Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 2:1-12

Ringkasan Khotbah

Dalam pesta di Kana, ibu Yesus, Yesus, dan murid-murid-Nya diundang dan datang ke pesta perkawinan itu. Kenapa begitu lengkap: ada ibu Yesus, Yesus, dan murid-murid? Karena keluarga yang baru menikah ini memiiki relasi yang indah dengan orang-orang sekitar, termasuk dengan ibu Yesus, Yesus, dan murid-murid-Nya sehingga mereka diundang.

Sama seperti dalam kehidupan kita, orang dapat menandai kehidupan kita kalau Tuhan Yesus ada di tengah keluarga kita. Malu kalau kita berkata kita memiliki Yesus tapi sulit memiliki hubungan yang intim dan indah dengan orang lain. Hubungan dengan Yesus tercermin dari hubungan vertikal dan horizontal. Undanglah Yesus untuk tinggal di dalam kehidupan kita, misalnya waktu kita bangun pagi, kita renungan, berdoa, dan menaikkan puji-pujian. Jangan sampai, misalnya, waktu kita ada acara pernikahan, kita sibuk catering dan kostum dan sebagainya sampai kita lupa undang Tuhan.

Bukti Tuhan Yesus ada di keluarga kita bukan hanya bicara soal kelimpahan. Dalam kehidupan kita ada terlalu banyak dan semakin banyak godaan, tantangan, dan pergumulan. Seperti hanya dengan pesta di Kana, ada tantangan kekurangan anggur, dimana kehadiran anggur di pesta adalah suatu tanda khusus. Jangan promosi bahwa kalau ikut Yesus kita tidak akan kekurangan, akan sukacita terus, hutang otomatis lunas. Tidak. Ikut Yesus ada tantangan, ada pergumulan.

Ibu Yesus berbicara kepada pelayan-pelayan yang ada, bukan kepada kedua belah pihak yang melaksanakan pesta itu. Ayat 5 mengatakan, “apa yang dikatakan kepadamu buatlah itu.” Apakah kita masih setia taat sampai saat ini? Sampai kapan pun Tuhan izinkan kita hidup di dunia ini, mari kita taat terus. Mungkin impian dan harapan kita bertentangan dengan realita tapi Tuhan minta kita taat. Iman menjawab segala tantangan yang kita alami. “Isilah tempayan itu penuh dengan air” tetapi pelayan-pelayan itu tidak tahu untuk apa diisi. Kadang-kadang kita berpikir apa artinya kita taat, kelihatannya ini konyol, tidak membuahkan hasil. Tapi taat saja. Mengikuti Yesus saja. Allah menghendaki kita taat dan Dia punya rencana indah untuk kita.

Ayat 11 mengatakan “hal itu dibuat Yesus di Kana”. Perhatikan istilah “dibuat Yesus”. Mula-mula Yesus membuat mujizat di tengah keluarga di Kana. Ketika kita hidup mengasihi dekat dengan Tuhan, Allah punya rencana berbuat perkara-perkara luar biasa untuk kita. Dan ini harus kita taati. Firman Tuhan kepada Abraham “pergilah keluar dari negerimu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa besar.” Allah mau membuat keluarga kita besar tapi si jahat ingin menghancurkan keluarga Kristen, iblis mau menghancurkan persekutuan rumah tangga supaya kita tidak diberkati.

Bukti Yesus hadir di keluarga kita: Ia mau melakukan perkara yang besar. Ayat 10 mengatakan, “akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai saat ini.” Perhatikan istilah ‘menyimpan’ anggur yang baik. Bukan menyimpan, tapi Yesus telah berbuat mujizat. Orang yang benar taat setia, perbendaharaan rohaninya akan menyimpan hal yang baik, bukan hanya anggur berkat jasmani materi tapi sebuah kehidupan, yang menurut orang lain, “kalau tidak ada orang ini kita merasa kehilangan”. Orang-orang yang diubahkan akan mengalami pembaharuan dan perbendaharaannya akan menyimpan hal-hal yang baik. Jangan sampai orang berkata “kalau orang ini ada, kita semakin mengalami pergumulan.”

Kekurangan bisa berubah menjadi kelimpahan. Air berubah jadi anggur. Angin ribut diredakan. Yang mati pun Dia sanggup membangkitkan. Apalagi semua masalah kita. Kadang-kadang kehadiran-Nya tidak membawa sesuatu yang menyenangkan karena kita anggap pujian penyembahan hanya rutinitas dan formalitas. Undang Dia lagi, jangan malu. Tuhan Yesus sangat senang, rindu hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Undang Dia, panggil Dia.