Pengkhotbah

Perikop
Matius 24:14

Ringkasan Khotbah

Tema seluruh GIII tahun 2014 adalah nyatakanlah kerajaan Allah. Dan kita sudah belajar kerajaan Allah adalah pokok dari seluruh Alkitab. Kerajaan Allah adalah kekuasaan, kedaulatan, otoritas dan kepemimpinan Allah. Tuhan Yesus berkata, waktunya sudah genap, kerajaan Allah sudah datang. Kerajaan Allah sudah datang dan sedang bekerja melalui persona Kristus dan karyanya dan orang yang menerimaNya sudah mengalami kuasaNya dan kenal hidup baru dalam kerajaan Allah. Setelah itu apakah sikap kita adalah pasif saja menerimanya?

Perikop kali ini terbagi 3 bagian:

1. Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan.

Injil artinya berita baik, berita besar. Menurut nubuat dalam perjanjian lama, kerajaan Allah akan datang dan menghancurkan seluruh kerajaan di dunia, bersifat penghakiman. Kedatangan Mesias sebagai hakim lebih banyak disebut daripada sebagai juruselamat. Ini nubuat kepada bangsa Israel saat mereka masih dalam tawanan. Tetapi waktu Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk menghakimi, tetapi melayani. Tugas Mesias yang pertama tidak menghakimi, melainkan penyembuhan, pemulihan, dan penebusan dosa. Dalam setiap perjamuan Kudus dibacakan Yesaya 53:5, dimana nubuatan yang menyatakan Mesias tidak membalas, menghakimi dunia. Berita tentang pertobatan, pengampunan dosa, dan pemulihan ini perlu disampaikan ke seluruh bangsa. Kerajaan Allah disebut Injil karena kemenangan terhadap musuh yang kuat, yaitu iblis dan maut. Melalui Adam dosa dan maut masuk. Tetapi Allah mendatangkan Adam yang kedua, yang mendatangkan kebangkitan, hidup kekal, yaitu Tuhan Yesus. Kerajan Allah yang sudah didatangkan oleh Yesus adalah berita besar. Tetapi apa respon kita. Orang banyak mau antri untuk medapatkan makanan atau pakaian murah, tapi tidak ada yang antri di depan gereja di mana ada pengampunan dosa.

2. Diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi seluruh bangsa.

Ini adalah rancangan Tuhan semesta Alam. Tuhanlah yang menciptakan manusia, alam, dan manusia diberita tugas untuk menjadi wakil Allah. Tetapi manusia menolak, memisahkan diri, mengambil alih untuk diri sendiri. Maka Tuhan memberi tanda melalui suatu suku bangsa kecil, yaitu Israel. Sejarah dalam perjanjian lama begitu teliti. Dan sejarah Mesir, Babilonia, Asyur, semua ada kaitan dengan Israel. Karena intinya adalah Kerajaan Allah. Waktu jaman kerajaan Allah jatuh bangun, Tuhan mengirim nabiNya. Bangsa Israel menolak kerjaaan Allah, karena itu Yesus mengatakan bahwa kerajaan Allah diberikan kepada seluruh bangsa. Orang yang menerima Injil dan bertobat disebut Israel rohani dan diberi tugas untuk memberitakan Injil kerajaan Allah ke seluruh dunia sebagai saksi bagi banyak bangsa. Karena itulah gereja kita menyokong misionaris.

3. Setelah itu baru tiba kesudahannya.

Semua merasakan kesudahan dunia makin dekat:perubahan pola bumi, ozon menipis, banyak bencana. Tidak ada yang tahu kapan. Hanya Allah yang tahu. Di Alkitab ada jawabannya, tetapi tidak tanggalnya. Yaitu setelah Kerajaan Allah diberitakan ke seluruh suku. Dan ini sedang berjalan. Tapi sampai saat itu datang, kuasa jahat tetap mempengaruhi manusia untk menjauhi Tuhan. Selama dunia masih ada, orang Kristen tetap dibenci. Kita mendengar kekacauan dan bencana, ada kesedihan. Sekarang makin dekat kesudahannya. Jadi bagaimana persiapan kita? Ada 3 contoh gereja. 1. Gereja Laodikia. Laodikia adalah kota kaya, jemaat kaya, tapi sama sekali tidak peduli kerajaan Allah. Maka Yesus berkata melalui kitab Wahyu:bertobatlah.  2. Gereja Tesalonika. Surat Tesalonika banyak bicara mengenai kesudahan, dimana jemaat ini terlalu memikirkan tentang kedatangan kedua Tuhan Yesus, bahkan ada yang tak mau bekerja lagi. Maka Paulus menegur gereja ini. 3. Gereja Smirna. Setia pada Firman Tuhan. Maka Tuhan menganjurkan kepada Smirna supaya setia sampai mati.

Sekarangkita jemaat GIII Tokyo, kita terpengaruh gereja yang mana? Mari kita mencontoh gereja Smirna, setia sampai akhir. Kita sudah diberi tanggung jawab. Mari kita menyelesaikannya dengan baik.