh kepadaNya karena kita adalah milikNya, termasuk segala hal yang kita miliki (Rm. 11:36). Tuhan menghendaki dari apa yang kita miliki kita memberikan ungkapan syukur kita kepada Tuhan yaitu penyerahan kembali. Dalam satu minggu, Ia menghendaki hari ketujuh kita khususkan bagi Dia: “Setiap anak sulung adalah kepunyaan Tuhan .” (Im. 27:26). Hidup kita ini adalah kepunyaan Tuhan dan dipersembahkan untuk Tuhan. Karena itu sepersepuluh itu tidak seberapa dibandingkan dengan seluruh hidup kita yang harus dipersembahkan kepada Tuhan (Rm. 12:1). Persembahan kita hanya sebagai bukti persembahan hidup kita kepada Tuhan.
1. Persepuluhan adalah milik Tuhan (Im. 27:30)
Persembahan persepuluhan disebut sebagai persembahan yang kudus. Bangsa Israel adalah bangsa yang dipilih Tuhan bukan bangsa lain, mereka disebut bangsa pilihan untuk melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan. Sama seperti bangsa Israel dikuduskan oleh Tuhan, begitu jugalah persepuluhan itu dikuduskan untuk Tuhan dengan kesadaran semua berasal dari Tuhan. Persepuluhan kita melambangkan semua yang kita terima adalah kepunyaan Tuhan maka sebagai bukti kita mensyukuri apa yang kita terima, sepersepuluh kita khususkan, kuduskan untuk Tuhan. Persembahan berbau harum yang artinya supaya orang belajar memberi yang berkenan kepada Tuhan (Kej. 4:3-4). Persembahan menyenangkan hati Allah (Mal. 3:6-16). Malaekhi ditulis setelah bangsa Israel pulang dari pembuangan, ekonomi sulit sehingga mereka lebih mementingkan rumah sendiri sedangkan mereka lupa memberi persembahan bahkan persepuluhan. Melalui Firman ini Tuhan melatih dan menguji mereka. Setiap yang dipersembahkan kepada Tuhan adalah yang terbaik. Pada waktu kita memberi persembahan mari kita ingat yang menyenangkan hati Allah bukan hati manusia. Orang beriman semakin dilatih dan belajar memprioritaskan Tuhan dan hidup bergantung pada Tuhan. Setiap orang yang memberi persepuluhan adalah bentuk pengakuan bahwa Allahlah pemilik segala. Sumber satu-satunya kehidupan kita adalah Tuhan. Persepuluhan bukan persoalan hukum Taurat, jauh sebelumnya Abraham telah melakukannya (Kej.14:18-20). Abraham memberi teladan kepada kita, setiap hasil rampasannya setelah mengalahkan 4 raja diberikan kepada Allah. Abraham bertemu dengan Melkisedek yang merupakan manifestasi dari Kristus dan memberi sepersepuluh kepadanya sebagai bentuk kesadaran semua kemenangan dan sukses yang dia dapatkan terhadap raja-raja itu adalah dari Allah. Kita mengalami kesuksesan di Jepang ini adalah semua dari Allah sama seperti Abraham. Yakub memberi persepuluhan (Kej.28:22). Ketika Yakub di Betel dia berkata dari segala yang Tuhan berikan akan selalu memberi sepersepuluh padahal belum menerima berkat apapun. Sebelum menerima berkat dia berkomitmen dan setelah dapat berkat dia melakukannya. Meskipun Laban mengubah upah Yakub, tapi Yakub tetap diberkati Tuhan, Tuhan tidak pernah tutup mata.

3 Februari 2019

Menang Atas Konflik

(Kisah Para Rasul 15:12-32)

