Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 11:1-6

Ringkasan Khotbah

Ibrani 11 banyak diartikan sebagai pasal tentang iman. Dari Ibrani 11:1, ada 2 kata mengenai iman yang ditekankan yaitu ❶ Dasar (yang artinya keberadaan, dalam bahasa Jepang adalah jaminan). ❷ Bukti, yang dalam bahasa Indonesia sehari-hari diterjemahkan sebagai keyakinan. Iman juga dapat diartikan sebagai: ❶ Kepercayaan penuh kepada Tuhan dari segala segi. Ini berarti persekutuan dengan Allah dari segala segi. ❷ Sikap hati kepada Tuhan yang percaya bahwa tidak ada yang mustahil. Iman tercermin dalam cara hidup kita setiap hari dihadapan Tuhan. Ibrani 11:4-34, menuliskan beberapa cara hidup orang-orang yang beriman kepada Allah dan Allah sendiri berkenan kepada mereka.

Habel (dalam Kejadian 4:6, 1 Yoh 3:12 pun dicatat) bahwa Allah berkenan terhadap persembahan Habel tetapi tidak kepada persembahan Kain, karena kehidupan Habel berkenan dihadapan Tuhan (perbuatan Habel benar). Markus 12:42-44 mencatat bahwa Yesus berkenan kepada persembahan seorang janda miskin walaupun hanya mempersembahkan 2 peser. Hal ini karena cara hidup (sikap hati) janda tersebut yang berkenan pada Allah, mempersembahkan seluruh miliknya walaupun ia sendiri dalam kondisi yang kekurangan. Roma 12:1, Paulus menasihatkan kita tentang persembahan yang sejati, melalui kehidupan kita yang berkenan kepada Allah. Dengan beriman kepada Allah, kita menjadi tidak kuatir akan apapun juga tetapi percaya dan menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Allah. Terlebih-lebih kita bisa bersyukur dan bersukacita atas segala hal yang sudah dan akan Tuhan berikan dan kerjakan dalam hidup kita.  Seperti dicatat dalam Matius 6:25-34, Yesus berkata bahwa kita harus beriman kepada Allah, tidak kuatir akan segala sesuatu di hari esok. Hanya dengan iman kita bisa berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6).

Dengan iman kita juga bisa mengerti bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan (Yes 43:4) dan identitas kita sebagai anak-anak Allah. Hanya dengan iman, kita bisa mengerti bahwa Allah-lah dengan FirmanNya menciptakan alam semesta berserta segala isinya. Hanya dengan iman juga kita bisa mengerti tujuan Allah menciptakan kita dan bumi beserta segala isinya. Hal ini dituliskan secara jelas dan detil dalam Kejadian 1.  Orang-orang dunia yang tidak/belum percaya, mereka percaya bahwa dunia dan isinya terjadi secara natural seperti proses evolusi. Seperti banyak orang Jepang yang krisis identitas, tidak tahu mengapa dan apa maksud manusia diciptakan dan mereka hanya diajarkan tentang teori evolusi. Sebagai anak-anak Allah, kita harus bersyukur sudah memahami tentang identitas sejati kita.