Pengkhotbah

Perikop
Yesaya 56:1-8

Ringkasan Khotbah

Kitab Yesaya mulai dari pasal 56 disebut bagian apokaliptik, yang berbicara mengenai masa depan. Bagian ini memiliki makna ganda, yaitu rencana Tuhan untuk masa depan yang jangka pendek dan jangka panjang yaitu masa akhir jaman.

Ayat 1b tertulis bahwa Tuhan akan memberikan keselamatan dan keadilan kepada umat-Nya. Makna jangka pendek yaitu bagi orang Israel yang baru saja kembali dari pembuangan. Orang Israel kalah perang, Yerusalem yang megah dihancurkan, banyak orang-orang yang dibunuh dan sisanya dibuang. Dan waktu mereka kembali sudah 70 tahun Yerusalem tanpa pemerintahan, jadi kondisinya pun tidak enak dan banyak bahaya. Terhadap kondisi seperti inilah Tuhan memberikan janji bahwa Tuhan akan menyelamatkan dan memberikan keadilan kepada umat-Nya. Tuhan bukan hanya akan mengembalikan mereka ke Yerusalem tapi juga memberikan kepulihan.

Makna jangka panjangnya tertulis dalam ayat 8 yaitu selain Tuhan menghimpunkan orang-orang Israel yang terbuang itu Tuhan akan menambahkan lagi orang-orang. Inilah yang sesuai tema hari ini disebut umat Tuhan yang baru. Ada 2 jenis orang yang Tuhan tambahkan, yaitu orang asing dan orang kebiri (ayat 3-7). Orang asing adalah (non-Yahudi) menurut Ulangan 23:3 seharusnya tidak diterima. Dan ada juga kebencian orang Israel karena dulu mereka tidak menolong orang-orang Israel waktu keluar dari Mesir. Tapi justru Tuhan mau menerima mereka. Orang kebiri maksudnya sida-sida, yaitu pejabat kerajaan dari bangsa lain, yang dikebiri supaya tidak punya keturunan dan tidak punya ambisi untuk memberontak. Orang kebiri adalah perwakilan orang yang cacat. Imamat 21:17-21 mencatat bahwa keturunan imam Harun yang ditetapkan untuk melayani Tuhan ada perkecualian yaitu orang yang tubuhnya cacat tidak boleh melayani sebagai imam. Berarti Tuhan sekarang mau menerima dan menjamin orang-orang cacat untuk sama-sama melayani.

Rencana Tuhan agung dan melampaui batasan-batasan manusia. Seringkali kita membuat batasan terhadap orang-orang yang berbeda suku, status ekonomi, pendidikan, dll. Tapi Tuhan mau menerima semua orang baik orang asing maupun orang kebiri. Inilah yang dijadikan dasar pengharapan bagi orang-orang Israel. Marilah kita juga menjadikan ayat ini untuk menjadi dasar pengharapan kita. Adakah di antara kita yang menghadapi masalah yang sulit, seperti orang-orang Israel dalam pembuangan? Biarlah ayat ini menjadi dasar kita untuk berharap kepada Tuhan.

Ciri umat Tuhan adalah melakukan perintah Tuhan. Tuhan mau umat-Nya menaati hukum dan menegakkan keadilan, maksudnya apa yang Tuhan mau itulah yang kita lakukan (ayat 1a). Di perikop ini ada 3 kali Tuhan memberikan perintah :
–    Ayat 2: memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
–    Ayat 4: memelihara hari-hari Sabat-Ku dan memilih apa yang Kukehendaki dan berpegang kepada perjanjian-Ku.
–    Ayat 6: memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan berpegang kepada perjanjian-Ku.

Salah satu ciri khas Alkitab adalah mengulang-ulang hal yang penting. Memelihara hari Sabat diulang sampai 3 kali. Keluaran 31:17 menegaskan bahwa memelihara hari Sabat ini adalah tanda dari perjanjian Tuhan dengan umat-Nya. Dalam Keluaran 19:5,8 Allah berjanji melindungi dan memelihara umat-Nya sebagai harta kesayangan-Nya, dan umat-Nya berjanji melakukan segala perintah Tuhan. Dan tanda dari perjanjian ini adalah memelihara hari Sabat.

Manusia seringkali mengingkari janji, tapi Tuhan tidak pernah ingkar janji. Orang-orang Israel di tanah pembuangan hidup di antara orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan dan menghina kepercayaan kepada Tuhan. Jadi tanda paling jelas dari komunitas orang-orang yang percaya dan setia kepada Tuhan adalah dengan memelihara hari Sabat. Kita sebagai orang Kristen harus menempatkan ibadah hari minggu sebagai prioritas utama hidup kita, berarti kita harus mengatur hidup kita untuk bisa beribadah hari minggu. Umat Tuhan baru adalah umat yang setia memegang janji Tuhan dan setia percaya kepada Tuhan, wujudnya adalah memelihara ibadah hari Minggu.

Orang yang melakukan perintah Tuhan sering kali diejek dan dicemooh. Janganlah kita putus asa, karena ada janji Tuhan dari ayat 2, yaitu berbahagialah orang yang melakukan perintah Tuhan. Kata berbahagia ini sama dengan yang tertulis di Mazmur 1, Matius 5, dalam bahasa asli mempunyai arti diberkati. “Happy” dan “blessed” mirip tapi berbeda. “Happy” sama seperti kata “happen”, kalau ada peristiwa yang baik terjadi baru kita senang sedangkan “blessed” berarti tanpa ada kejadian yang baik, walaupun belum terjadi sesuai harapan kita tetap kita berbahagia. Memang seringkali yang Tuhan sediakan beda dengan yang kita harapkan.

Ayat 5 Tuhan menyediakan nama bagi orang kebiri. Orang kebiri sebenarnya mengharapkan punya anak, tapi kalau mereka mau melakukan perintah Tuhan, nama mereka akan dicantumkan dalam monumen rumah Tuhan. Orang ingin punya anak supaya ada orang yang mengingat mereka di generasi-generasi mendatang, tapi Tuhan memberikan yang lebih baik lagi yaitu Tuhan mengingat nama mereka.

Ayat 7 orang asing dilarang masuk ke bait Allah, tapi bagi mereka yang taat kepada Tuhan, Tuhan sendiri yang akan membawa mereka ke gunung Tuhan. Itulah sebenarnya yang paling kita butuhkan. Umat Tuhan adalah umat yang berbahagia karena mendapatkan sukacita langsung dari Tuhan.

(JW/01/11)