Konflik pasti muncul di tengah persekutuan, bahkan dalam rumah tangga sekalipun. Konflik menjadi hal yang lazim semenjak dosa masuk ke dalam dunia. Konflik pertama terjadi di Taman Eden, ketika Adam mempersalahkan Hawa dan Hawa mempersalahkan ular. Abraham dan keponakannya Lot juga mengalami konflik, ketika ternak mereka menjadi sangat banyak sehingga sulit bagi mereka hidup bersama-sama. Abraham mengalah dan mempersilahkan Lot memilih terlebih dahulu tempat tujuannya. Bukan hanya di Perjanjian Lama, tetapi di Perjanjian Baru pun terjadi konflik. Para murid sendiri pernah mengalami konflik ketika mereka mempermasalahkan mengenai siapa yang terbesar di antara mereka.
Pepatah Yahudi berkata: “Kontroversi lebih disukai daripada kuburan yang damai. Melalui kontroversi, kebenaran dikembangkan dan kesalahan dikalahkan. Kunci sebenarnya adalah memandang kepada KEBENARAN”. Martin Luther adalah seseorang yang berani berkonflik untuk membongkar kebusukan dan kebobrokan dalam gereja pada masa sebelum reformasi gereja. Dalam Kisah Para Rasul 15:22-41, Paulus dan Barnabas pernah mengalami konflik (perselisihan) yang tajam. Tetapi setelah konflik tersebut, pelayanan mereka semakin maju. Paulus sendiri kembali menerima dan mengasihi Markus, keponakan Barnabas, yang menjadi alasan Paulus dan Barnabas berselisih. Konflik itu ada dua jenis; konflik positif yang akan memberikan kemajuan atau konflik negatif yang akan mengakibatkan kemunduran. Konflik positif membuat orang bertobat, tetapi konflik negatif membuat orang mundur dari gereja. Konflik pernah terjadi di gereja mula-mula di Antiokhia. Di gereja di Antiokhia ada banyak suku bangsa, misalnya Yahudi dan Yunani. Jadi tidak ada satu gereja pun yang kebal terhadap konflik, bahkan gereja yang pengajarannya sangat baik sekali pun. Iblis selalu tahu bagaimana cara menimbulkan konflik di antara orang-orang Kristen. Anggota gereja di Antiokhia pada masa itu berasal dari golongan orang-orang Farisi yang telah menjadi Kristen dan masih memegang kuat tradisi Yahudi. Mereka mengharuskan orang-orang Yunani yang baru menjadi Kristen untuk disunat (ay. 5). Inilah awal mula timbulnya konflik di gereja Antiokhia.

6 Januari 2019

Cinta akan Rumah-Mu Menghanguskan Aku

(Yohanes 2:13-25)

Pada zaman dahulu di Israel, bait Allah adalah tempat yang sangat sakral. Bait Allah merupakan identitas bangsa Yahudi pada masa itu. Dalam Keluaran 23:26 disebutkan bahwa: “tetapi janganlah orang menghadap kehadirat-Ku dengan tangan hampa”; pada masa itu sangatlah ketat bahwa untuk menghadap Allah dalam bait-Nya saja membutuhkan pengorbanan mahal dengan membawa persembahan. Bagaimanakah dengan kita yang dengan mudah sebenarnya untuk datang ke bait Allah?!
Yesus sendiri sangat tidak senang dan dengan tegas dapat mengusir orang yang menajiskan bait Allah. Melihat dalam pembahasan ayat alkitab minggu ini, Yesus sangatlah marah karena melihat bait Allah yang dijadikan sarang penyamun, di mana harga barang di bait Allah menjadi sangat mahal, para Imam menolak binatang yang tidak dibeli di bait Allah, selain itu adanya juga sistem penukaran uang yang dapat digunakan untuk bertransaksi juga memerlukan ongkos. Mereka berlindung dibalik kesakralan bait Allah demi keuntungan mereka sendiri. Untuk itu Yesus ingin memusnahkannya dan kembali menyucikannya. Dalam ayat 17 Yesus mengatakan, “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku”. Kata “cinta” di sini berasal dari kata Zelos yang berarti cinta yang seperti air mendidih, cinta yang membakar amarah. Sedangkan “menghanguskan” di sini berarti menghanguskan sampai tidak menyisakan.
Lalu bagaimanakah respon orang-orang pada masa itu terhadap Yesus? “Tanda apa yang Kau tunjukkan?”. Mereka merasa berkuasa atas bait Allah, mereka meminta tanda bahwa Yesus layak dipercaya dan didengar. Namun di sini Yesus justru menjawab: rombaklah bait Allah dan akan Kubangun dalam 3 hari. Hal ini berbicara bukan tentang bangunan fisik, namun mengenai diri manusia, bahwa kerusakan yang telah terjadi hanya bisa diperbaharui melalui kematian dan kebangkitan Yesus.

