Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 8:37-47

Ringkasan Khotbah

Kita pada dasarnya adalah umat yang mengenal Allah. JI Packer membedakan antara mengenal Allah (memiliki hubungan pribadi dengan Allah) dengan mengetahui tentang Allah (terbatas memperoleh pengetahuan tentang Allah). John Stott berkata bahwa kekristenan adalah hubungan pribadi dengan Kristus. Umat yang mengenal Allah adalah sekelompok orang yang memiliki relasi dengan Allah. Dalam perikop Alkitab hari ini, Yesus berbicara dengan sekelompok orang yang percaya kepada Tuhan Yesus (Yoh 8:31) dan mereka mengklaim diri sebagai keturunan Abraham. Apakah dengan percaya kepada Kristus dan status keturunan biologis Abraham bisa disebut umat yang mengenal Allah? Ternyata tidak. Menyatakan diri percaya kepada Yesus tidak langsung berarti kita adalah umat Allah. Kebaikan nenek moyang kita tidak bisa mengklaim kita sebagai umat Allah. Umat yang mengenal Allah bukanlah mereka yang mengklaim percaya kepada Yesus, bukan juga mereka yang kristen secara keturunan.

 

Siapakah yg disebut umat yg mengenal Allah?

1. Mereka yg mengenal Tuhan Yesus secara pribadi. Mereka yang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus. Kita juga perlu menuntun anak-anak kita untuk mengenal Kristus secara pribadi.

2. Yang berpegang pada Firman Tuhan atau kepada perkataan Yesus (Yoh 8:31-32).
Jikalau kita tetap berpegang pada pengajaran Kristus dan menuruti Firman-Nya maka kita akan jadi umat yang mengenal Allah. Yohanes menulis dalam 1 Yoh 2:3-4 bahwa yang menuruti perintah-perintah Kristuslah yang mengenal Dia. Di Indonesia banyak pendeta yang kelihatan hebat tetapi sayang sekali apa yang mereka sampaikan tidak sesuai dengan ajaran Yesus. Seberapa hebatnya kitapun bila tidak berpegang dan menuruti Firman-Nya maka kita tidaklah mengenal Allah.

3. Yang saling mengasihi satu dengan yang lain di dalam Yesus
Dalam ayat 42 dikatakan bahwa mereka yang mengenal Allah akan mengasihi Yesus. Yohanes juga menulis dalam 1 Yoh 4:7-8 bahwa kita dilahirkan terlebih dahulu dari Allah. Kita yang sebenarnya tidak punya kehendak untuk lahir baru, dilahirbarukan oleh Roh Kudus. Dan tanda bahwa kita sudah lahir baru adalah kita mengasihi Tuhan dan saling mengasihi.

4. Mereka yang percaya dan mendukung misi Allah
Dalam ayat 42 Yesus berkata bahwa Dia datang diutus oleh Allah Bapa. Misi Bapa dijalankan dengan mengutus Yesus ke dunia ini. Dalam injil Yohanes berkali-kali pengutusan itu ditegaskan (contohnya Yoh 20:21). Misi Allah adalah Yesus mengutus kita untuk menginjili semua suku bangsa.

Poin 1 sampai 3 seringkali ditekankan di banyak gereja, tapi poin 4 seringkali dilupakan. Yohanes pasal 17 berisi doa Tuhan Yesus. Bila kita mengasihi Yesus dan adalah umat yang mengenal Allah maka kita perlu membaca doa ini dan menjadikannya sebagai doa kita juga. Ayat 20-23 dijelaskan bahwa kita menjadi umat Allah supaya dunia tahu Allah Bapa yang mengutus Kristus. Biarlah kita bisa menjadi umat yang sungguh-sungguh mengenal Allah.