Ringkasan Khotbah

Setelah kita percaya kepada Tuhan, Dia menghendaki kita tidak berhenti dalam perjalanan iman kita. Tuhan ingin kita terus menerus menguji kesalehan, kemurnian hati masing-masing. Fokus kita yang salah misalkan ketika kita hanya fokus/berjuang kepada hal-hal duniawi (kebahagian dunia, karir, ekonomi, dll). Kita tidak salah untuk mengejar hal-hal duniawi, tetapi itu bukanlah tujuan utama kita. Sama seperti kita makan untuk hidup, bukanlah hidup untuk makan.
Jemaat Korintus adalah jemaat yang memiliki gairah rohani yang luar biasa, kehausan akan Roh, tetapi kehidupan moral mereka sangat duniawi. Kondisi jemaat Korintus berbeda sekali dengan Maz 139:13 dan Maz 26:2, yang mencatat bahwa Daud memiliki kerinduan yang dalam, semakin rindu untuk menjadikan Allah sasaran utama dalam hidupnya. Paulus mengatakan kepada jemaat Korintus untuk menguji diri, menguji kesalehan dan kemurnian hati dengan tujuan:
❶. Adanya guru-guru palsu dan ajaran sesat (2 Kor 11), sehingga timbul permasalahan antara Rasul Kristus dan gereja/jemaat. Para guru palsu tersebut mengkomersialkan Injil untuk kepentingan sendiri. Sebagian orang di Korintus meragukan keabsahan kerasulan Paulus. Jemaat Korintus meminta bukti (dalam bahasa Yunani dokimen) bahwa Paulus benar seorang Rasul Kristus. Paulus memberikan bukti yaitu pekerjaannya yang hanya berfokus didalam Kristus (2 Kor 12:12). Dalam hal ini juga Paulus menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang keras tetapi untuk membangun bukan meruntuhkan (2 Kor 13:10).
❷. Supaya jemaat semakin cinta kepada kebenaran/aletheia (2 Kor 6-8). Kata aletheia berarti kebenaran yang nyata/mutlak (bukan dongeng), yang disertai dengan bukti-bukti yang dapat diterima. John Calvin mengatakan bahwa ketika iman kita mengalami kemajuan, maka kebenaran Allah juga bertambah dan menuntun hidup kita semakin serupa dengan Kristus. Kita perlu belajar kebenaran (Firman Allah), dengan cara membaca Alkitab secara rutin, teratur dan membiarkan kebenaran itu mempengaruhi pikiran, prinsip hidup agar kita tidak dibelokan oleh ajaran-ajaran duniawi.
❸. Supaya jemaat semakin sempurna (ayat 9). Kata sempurna dalam bahasa aslinya Katartisis, memiliki makna erat bersatu (1 Kor 1:10), orang-orang kudus (Ef 4:12), memimpin, peka terhadapan kebutuhan rohani sesama (Gal 6:1).
Sama seperti jemaat Korintus, kita juga perlu menguji, menyelidiki apakah cinta utama kita adalah kepada Tuhan? Kata “ujilah” disini memiliki arti “tegak dalam iman, tetap memiliki dasar keselamatan kepada karya Kristus”. Kata “selidikilah/dokimazete” memiliki arti menguji untuk mengetahui keaslian sesuatu. Kata selidiki disini juga digunakan untuk menguji logam-logam mulia, dimana setelah diuji dan lolos, logam tersebut akan diterima oleh siapapun juga. Kata selidiki di atas memiliki arti yang lebih dalam dari kata menguji.
Kemurnian hati bukanlah tuntutan manusia, melainkan tuntutan Allah sendiri (Maz 73:1). Kemurnian dan kesalehan hidup kita perlu diuji terus menerus sampai kita berhadapan dengan Tuhan. Hendaklah kerinduan kita kepada Tuhan terus menerus meningkat dari hari ke hari.