Pengkhotbah

Perikop
Yesaya 30:18-26

Ringkasan Khotbah

Tuhankulah Gembalaku adalah merupakan iman orang percaya. Bila Tuhan yang menjadi Gembala, kita tidak pernah berjalan sendiri, Ia senantiasa menyertai umat kepunyaanNya (Imanuel). Anugerah Tuhanlah yang selalu menopang pelayanan anak-anak Tuhan yang telah berkomitmen.

Ada 2 aspek kebiasaan kehidupan kita sebagai domba-dombaNya:

  1. Ingin hidup otonom (bebas/tidak mau terikat). Prinsip otonomi sebagai ungkapan dari Imanuel Kant “Bertindaklah sedemikian rupa di mana kehendak dari dirimu sendirilah yang menentukan tindakan tersebut”. Sebagai orang Kristen tidak mungkin kita hidup dari ungkapan tersebut. Kita harus taat akan Firman Tuhan yang telah diajarkan. Gembala telah memberi prinsip untuk disiplin mengikuti titah-titahNya. Tanggapan orang Kristen tidak ada orang percaya yang berjalan benar tanpa bimbingan Sang Gembala. Tuhan memakai berbagai cara untuk mendisiplin kita (Ulangan 32:11-12), Ia terus melatih kita domba-dombaNya untuk belajar supaya kita semakin lama semakin dewasa.
  2. Ingin menjadi sama dengan pihak yang lain (1 Samuel 8:4-5, Yehezkiel 34:16). Sebagai domba dombaNya kita perlu mohon hikmat dari Tuhan dan Ia akan membimbing serta membalut dan menyembuhkan luka-luka kita karena Ia begitu memperhatikan kita. Tahun 2013 bisa kita lalui karena ada Gembala yang setia memimpin perjalanan hidup kita.

Bagaimana kita belajar hidup sebagai domba dombaNya?

Ayat 15. Sikap orang percaya dengan bertobat dan tinggal diam menunggu pertolonganNya karena dengan tetap tenang dan percaya terletak kekuatan kita. Ayat 18. Pertobatan dan percaya, hidup bergantung kepadaNya. Dalam memasuki tahun 2014 kita melangkah dan memandang kepadaNya Gembala Agung yang akan menuntun dan memberikan hikmat kepada kita. Ayat 19, 21: Janji Gembala. Janji Tuhan kepada umat kepunyaanNya, ‘engkau tidak akan menangis Tuhan akan mengasihani engkau apabila engkau berseru’. Ia mendengar setiap teriakan kita dan Ia akan menjawab (Yohanes 10:14), perlu ada komunikasi. Inilah keistimewaan orang Kristen, Tuhan sudah menyatakan diri kepada kita, apakah kita mau mendengar suaraNya? Tuhan menanti-nantikan kita untuk kita mendengar suaraNya. Ayat 20. Ia tidak akan menyembunyikan diri lagi, Ia hadir sebagai Pengajar. Dari mulutNya akan menetes makanan jasmani terlebih rohani bagi umatNya. Berserahlah untuk dijamu oleh Gembala kita setiap saat berilah hati ini menjadi tahta bagi Dia yang menyajikan makanan rohani untuk kita.

Buah pengenalan kita akan Tuhan:

  • Ayat 22: menganggap najis patung patung. Berkat pertama yang diterima adalah berkat rohani setelah itu berkat jasmani mengikutinya (Matius 6:33) hubungan yang baik dengan Gembala terlebih dulu.
  • Ayat 23: Hasil pertanian diberkati.
  • Ayat 23-24: Hasil peternakan diberkati.
  • Ayat 25: Penghakiman terakhir.

Ia menjamin kemenangan bagi umatNya dan menghukum setiap musuhNya. Sang Gembala mau mengarahkan kita domba-dombaNya sampai kepada kekekalan. Sediakan hati untuk dibimbing di tahun yang baru dan hidup di bawah kedaulatanNya dan Ia akan setia menjaga dan menopang kita.