Ringkasan Khotbah

Dalam tema hari ini, kita perlu tahu penekanan dari kata “tetap(Yun=Prosmeno) yang berarti melekat pada/bersatu dengan nada keintiman. Ini dimaksudkan kepada orang-orang Kristen yang telah melekat dan memiliki relasi yang baik dengan Injil kasih karunia yang telah diperdengarkan kepada mereka. Dalam menghadapi masalah, mereka tidak mudah terganggu dan dapat terus bertahan dalam kasih karunia. Dalam ay. 38-39, Paulus dengan lantang berkhotbah menyampaikan kabar baik serta nasihat, antara lain:

  1. Waspadalah (ay. 40), Paulus mengingatkan kepada mereka tentang natur agama, karena melalui pengajaran Taurat mereka diajarkan bagaimana mencapai surga. Kata waspada ditulis dalam 4 kata: ❶ Nepho: penguasaan diri, menahan/menjaga diri; tidak mabuk. (1 Ptr. 1:18). ❷ Phulasso: menjaga, mengawal, menuruti. ❸ Prosecho: memperhatikan dengan baik-baik (Mat. 7:15; 16:6), hal ini disampaikan Yesus kepada orang-orang Farisi. ❹ Blepho, menekankan tentang cara pandang terhadap setiap hal. Dalam segala sesuatu, kita harus mengutamakan cara pandang Allah. Seluruh arti tersebut dimaksudkan untuk membawa kita mengenal kehendak Allah yang sebenarnya. Ay. 41 ini dikutip dari Hab. 1:5 tentang kehancuran bangsa Yahudi oleh orang Kasdim karena mereka menolak Firman Tuhan. Tercengang dalam ayat ini berarti pucat karena malu dan takut. Melalui Firman-Nya, Allah terus-menerus memberikan kesempatan untuk menghindarkan diri dari penghukuman Allah, dengan memiliki kerajinan serta kesungguhan rohani, dan hati yang berkobar bagi Kristus. Alasan kita harus waspada adalah (a) Murka Allah bagi yang tidak percaya; (b) Perlawanan dari orang-orang yang tidak beriman (ay. 46). Dalam ay. 45, muncul orang-orang yang iri hati dan menghujat kebenaran. Kata “iri hati(Yun=Zeos), artinya berapi-api/mendidih. Hati yang penuh iri hati adalah hati yang tidak dikendalikan oleh Tuhan, maka kewaspadaan sangat erat hubungannya dengan keseriusan terhadap kebenaran Firman Tuhan yang kita dengarkan.
  2. Tekun mendengar Firman Allah (ay. 44), hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar Firman Allah. Alkitab adalah apa yang meyakinkan manusia tentang dosa dan memimpin mereka kepada Kristus; sumber iman dan dasar kita percaya kepada Kristus. Seluruh Alkitab mengajarkan tentang Kristus. Inilah puncak mengapa kita disebut orang Kristen dan alasan kita beribadah kepada Tuhan. Kerinduan untuk mendengar Firman Tuhan menjaga keteguhan iman. Berita yang menghibur dan membangun datangnya dari Allah, perkataan dalam Alkitab mampu menghibur hati yang lemah. Jemaat di Antiokhia ini semakin bertumbuh karena mereka telah mendengar Injil dan meyakini perbuatan Allah dalam kehidupan mereka. Allah memelihara umat-Nya dengan memberikan Firman kepada mereka. Kita perlu berpaling kepada Allah sendiri untuk mempelajari apa yang paling kita butuhkan dalam hidup kita. Reformator gereja berkata “Iman kepercayaan kita tidak akan berguna jika tidak mengubah hati kita, mengendalikan perilaku kita, dan mengubah kita menjadi ciptaan baru.” Dikatakan dalam ay. 44, “mendengar” (Yun=Akouo/akar kata akustik). Secara kiasan mendengar suara Allah yang mendorong lahirnya iman (Rm. 10:17).
  3. Bergembiralah dan memuliakan Firman Tuhan (ay. 48), pengampunan dosa berlaku bagi siapapun. C.S. Lewis berkata, “kehidupan rohani yang sejati dalam hati orang percaya merupakan sebuah bibit kerohanian sorgawi, dan Allah mempersiapkan kita menuju sorga melalui suatu bentuk penyesuaian diri dengan hal tersebut”. Kata “ditentukan” (Yun=Tasso), biasanya digunakan dalam bahasa militer kuno untuk mengatur, menertibkan di tempat/posisi tertentu, seperti para prajurit konsisten di tempat yang telah ditentukan.

Marilah kita sungguh hidup dalam kasih karunia yang dianugrahkan-Nya kepada kita seperti tertulis, “kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar”. (Flp. 2:12)