Posted by Yanes Dewangga

Yitro datang mengantarkan istri dan kedua anak Musa (18:1-6). Sebagai menantu, Musa sangat menghargai dan menghormati kunjungan mertuanya (18:7). Musa sebagai pemimpin bangsa Israel, menceritakan segala tindakan TUHAN bagi bangsa Israel dan bangsa Mesir (18:8). Setelah mendengarkan cerita itu, Yitro, yang adalah imam orang Midian, bersukacita memuji TUHAN, mengakui kebesaran-Nya dan mempersembahkan korban bagi TUHAN Allah Israel (18:9-12). Bagaimana cara Musa bersaksi sehingga Yitro pun memuliakan TUHAN Allah Israel ?

Musa bersaksi dengan sikap penuh hormat. Sebelum bersaksi Musa menyambut Yitro dengan penuh hormat kemudian menanyakan kabar (18:7). Bersaksilah dengan penuh hormat dan bukan bersikap menggurui sesama. Jangan bersikap lebih tahu dan tidak menghormati orang lain. Jika kita rindu keluarga kita mau percaya TUHAN, kita harus lebih dulu bersikap hormat kepada mereka.

Tokoh utama dalam isi kesaksian Musa adalah TUHAN, apa yang dilakukan TUHAN untuk orang Israel dan kepada orang Mesir. Orang Kristen sulit memberikan kesaksian karena cara pandang yang keliru. Cara pandang positif berbeda dengan cara pandang rohani. Cara pandang rohani atau dengan iman adalah memandang bahwa dibalik setiap peristiwa ada TUHAN yang baik. TUHAN memberikan dan memakai segala sesuatu untuk memelihara kehidupan kita. Milikilah cara pandang rohani supaya kita bisa menceritakan perbuatan dan kebaikan TUHAN kepada semua orang.

Musa dengan rendah hati menerima nasihat dari Yitro. Sebagai pemimpin, Musa bertugas mengadili perkara bangsa Israel dari pagi sampai petang, sehingga baik Musa maupun bangsa Israel menjadi lelah. Pengajaran tentang ketetapan dan keputusan Allah haruslah dilakukan Musa dengan bantuan orang lain. Musa mendengarkan saran Yitro dan mengangkat para pemimpin atau wakil-wakil menurut suku, kaum, keluarga dan orang per orang. Hal ini berarti bahwa kepemimpinan dimulai dari lingkup masyarakat yang paling besar sampai pada keluarga inti. Dan semua kepala keluarga adalah pemimpin yang harus meneruskan ketetapan TUHAN kepada anggota keluarganya. Demikian juga dalam kehidupan jemaat, setiap orang perlu terlibat dalam satu pelayanan sebagai tanda turut menanggung bersama. Pelayanan akan terasa terlalu berat jika dikerjakan seorang diri, sehingga sebaiknya mencari rekan yang mau dan bisa mengerjakan pelayanan itu.

Orang orang yang dapat membantu pelayanan Musa harus memiliki karakter tertentu, yaitu cakap dan takut akan TUHAN, dapat dipercaya dan benci suap (18:21). Supaya dapat mempertahankan integritas sebagai orang pilihan, orang kristen harus bergabung dengan komunitas yang mau berjuang mempertahankan kebaikan yang sudah TUHAN berikan. Terlibat dalam kelompok kecil (misalnya PA=Pendalaman Alkitab) untuk berdiskusi, share dan berdoa merupakan penerapan dari prinsip turut menanggung bersama, yang menghasilkan win-win solution (18:23).

(FW/06/04)