Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 5:19-29

Ringkasan Khotbah

Firman Tuhan kali ini menjelaskan tentang Yesus sebagai sumber hidup, mengapa Yesus dikatakan sebagai sumber hidup, ada beberapa hal yang mendasarinya antara lain: ❶ Yesus adalah sang Juruselamat, menjamin hidup yang kekal. Setelah kita merenungkan momen Paskah, kita perlu mengimani bahwa setiap orang yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan masuk ke hidup yang kekal kelak. Saat Yesus lahir ke dalam dunia, Allah telah mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju hidup yang kekal, sang Juruselamat itu sendiri. Manusia seringkali menempatkan karya Yesus hanya untuk aspek-aspek hidup di dunia saja, tidak memikirkan kehidupan kekal kelak yang jauh lebih berharga. Dalam 1 Kor 15:19, Paulus menuliskan bahwa kalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Disini Paulus ingin menekankan bahwa kita jangan menaruh pengharapan dalam Kristus hanya berkaitan dengan hidup di dunia ini saja, tetapi dalam hidup yang kekal nanti setelah kematian jasmani. Dalam Roma 8:1, “tidak ada penghukuman lagi bagi mereka yang ada di dalam Kristus.” Namun sebaliknya, orang yang tidak percaya akan menghadapi hukuman kekal. ❷ Yesus berkuasa atas segala penyakit. Di kolam Betesda, seorang yang sakit selama 38 tahun tidak dapat melompat kedalam kolam karena tidak ada yang dapat mengangkatnya (Yoh 5:7). Orang ini bukan hanya sakit secara jasmani, tetapi bisa juga sakit secara pikiran dan hati karena sudah begitu lama menunggu dan tidak bisa melompat ke dalam kolam (tidak ada yang menolong masuk ke dalam kolam). Di hari Sabat, Yesus memulihkan orang tersebut sekaligus menyelamatkannya. Ini menunjukan bahwa Yesus adalah sang sumber hidup, yang juga berkuasa atas segala penyakit. ❸ Yesus memiliki kesetaraan dengan Allah Bapa. Yesus sumber hidup juga menegaskan adanya kesatuan antara Yesus dan Bapa (ayat 19-20). Yesus mengakui bahwa Ia tidak dapat mengerjakan apapun jika Bapa tidak mengerjakannya. Saksi-Yehova banyak memakai alat ini untuk menyatakan bahwa Yesus adalah no 2, di bawah bapa tetapi di atas manusia karena Yesus hidup dengan sempurna/tidak melakukan dosa apapun. Mereka salah mengerti ayat ini. Ayat ini sebenarnya menegaskan bahwa adanya kesatuan hubungan, kesamaan hakekat antara Bapa dan Yesus sebagai yang kekal, mengerjakan pekerjaan yang sama. Kalau Yesus bukanlah sumber hidup dan Allah itu sendiri, bagaimana Ia mampu membangkitkan orang mati (ay. 21). Seperti Allah/Bapa yang membangkitkan orang-orang mati di perjanjian lama, Yesus pun sama seperti Bapa, sumber hidup yang mampu membangkitkan orang mati, berkuasa atas kematian. Sudahkan kita mempercayai Yesus dengan sungguh-sungguh? Sudahkan kita menghidupi keselamatan kita sungguh-sungguh? ❹ Yesus adalah sang Hakim, patut kita hormati di atas segala-galanya.
Dalam ayat 22, 26-27, Yesus juga berkuasa untuk menghakimi, berkuasa menentukan siapa yang berhak mendapat hidup yang kekal. Yesus mempunyai hidup dalam diriNya sendiri, sama seperti Bapa. Dalam Daniel 7:13-14, telah dinubuatkan tentang Yesus sebagai Penguasa Kerajaan yang tidak akan musnah. Jadi, saat kita ada di dalam Yesus sang sumber hidup, mengapa kita seringkali khawatir tentang hidup kita di dunia dan setelah kematian kelak? Yesus juga patut dihormati sama seperti Bapa. Segala ibadah, penyembahan kita harus seluruhnya berpusat untuk Dia. Menghormati berarti kita merendahkan diri kita serendah-rendahnya dan menempatkan Yesus setinggi-tingginya didalam hidup kita. Sudahkah kita menghormarti dan memposisikan Dia di atas segala-galanya? Biarlah Yesus dimuliakan, disanjung dalam seluruh aspek kehidupan kita. ❺ Menghidupi FirmanNya terus menerus. Dalam Mar 4:22, tidak akan ada yang tersembunyi, semuanya akan tersingkap dihadapan Tuhan. Semua motivasi, sikap, pekerjaan, pelayanan kita akan tersingkap kelak. Jadi kita perlu terus dengan rendah hati meminta pertolongan Tuhan agar kita bisa menjalani hidup kita dengan penuh integritas. Yesus menjelaskan bahwa sangatlah penting mendengar FirmanNya, lalu mengimani, percaya dan menghidupi/melakukannya terus menerus. Mendengar dan percaya bukanlah hal yang sesaat tetapi harus menghidupinya terus menerus. Marilah kita terus menghidupi Firman yang telah kita dengar hari ini.