Pengkhotbah

Perikop
1 Yohanes 4:13-21

Ringkasan Khotbah

Pada hari ini, kita akan merenungkan bahwa Yesus datang sebagai Juruselamat bagi kita. Dalam ayat 14, Rasul Yohanes menegaskan bahwa Ia dan para rasul “telah melihat dan menyaksikan Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.” (Bdk. 1 Yohanes 1:1). Inilah kebenaran sejati. Dalam bahasa Ibrani, kata “Juruselamat” ditulis dengan kata “Yasha”. Memiliki arti Penyelamat, Pembebas, Pemelihara. Peran Juruselamat dalam tradisi PL sangat penting. Sedangkan dalam PB, “Juruselamat” ini ditulis dari kata Yunani “Soter”. Konsep “soter” ini tidak ditujukan kepada siapapun kecuali kepada Bapa dan Yesus sendiri. Bapa diakui sebagai Juruselamat karena Ia telah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.

Mengapa Dunia Memerlukan Juruselamat? Dari seluruh ciptaan Allah, hanya manusia saja yang disebut sebagai ciptaan yang segambar dan serupa dengan Allah. Hanya manusia sajalah yang memiliki roh kekekalan. Tetapi ternyata manusia yang dikasihi Allah ini telah berdosa dan terpisah dari Allah yang kudus (lihat Roma 3:23-24). Berdasarkan fakta “telah kehilangan kemuliaan Allah” ini, manusia memerlukan kasih karunia Allah. Manusia tidak dapat menemukan Allah dengan caranya. Manusia butuh belas kasihan dari Allah. Karena itu, Allah sendiri yang bertindak menemukan manusia. Cara satu-satunya untuk memanggil manusia adalah Allah turun dari surga.

Setelah Kristus menyelamatkan kita, ada beberapa hal yang kita akan terima dan alami sebagai umat Tuhan:Allah tetap berada di dalam kita (ayat 13, 16b). Dalam ayat ini, kita memperhatikan kesatuan antara Pencipta dengan ciptaan. Kristus telah memulihkan relasi yang telah rusak oleh dosa. Ketika Yesus berdoa di dalam Yohanes 17:23, dalam ayat ini terlihat kasih 3 dimensi. Bapa mengasihi Yesus. Yesus mengasihi orang percaya. Bapa juga mengasihi orang percaya. Jadi, Allah begitu mengasihi orang percaya dan hal tersebut yang ingin Kristus nyatakan kepada dunia. Dengan demikian, kasih Allah bagi kita adalah kasih yang menetapkan kita di dalam hati Bapa. Ayat ini begitu tegas dan lengkap. Pertama: kita tetap berada di dalam Dia. Kedua: Dia di dalam kita. Ketiga: kita mendapat bagian di dalam Roh-Nya. Di dalam Kristus, Allah telah menyingkapkan Diri-Nya yang mustahil dapat dinyatakan dengan cara lain. Kristus adalah gambar atau karakter yang persis sama dengan Allah. (Dalam segala keadaan, Allah selalu ada di dalam kita!) Hanya karena Kasih saja alasan dari Allah Bapa mau mengutus Kristus ke dalam dunia untuk mati, dan menjadikan Dia sebagai korban penebus dosa. Kita telah mengenal dan percaya (ayat 16a). Ayat ini meyakinkan kita bahwa saat Yesus datang ke dalam dunia, ada pemulihan relasi antara Sorga dan orang berdosa. Kekristenan berbeda dari agama lain manapun karena kita dapat mengenal Allah sebagai Pencipta yang mengasihi kita. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.” “telah mengenal” (Yunani: ginosko) = memiliki relasi secara pribadi. Kata ini, sama dengan kata “mengenal” yang diucapkan oleh Yesus di dalam Matius 7:23. Maksud Yesus di sini bahwa Ia tidak pernah mengenal mereka sebagai murid-murid-Nya. Ia selalu di bibir mereka tetapi hati mereka jauh daripada-Nya. Karena itu, Yesus menentang mereka. Ia tidak mau cinta pura-pura/munafik. Menjadi murid Kristus bukan hanya sekedar pernyataan di mulut tetapi harus menjadi sikap hati, pengakuan iman yang sungguh-sungguh nyata. Jadi, yang dimaksud dengan “mengenal” ini ialah mempercayai dan mengasihi Dia sepenuh hati. Kita tidak takut di hari penghakiman (ayat 17). Setelah kita percaya dan mengenal keselamatan di dalam Kristus, kita masih hidup di dalam dunia. Namun kita juga sedang menantikan kedatangan Kristus ke-2 kali untuk menghakimi dunia ini. Inilah makna dari advent. Saat Kristus datang pertama, Ia tampil sebagai bayi yang lemah dan tidak berdaya. Tetapi kelak akan datang sebagai Hakim untuk menghakimi semua orang di dunia. Walaupun Ia datang sebagai Hakim, namun Ia juga menjadi Pembela bagi umat-Nya. Karena itu, kita tidak menjadi takut. Kita tidak perlu takut menghadapi kematian, karena kasih Allah telah menjadi jaminan bagi kita. Ayat 17 (NIV) ‘keberanian percaya’: “confidence”= keyakinan (1 Yohanes 2:28).

Sebagai kesimpulan, Yesus Juruselamat yang telah datang ke dalam dunia. Ia telah menyatakan keselamatan bagi orang berdosa. Hanya Dia satu-satunya jalan keselamatan bagi orang berdosa. Jika di antara kita, masih ada yang belum menerima-Nya, hari ini adalah kesempatan yang paling berharga. Sambutlah Dia dan percayalah akan anugerah-Nya. Hanya orang yang telah percaya saja yang dapat menerima hidup kekal. Bagi orang yang sudah percaya, selama hidup di dunia ini, marilah tetap hidup dalam kesucian dan persekutuan dengan Dia. Orang yang setia akan dibangkitkan pada akhir zaman.