Pengkhotbah

Perikop
2 Yohanes 1:1-11

Ringkasan Khotbah

Yohanes dianggap sebagai penatua karena dikenal sebagai seorang rasul dan berumur lanjut. Kitab 2 Yohanes ini ditulis tahun 85-95 M. Ditulis dari penatua kepada ibu yang terpilih. Ada 2 penafsiran tentang ibu yang terpilih ini.

  1. Ibu yang dianggap sebagai pemimpin yang rohani di Asia kecil, saleh, ramah, dan menerima siapa pun yang datang dalam nama Kristus dalam rumahnya. Jadi rumahnya sering disinggahi oleh para pekabar Injil. Dia juga disebut guru Injil. Dan orang-orang di sekitarnya hidup dalam kebenaran.
  2. Ibu dianggap sebagai gereja. Karena gereja itu adalah tempat mengasuh membimbing orang dalam kebenaran. Kita bisa bersatu di sini dari latar belakang yang berbeda-beda karena ada kuasa Tuhan yang mempersatukan.

Kitab ini hanya 13 ayat, tetapi 4 ayat berbicara mengenai kebenaran.

Di dalam Perjanjian Lama, kata kebenaran ini dipakai untuk menyatakan tidak bersalah. Sedangkan di dalam Perjanjian Baru, kebenaran ini diartikan sebagai kebenaran etika, dengan melakukan kehendak Allah. Tetapi Yohanes tidak hanya membahas masalah etika, tetapi suatu hubungan yang benar di hadapan Allah. Jadi adalah penting bagi orang percaya untuk memberikan respon kepada panggilah Allah. Allah sendiri yang berinisiatif menyatakan kebenarannya dan mendekati manusia yang berdosa. Mengapa ini penting bagi gereja? Karena inilah dasar melangkah, mengiring Tuhan. Pada Yohanes 14:6 Yesus berkata bahwa Dia adalah kebenaran, bukan pengajar kebenaran. Ini adalah prinsip dasar iman kita kepada Yesus. Tokoh-tokoh agama mengajarkan hal-hal baik. Tetapi Yesus bukan hanya pengajar, tapi Dia sendiri adalah kebenaran.

  1. Kebenaran ini menyertai kita selama-lamanya. Aletheia adalah kata asli kebenaran. Kebenaran yang bersifat intelektul, konsep yang dapat dipahami dengan akal budi. Dalam filsafat, makna Aletheia ini bermakna sungguh-sungguh nyata, dalam arti mutlak.
    Kekristenan bukan sesuatu yang bersifat dongeng, bayang-bayang atau angan-angan. Tetapi keKristenan itu nyata. KeKristenan itu dapat dilihat dan dibaca oleh banyak orang. Orang-orang melalui kita bisa melihat kebenaran Allah melalui kita. Pengenalan kita akan kebenaran terus mengarahkan kita kepada kehendak Allah.
  2. Kebenaran itu membangun kasih (4-5)
    Kebenaran itu membagun kesucian. Dalam keKristenan kita diajak untuk jadi seperti Kristus. Kalau kita sudah mengenal kebenaran, marilah kita menghidupinya dan menyatakan kasih dalam kehidupan kita. Hendaklah kedua dimensi ini , kebenaran dan kasih, ada dalam kehidupan orang Kristen.
    Kebenaran tanpa kasih akan mendatangkan penghukuman (dari Allah) atau kebencian (dari manusia). Kasih tanpa kebenaran akan mendatangkan ketidak adilan. Kebenaran harus disertai dengan kasih.
  3. Kebenaran membela kita dari penyesatan (7-11)
    Yohanes berbicara seperti ini bukan karena ada ancaman kehilangan, tapi supaya mereka benar-benar waspada terhadap orang-orang seperti itu. Supaya jemaat memikirkan dengan serius keselamatan yang diterima dari Allah. Marilah kita menguji tiap-tiap roh. Jangan biarkan dia terus menggoda menipu kita sampai kepada maut.
  4. Alasan untuk tetap tinggal dalam kebenaran (9)

Ada 2 karakter yang diajarkan:

  1. Orang yang keluar dari kebenaran tidak memiliki Allah.
    Kekristenan itu berpusat pada Allah. Orang Kristen harus bertemu dan belajar tentang kebenaran dalam Kristus. Percaya Kristus tapi tidak mau beribadah tiap minggu , itu omong kosong.
  2. Orang yang tetap dalam kebenaran ia memiliki Bapa mupun Anak.
    Jaminan keselamatan seseorang ditentukan bagaimana dia mau percaya kepada Kristus. Jika dia sudah percaya, berarti dia sudah menjadi milik Allah dan Kristus.

Mari kita berajalan dalam kebenaran ini sepanjang tahun 2014 ini.