Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 14:12-17

Ringkasan Khotbah

Yohanes pasal 14-17 berisi pengajaran Yesus terakhir kepada para murid sebelum Ia disalibkan. Perikop hari ini berisi sebuah pengajaran yang cukup sulit untuk dipahami. Dalam ayat 12, Yesus mengucapkan kata “sesungguhnya”, yang dalam bahasa Yunani “amen, amen, lego hymin”, yang artinya sungguh-sungguh. Ayat ini mengandung janji Yesus bahwa para murid akan dimampukan mengerjakan hal-hal yang Tuhan Yesus kerjakan, dan kata “sesungguhnya” memberikan peneguhan. Sebagai orang percaya, kita mengimani setiap kata-kata dari Tuhan Yesus sendiri yang adalah benar dan dapat dipercaya. Dengan demikian, setiap orang percaya mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seperti yang Tuhan Yesus kerjakan. Ada tiga kunci yang Yesus ajarkan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar:

  1. Ayat 14: “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Apabila orang percaya meminta sesuatu kepada Yesus dalam nama-Nya, Yesus akan melakukannya. Dari ayat ini, kita diperintahkan untuk berdoa kepada Tuhan. Artinya, apabila kita mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan besar, maka itu adalah atas kemurahan Tuhan sendiri yang menjawab doa kita. Inilah pentingnya doa bagi orang percaya. Pdt. Barnabas Kim mempunyai pengalaman tersendiri mengenai doa ketika sedang merintis jemaat di Palembang sekitar tahun 1980-an akhir, dimana jumlah jemaat yang awalnya sedikit, tapi melalui ketekunan berdoa Pdt. Kim dan beberapa jemaat perlahan-lahan jumlah jemaat bertumbuh. Hal ini terjadi bukan karena kehebatan para hamba Tuhan yang berdoa, tetapi karena kemurahan Allah sendiri yang menjawab doa-doa mereka. Allah kita adalah Allah yang hidup, yang selalu mendengarkan setiap doa-doa kita, dan Allah akan menjawabnya sesuai kehendak-Nya. Setiap doa-doa kita haruslah doa-doa yang sesuai kehendak Allah dan Allah dipermuliakan di dalam-Nya.
  2. Ayat 15: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Ayat ini paralel dengan ayat 23 (“Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia”). Apabila kita mengasihi Allah dengan setia menaati perintah-Nya, maka Allah sendiri akan datang kepada kita. Sebagai salah satu bukti bahwa kita mengasihi Allah adalah kita mengasihi sesama kita. Allah telah mengasihi kita dengan kasih agape. Dan sebagai orang-orang percaya, kita pun harus belajar mengasihi sesama kita dengan kasih agape.
  3. Ayat 16-17: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Roh Kudus diutus oleh Allah untuk menolong dan menopang kita. Kita perlu siap sedia dipakai oleh Roh Kudus. Dengan cara bagaimana kita dipakai oleh Roh Kudus? Kita harus belajar menyucikan diri dari hal-hal yang jahat (2 Timotius 2:20-21). Memang kita masih tercampur dengan kedagingan kita bahkan setelah kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tetapi, kita perlu berjuang dalam kemurahan Allah untuk melawan kedagingan tersebut. Kita diberikan Firman Allah, hati nurani, dan rasio untuk dapat mengenali kehendak Allah. Kita dapat belajar membiasakan diri untuk menaati kehendak Allah. Dengan kebiasaan ini, maka Roh Kudus dapat dengan leluasa memakai kita dan kehendak Allah dinyatakan dan juga semakin jelas dari waktu ke waktu. Allah memerintahkan kita untuk berdoa dan Allah akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

Kita tidak tahu berapa lama kita berada di dunia ini. Kita harus menggunakan sisa hidup kita dengan sebaik-baiknya. Biarlah hidup kita diisi oleh Roh Kudus sehingga kita menjadi orang-orang yang tekun berdoa dan hidup kita senantiasa menaati kehendak Allah.