23 Desember 2018

Kristus Raja yang Kekal

(Lukas 1:26-33)

Kita sudah memasuki minggu Advent ke-3 dalam kalender gereja, Natal sudah dekat. Advent adalah masa penantian/peringatan kelahiran Mesias.
Tema kita adalah Kristus Raja yang Kekal. Ini adalah tema yang sangat penting, mengapa Sang Raja datang ke dunia dalam segala kerendahan dan kehinaan. Berarti ada hal yang penting yang harus diketahui manusia. Siapa yang bisa membawa manusia ke dalam kekekalan. Yang lahir dalam kandang domba adalah Sang Raja. Ia rela mengerjakan yang paling rendah, dihina, diejek, bahkan disalibkan demi menjalankan kehendak Bapa di dalam dunia (Fil. 2:9-11) yaitu orang-orang berdosa diselamatkan. Inilah Raja yang telah merendahkan diri dan pada akhirnya ditinggikan di atas segala sesuatu. Dia menyatakan segala kehendak Bapa, kehormatan Bapa. Tujuan kedatangan Kristus yaitu, bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10:45), bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat (Lukas 5:32), untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10), supaya mereka mempunyai hidup (Yoh. 10:10b). Kata hidup yang dipakai disini adalah zoke yaitu hidup yang kekal. ❶ Raja yang datang dalam kerendahan. a) Datang di tempat yang terpencil (ay. 26), dua tempat yang disebut yaitu Galilea dan Nazaret, kota terpencil, tidak terkenal. Sehingga banyak orang yang meragukan bagaimana mungkin Yesus Tuhan (Yoh. 1:46; Yoh. 7:11). Konsep manusia bahwa orang hebat bukan lahir di kota kecil/pelosok. Yesus datang bukan untuk memuaskan mata dan perasaan manusia, konsep dunia pada zaman itu. Tetapi bagaimana semua dapat digenapkan dalam Firman Allah. Dia Raja tapi menyatakan segala kehendak Allah meskipun dalam kehinaan. b) Datang melalui seorang wanita yang masih perawan (ay. 27), ini merupakan penggenapan dari Yesaya 7:14. Bagi orang Israel, Maria bukan orang terpandang. Berbeda dengan ketika Yohanes yang lahir, Bapanya Zakaria adalah Imam dan lahir di Yerusalem. Tetapi mereka menolak Yohanes. Karena itu Tuhan tidak ingin menyenangkan manusia tetapi mengutamakan kehendak Bapa. ❷ Ia memerintah sebagai Raja (ay.31-33), dunia sudah jatuh ke dalam dosa mengakibatkan duka dan penderitaan. Seorang reformator gereja berkata: betapa sengsaranya kita tanpa rahmat Allah. Maka Yesus sebagai Raja Kekal menyatakan inilah jalan kekal. Yesus sebagai puncak Rahmat Allah (Mat. 11:1). Raja Kehidupan telah mengunjungi kita. Sudahkah kita merajakan Kristus dalam kehidupan kita? Kalau belum jadikanlah Yesus sebagai Raja baik dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, gereja.

9 Desember 2018

Yesus Juruselamat Dunia

(1 Yohanes 4:13-21)

