Kumpulan Khotbah

Pdm. Sujarwo
21 Oktober 2018

Pengampunan yang Mulia

(Mazmur 32)

Berkat pengampunan Allah adalah sukacita sejati, berkat dan pengampunan Tuhan diberikan bukan karena seseorang itu layak dan bukan hasil usaha seseorang, tetapi itu adalah kasih karunia Tuhan. Sukacita ada pada orang berdosa karena Tuhan telah mengampuni dia, Allah mengampuni pelanggaran, pemberontakan terhadap otoritas Allah yang sah dan Allah tidak lagi memperhitungkan kesalahan, Dia mengampuni dosa kita. Dalam Imamat 16:10, mengacu kepada bangsa Israel yang melakukan pelanggaran, kambing jantan yang dikorbankan melambangkan kematian Yesus Kristus sebagai korban pengganti orang berdosa yang harus dihukum karena dosa-dosa mereka. Akuilah secara jujur dosa kita dihadapan-Nya, ketika kita mengakui dosa tersebut, maka Tuhan akan mengampuni kita. Sebagai orang yang telah lahir baru, kita bahagia karena diampuni.

23 September 2018

Hidup Sesuai dengan Kabar Sukacita

(Filipi 1: 27-30)

Zaman sekarang adalah zaman humanis dan atoposentris dimana manusia berfokus pada dirinya sendiri serta bangga hidup mandiri tanpa Tuhan sehingga merasa tidak butuh Tuhan bahkan menjadikan diri sebagai Tuhan. Segala sesuatu yang tidak sesuai, ditolak. Bagaimanakah respons kita yang hidup di tengah zaman ini? Apakah hidup kita sesuai dengan kabar sukacita, dan mencerminkan identitas seorang kristen yang sejati yang telah menerima anugerah kesalamatan dari Kristus? Ada 3 pokok yang dapat kita pelajari sehubungan dengan tema khotbah hari ini: ❶ Hidup Berpadanan Injil, hidup berpadanan dengan injil adalah inti dari ayat 27-30. Berpadanan dalam bahasa Yunani axios artinya layak (worthy). Maka sebagai orang yang telah menerima Injil atau dilahirbarukan maka hidup kita harus menghidupi Injil sehingga hidup kita berbeda dengan orang yang belum menerima kabar sukacita tersebut, dan orang-orang dapat membaca Injil dari sikap hidup dan karakter kita. Kata hidup dalam bahasa Yunani, politeomai artinya adalah pola hidup yang sesuai dengan susunan atau tatanan tertentu, biasa digunakan merujuk pada kehidupan