Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 11:35-40

Ringkasan Khotbah

Minggu-minggu lalu, dari Ibrani 11:32-34 kita belajar tentang orang-orang beriman seperti Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel, yang walaupun memiliki banyak kelemahan tetapi dapat dipakai Tuhan secara luar biasa. Hari ini kita akan belajar dari ayat selanjutnya 35-40. Di ayat 35 dituliskan ibu-ibu yang memperoleh orang-orangnya kembali setelah bangkit dari orang mati. Hal ini mirip dengan apa yang dijelaskan dikitab 2 Raja-Raja 4:35, dimana Elisa membangkitkan anak perempuan Sunem.

Di ayat 35 dituliskan ibu-ibu yang memperolah orang-orangnya kembali setelah bangkit dari kematian (hal yang baik). Hal ini mirip dengan apa yang di jelaskan di kitab 2 Raja-Raja 4:35, dimana Elisa membangkitkan anak perempuan Sunem.

Paulus menuliskan ayat ini dengan maksud mengingatkan kita yang telah dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus, dosa kita dihapus, kematian rohani sudah tidak ada lagi. Semua kebangkitan-kebangkitan, kesembuhan-kesembuhan yang dilakukan oleh para nabi berkaitan dengan iman mereka. Hal ini juga menggambarkan bahwa kelak keselamatan diperoleh hanya jika kita beriman kepada Yesus sang Juruselamat.

Di ayat 36-38 dituliskan banyak orang-orang yang membiarkan dirinya disiksa oleh karena iman mereka (tidak memperoleh hal yang baik). Mereka tetap mempertahankan iman mereka sekalipun mereka belum memperoleh apa-apa di dunia ini. Hal ini juga menggambarkan kejadian serupa yang dialami para nabi-nabi terdahulu yang juga mengalami penganiayaan/siksaan oleh karena kesalehan dan iman mereka.

Kalau begitu apa yang Tuhan sediakan bagi mereka? Di ayat 39-40 dituliskan bahwa Tuhan menyediakan sesuatu yang lebih baik (daripada apapun yang baik yang ada di dunia ini), yaitu kebangkitan dan kehidupan yang kekal di Surga, yang jauh lebih berharga daripada kebangkitan jasmani.

Tentang kekekalan, Yesaya 29 dan Daniel 12 mencatat bahwa kebangkitan yang kekal (dan juga penghukuman yang kekal) memang ada.

Tentang Surga pun, di Ibrani 12:22 dituliskan tentang gambaran kota Surgawi, Yerusalem Surgawi yang disediakan oleh Allah bagi kita orang-orang percaya. Disanalah kita akan memuji Tuhan siang dan malam bersama orang-orang kudus dan malaikat-malaikat.

Ayat 40 mencatat kata kesempurnaan, yang bermakna saat kita dibangkitkan dan bersama-sama dengan Kristus (dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari).

Kebangkitan kekal juga telah terjadi saat Yesus bangkit (Matius 27:53), dimana orang-orang kudus bangkit dan masuk ke kota kudus. 1 Tesalonika 4:17 juga mencatat bahwa orang-orang yang masih hidup, akan diangkat bersama orang-orang kudus yang dibangkitkan. Melalui Firman Tuhan hari ini, marilah kita terus menjaga kesalehan dan iman kita walaupun saat ini hal-hal yang baik belum datang. Ingatlah bahwa ada hal baik yang jauh lebih dari apapun di dunia ini, yaitu kehidupan yang kekal bersama Tuhan kita Yesus Kristus di Surga.