Pada hari ini, kita akan merenungkan bahwa Yesus datang sebagai Juruselamat bagi kita. Dalam ayat 14, Rasul Yohanes menegaskan bahwa Ia dan para rasul “telah melihat dan menyaksikan Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.” (Bdk. 1 Yohanes 1:1). Inilah kebenaran sejati. Dalam bahasa Ibrani, kata “Juruselamat” ditulis dengan kata “Yasha”. Memiliki arti Penyelamat, Pembebas, Pemelihara. Peran Juruselamat dalam tradisi PL sangat penting. Sedangkan dalam PB, “Juruselamat” ini ditulis dari kata Yunani “Soter”. Konsep “soter” ini tidak ditujukan kepada siapapun kecuali kepada Bapa dan Yesus sendiri. Bapa diakui sebagai Juruselamat karena Ia telah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.
Mengapa Dunia Memerlukan Juruselamat? Dari seluruh ciptaan Allah, hanya manusia saja yang disebut sebagai ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah. Hanya manusia sajalah yang memiliki roh kekekalan. Tetapi ternyata manusia yang dikasihi Allah ini telah berdosa dan terpisah dari Allah yang kudus (lihat Roma 3:23-24). Berdasarkan fakta “telah kehilangan kemuliaan Allah” ini, manusia memerlukan kasih karunia Allah. Manusia tidak dapat menemukan Allah dengan caranya. Manusia butuh belas kasihan dari Allah. Karena itu, Allah sendiri yang bertindak menemukan manusia. Cara satu-satunya untuk memanggil manusia adalah Allah turun dari surga.
Setelah Kristus menyelamatkan kita, ada beberapa hal yang kita akan terima dan alami sebagai umat Tuhan: ❶ Allah tetap berada di dalam kita (ayat 13, 16b). Dalam ayat ini, kita memperhatikan kesatuan antara Pencipta dengan ciptaan. Kristus telah memulihkan relasi yang telah rusak oleh dosa. Ketika Yesus berdoa di dalam Yohanes 17:23, dalam ayat ini terlihat kasih 3 dimensi. Bapa mengasihi Yesus. Yesus mengasihi orang percaya. Bapa juga mengasihi orang percaya. Jadi, Allah begitu mengasihi orang percaya dan hal tersebut yang ingin Kristus nyatakan kepada dunia. Dengan demikian, kasih Allah bagi kita adalah kasih yang menetapkan kita di dalam hati Bapa. Ayat ini begitu tegas dan lengkap. Pertama: kita tetap berada di dalam Dia. Kedua: Dia di dalam kita. Ketiga: kita mendapat bagian di dalam Roh-Nya. Di dalam Kristus, Allah telah menyingkapkan Diri-Nya yang mustahil dapat dinyatakan dengan cara lain. Kristus adalah gambar atau karakter yang persis sama dengan Allah. (Dalam segala keadaan, Allah selalu ada di dalam kita!) Hanya karena Kasih saja alasan dari Allah Bapa mau mengutus Kristus ke dalam dunia untuk mati, dan menjadikan Dia sebagai korban penebus dosa. ❷ Kita telah mengenal dan percaya (ayat 16a). Ayat ini meyakinkan kita bahwa saat Yesus datang ke dalam dunia, ada pemulihan relasi antara Sorga dan orang berdosa. Kekristenan berbeda dari agama lain manapun karena kita dapat mengenal Allah sebagai Pencipta yang mengasihi kita. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.” “telah mengenal” (Yunani: ginosko) = memiliki relasi secara pribadi. Kata ini, sama dengan kata “mengenal” yang diucapkan oleh Yesus di dalam Matius 7:23. Maksud Yesus di sini bahwa Ia tidak pernah mengenal mereka sebagai murid-murid-Nya. Ia selalu di bibir mereka tetapi hati mereka jauh daripada-Nya. Karena itu, Yesus menentang mereka. Ia tidak mau cinta pura-pura/munafik. Menjadi murid Kristus bukan hanya sekedar pernyataan di mulut tetapi harus menjadi sikap hati, pengakuan iman yang sungguh-sungguh nyata. Jadi, yang dimaksud dengan “mengenal” ini ialah mempercayai dan mengasihi Dia sepenuh hati.

2 Desember 2018

Terang dari Sorga

(Lukas 1:67-80)

Terang dari Sorga dinyanyikan seorang hamba Tuhan, Zakharia yang hidup benar di hadapan Tuhan di tengah zaman yang bobrok dan juga bertanggung jawab di dalam keluarga sebagai pemimpin rohani (Luk 1:6). Zakharia adalah imam dari rombongan Abia (Luk 1:5), yang merupakan kelompok imam keturunan Harun yang melayani di zaman Daud. Ia juga seorang yang penuh Roh Kudus ( ay. 67). Mereka dikaruniakan anak Yohanes Pembaptis yang akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan (ay. 76), yang mana sudah dinubuatkan pada Yesaya 40:3-4. Yohanes pembaptis menyerukan pertobatan, agar orang-orang dibaptis (Lukas 3:3-6). Inilah rancangan Allah yang konsisten memakai garis keturunan imam Harun dan raja Daud bagi umat pilihan-Nya dalam mempersiapkan jalan bagi kelahiran Kristus yang membawa kabar kelepasan bagi umat-Nya yaitu keselamatan berdasarkan pengampunan dosa.
Kenapa harus Terang dari Sorga? Sebab kegelapan di dunia tidak dapat diatasi dengan terang dunia. Dalam ayat 78, kata Surya pagi : anatole (yun), atau Terang dari timur (Matius 2:2,9), artinya sama seperti matahari yang terbit dari timur, ia tidak dapat dihalangi oleh apapun, demikian Kristus yang datang untuk menerangi kegelapan dunia dan hati manusia. Sama seperti pada Yer 23:5 dan Zak 3:8 ada tunas, yang dapat menerobos keluar tanpa bisa dihalangi. Bahkan Herodes yang berkuasa tidak sanggung menghalangi kelahiran Kristus. Tidak peduli seberapa gelapnya hati kita, terang dari sorga itu datang memberi sukacita dan pengharapan. Menurut John Calvin, Kristus adalah satu-satunya sumber dari segala pernyataan dan satu-satunya terang kebenaran. Itulah sebabnya banyak orang menyesali akan dosanya karena hatinya telah diterangi oleh Kristus.
Terang dari sorga itu : 1) Membawa kelepasan (ay. 68, 71, 74). Karena manusia sudah terkungkung dan terikat pada dosa maka satu-satunya yang bisa melepaskan adalah Yesus, sang Terang dari Sorga. Kata lain dari kelepasan adalah tebusan (Matius 20:28), artinya seperti tebusan untuk budak agar bisa hidup merdeka. Orang berdosa seharusnya menanggung hukuman atas dosa, namun kita ditebus oleh Yesus dan diperdamaikan dengan Allah Bapa. Jurang pemisah antara kita dan Allah Bapa ditiadakan dengan Kristus sebagai perantara (Ef 1:7, Kol 1:13-14). 2) Menumbuhkan tanduk keselamatan (ay. 69). Dikutip dari Mazmur 132:17. Tanduk biasanya menggambarkan kekuatan, hanya orang berkuasa dan kuat lah yang dapat menolong orang yang tidak berdaya. Manusia berdosa tidak berdaya menolong diri sendiri, kedatangan Kristus memberikan jalan keluar kepada keselamatan. Secara manusia sulit mengerti kekuatan melalui kelahiran seorang bayi. Disinilah kekuatan Allah yang ajaib, ia mengutus Anak-Nya dalam kelemahan tapi memiliki kekuatan untuk membebaskan umat-Nya. 3) Mengingat perjanjian-Nya yang kudus (ay. 72). Perjanjian : diatheke / covenant, yaitu perjanjian dari pihak Allah. Kedatangan Kristus sebagai bukti kesetiaan Allah atas perjanjian-Nya maka kita perlu belajar setia pula kepada Tuhan, mulai dari hal kecil sekalipun.

