Kumpulan Khotbah

Pdt. Sebastian Marpaung
27 Januari 2019

Tetap Berpegang pada Kebenaran Firman yang telah Diterima dan Diyakini

(2 Timotius 3:14-17)

Apa yang bisa kita pegang paling kuat atau paling lama? Apakah pasangan hidup, warisan, prestasi, kekuasaan, harta, ataupun teknologi? Semua hal ini tidaklah menjamin kita bisa tetap kuat atau teguh. Dalam surat 2 Timotius pasal 3 di ayat 14, Paulus mengingatkan Timotius agar berpegang teguh pada ajaran yang sudah ia terima. Dan jangan mengikuti orang-orang di ayat 13, yaitu yang jahat, menyesatkan dan disesatkan. (Dalam konteks pasal 3 ada kelompok orang-orang yang hanya mau mencari apa yang mereka sukai saja dan berpaling dari kebenaran yang sejati.) Demikian juga kita harus memegang, melanjutkan, tetap tinggal, tetap di dalam, kebenaran yang telah kita pelajari dan yakini.
Alasan Timotius harus berpegang pada kebenaran: ❶ Karakter orang-orang yang mengajar kebenaran (ayat 14-15). Yaitu neneknya, ibunya yang telah mengajarkan firman Tuhan supaya ia tetap teguh dan tidak menyimpang ataupun tertarik kepada arus dunia. Kehidupan Timotius dikelilingi oleh orang yang takut Tuhan dan mengajarkan kebenaran firman kepada Timotius sejak kecil dan menjadi contoh baginya. Inilah yang menjadi landasan bagi Timotius untuk mengenal firman Tuhan. ❷ Tanda kekudusan ilahi dalam alkitab (ayat 15a). ❸ Kekuatan alkitab untuk menyelamatkan orang berdosa (ayat 15b). Kitab Suci disini adalah heiros grammata atau Perjanjian Lama yang memiliki kekuatan untuk memberi hikmat yang mengarah pada keselamatan. Perjanjian Lama pun punya kekuatan dan potensi yang tidak dapat diremehkan karena terdapat gambaran tentang Tuhan, dosa, nubuatan akan Kristus dan karya keselamatannya yang dapat juga menuntun orang kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus. ❹ Alkitab membawa kita kepada Kristus (ayat 15c). ❺ Kitab suci diilhamkan Allah (ayat 16). Baik PL dan PB ditulis oleh para rasul, nabi, dan orang-orang yang dituntun oleh Allah (dalam bahasa aslinya Allah menafaskan firman-Nya menjadi tulisan) sehingga tidak saling bertentangan, yang cukup memperlengkapi kita untuk melakukan segala perbuatan baik. ❻ Alkitab pasti bermanfaat (menguntungkan) (ayat 16-17). Alkitab bermanfaat untuk mengajar dalam 3 hal: menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik di dalam kebenaran. Dan memperlengkapi kita untuk melakukan pekerjaan baik. Mzm 119:99,100,104 : firman Allah menegur kita akan dosa dan kesalahan kita agar kita berbalik kepada Allah. Mendidik : melatih secara terus menerus supaya mengerti dan menguasai Firman Tuhan, yakni menjalani dan mengalami Firman Tuhan itu bersama Tuhan. Tentu kita perlu tunduk pada setiap firman Tuhan itu seperti halnya dalam 2 Taw 34, Yosua berkomitmen mengikut Tuhan ataupun Nehemia yang memimpin pertobatan bangsa Israel.

16 Februari 2014

Mengharapkan Kerajaan Allah

(Matius 6:10; Ibrani 12:28)

Apakah Amerika, Indonesia atau negara apapun bisa ditunjukkan sebagai kerajaan Allah? Kerajaan-kerajaan atau sistem pemerintahan negara-negara di dunia, yang hadir dalam bentuk fisik, mengalami perubahan terus-menerus. Misalnya di Indonesia, sistem pemerintahan sempat berubah beberapa kali: orde lama, orde baru, orde pasca-reformasi, dan sebagainya. Secara spiritual, ada dua kerajaan yang saling bertentangan: kerajaan Allah dan kerajaan setan.

5 April 2009

Roh Yang Menyala-Nyala

(Roma 12:11)

Kitab Roma ditulis oleh Paulus sebelum ia datang ke Roma karena kerinduannya untuk dapat menginjili orang-orang Roma. Paulus menuliskan tidak hanya doktrin tentang kekristenan tetapi juga nasihat untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pasal 12:11, ada tiga pemikiran yang diungkapkan: Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor.Dalam bahasa aslinya ‘kendor’ di sini bisa diartikan dengan ‘malas’. Hal ini […]