Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 15:22-27

Ringkasan Khotbah

Keluaran 15:22-23 menjelaskan babak kedua perjalanan bangsa Israel ke padang gurun Syur dimana mereka berjalan sepanjang hari, kehausan dan setelah 3 hari baru menemukan tempat air. Tetapi airnya tidak dapat diminum karena pahit rasanya. Kedua ayat ini berbicara mengenai tuntunan Roh Kudus. Musa memimpin bangsa Israel berdasarkan Firman Tuhan. Kisah yang serupa terdapat dalam Perjanjian Baru saat Roh Kudus membawa Tuhan Yesus ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis (Matius 4:1). Mengapa Roh Kudus memimpin Yesus ke padang gurun? Inilah kenyataan perjalanan hidup yang sedang kita hadapi, perjalanan bangsa Israel menggambarkan perjalanan kehidupan iman kita sebagai orang percaya. Kita sudah dilepaskan dari perbudakan dosa tetapi belum masuk ke surga. Kita masih hidup di dunia ini seperti bangsa Israel berada di padang gurun yang tandus. Bila kita mengalami kegagalan, kesulitan hidup yang tidak habisnya, itu wajar. Untuk bisa mendapatkan kekuatan, kita harus tetap berharap pertolongan dan belas kasihan Tuhan.

Keluaran 15:24: Bangsa Israel melakukan hal yang buruk, mereka bersungut-sungut. Keluaran 15:25: Musa sebaliknya berseru-seru kepada Tuhan dengan doa yang diucapkan berkali-kali dan sungguh-sungguh mengeluarkan suara. Tuhan menjawab doa Musa sehingga air yang pahit menjadi manis. Musa mengalami mujizat bahkan menjadi saluran berkat bagi bangsa Israel. Kedua ayat ini berbicara kepada kita agar mulai awal tahun ini jangan kita isi dengan sungutan tetapi selalu berseru berulangkali, berdoa dengan bersuara. Bila sesama kita mengalami kesulitan, kita boleh pakai kesempatan ini dengan berseru-seru kepada Tuhan sehingga kita boleh menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Keluaran 15:26 bisa dibagi menjadi 3 bagian: (1) Perintah Tuhan. Kita harus memasang telinga mendengar suara Tuhan dan mengikuti perintah Tuhan. Ingat hukum yang ke-4 yaitu “Ingatlah dan kuduskan hari Sabat”. Mari di tahun ini kita mengambil komitmen untuk rajin beribadah setiap hari Minggu. (2) Janji Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan yang memulihkan. Ia yang menyembuhkan segala penyakit kita, luka hati kita, kehidupan kita seluruhnya. Untuk itu kita perlu lagi memohon akan penyertaan dan senantiasa mengucap syukur atas kebaikan Tuhan. (3) Mujizat kesembuhan (perhatikan ayat 25). Mujizat Tuhan melibatkan manusia dan benda jadi tidak dilakukan secara langsung. Musa melemparkan kayu itu ke dalam air. Pola ini juga bisa kita lihat dalam Perjanjian Baru dimana Tuhan Yesus melakukan mujizat untuk pertama kalinya yaitu air menjadi anggur. Di situ ada pelayan dan buyung.

Keluaran 15:27: Bangsa Israel menemukan 12 mata air dan banyak pohon korma. Elim menjadi tempat peristirahatan yang nyaman dan sangat indah bagi bangsa Israel karena mereka terus taat mengikuti Musa yang memimpin mereka berdasarkan Firman Tuhan.

Sebagai orang-orang percaya dalam mengikuti Tuhan, janganlah putus asa kalau masalah datang. Kita butuh ketekunan, perjuangan dan pengorbanan. Melalui proses demi proses, kita akan menemukan kedamaian, kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan kita di tahun 2010 ini.

(SU/01/10)

Kata Kunci: Bangsa Israel, Padang Gurun, Mengikut Tuhan