11 November 2018

Diselamatkan oleh Kasih Karunia

(Kisah Para Rasul 15:1-11)

Kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga. Tema ini diambil dari ayat 11, dari Petrus yang adalah orang Yahudi sendiri. Petrus menegaskan kasih karunia dari Tuhan.

Kasih karunia yang telah Tuhan karuniakan. Kasih karunia adalah cara Allah menyatakan (Efesus 2:8-9), tidak satupun orang diselamatkan karena dipicu perbuatan baik, bukan karena jasanya, namun karena iman, kita menerima karunia keselamatan. Allah sebagai inisiator yang berinisiatif menjangkau dan menyelamatkan kita. Tuhan yang mengulurkan tanganNya menolong ketidak berdayaan manusia atas dosa. Di kitab Roma 3:10-11, akal budi mereka menolak mengakui Allah sehingga mereka hidup untuk diri sendiri semata-mata. Akan tetapi, Roma 5:8, dengan Sola Gracia ( moto reformasi Gereja), mengingatkan kita orang berdosa, kita diangkat, anugrah sorgawi dikaruniakan kepada kita. Pengenalan akan kasih Kristus semakin cemerlang dibandingkan kondisi kita yang luar biasa gelap. Sola Gracia sebagai dasar dan jaminan keselamatan kita sebagai orang berdosa dihadapan Allah yang suci. Kasih Tuhan yang telah berkorban bagi kita menunjukkan betapa Ia sangat mengasihi umat-Nya, hanya karena kuasa Allah kita dipilih.

4 November 2018

Jemaat Setia dan Saleh

(Kisah Para Rasul 14:21-28)

Arti kata setia berarti tetap bertahan / konsisten pada waktu senang ataupun susah. Sedangkan arti kata saleh berarti rasa hormat yang disertai rasa kasih kepada Allah. Perasaan ini dibangkitkan oleh kesadaran akan kebaikan-kebaikan Allah terhadap kita. Yang menjadi pergumulan kita saat ini adalah bagaimana kita bisa tetap setia dan saleh? Yaitu dengan mempersembahkan hati kita kepada Tuhan. Seorang tokoh Kristen John Calvin berkata “Hatiku kupersembahkan kepada Tuhan dengan segera dan ketulusan”. Inilah yang Tuhan mau, yaitu untuk kita selalu mempersembahkan hati kepada Tuhan. Jika Paulus dulu tetap menjadi penginjil di Antiokhia, di dalam kota yang makmur dan damai, di dalam Gereja yang indah dengan begitu banyak nabi dan berkat-berkat yang besar, tidak ada seorangpun di Asia Kecil atau Eropa yang diselamatkan. Agar mereka diselamatkan, Paulus rela menderita pukulan, dicambuk, dirajam, diperlakukan sebagai sampah dunia, namun dalam keadaan ini, orang lain, melihat kasih Allah, orang-orang mendengar berita tentang salib dan mereka diselamatkan. Paulus tetap mengasihi mereka, itu karena Paulus berkobar-kobar untuk melayani Tuhan.

Page 1 of 16