Pengkhotbah

Perikop
Lukas 21:7-19

Ringkasan Khotbah

Alkitab melaporkan Yesus berkali-kali menampakkan diri kepada murid-murid setelah bangkit. Hal ini tak dapat dibantah. Kalau Yesus sudah bangkit dari kematian, sebagai murid kita tidak boleh takut. Tapi meskipun kita memiliki Allah yang Maha Kuasa, tapi faktanya kita tidak bisa lepas dari penderitaan. Dan ini adalah sisi penting dalam mengikut Yesus. Ada pertanyaan yang perlu kita renungkan dan jawab mengenai penderitaan. Apakah saya ini: ① Subjek atau objek penderitaan sesama; ② Penghibur setia atau penghibur sialan bagi sesama yang menderita? (Ayub 16:2); ③ Tipe orang yang bertahan dalam penderitaan atau yang cepat pasrah.

Menjelang Yesus ditangkap, informasi yang disampaikan kepada murid-murid adalah informasi penderitaan. Secara normal seseorang akan memberikan nasehat atau membagi warisan. Tetapi Yesus berkata agar murid-murid bertahan dalam penderitaan. Mengiring Tuhan disertai dengan sukacita, tapi di sebelahnya ada penderitaan. Maka dalam mengiring Tuhan sukacita dan penderitaan adalah silih berganti. Dan baik kaya atau menderita harus tetap waspada. Karena tantangan dan godaan akan terus menghampiri kita. Iman kepada Kristus tidak akan menghilangkan penderitaan. Malah iman itu yang akan mendatangkan penderitaan.

Richard Wurmbrand begitu keras menyatakan tak ada kecocokan antara komunis dan ke-Kristenan. Dia dan istrinya ditangkap, dimasukan dalam penjara 14 tahun. 3 tahun terakhir dimasukkan ke ruang isolasi. Tahun 1964 dia keluar oleh tebusan teman-temannya. Dalam kesaksiannya dia berkata penderitaan ini membuat dia makin mencintai Kristus. Meskipun penderitaan begitu hebat, dia mampu bertahan.

Kalau kita melihat secara umum, ada 2 jenis penderitaan: ① Penderitaan umum (ay. 9-11): dialami semura orang contohnya peristiwa alam, peperangan, penyakit; ② Penderitaan khusus (ay. 12,16,17): hanya dialami orang percaya:  ditangkap dan dianiaya (ayat 12), diserahkan ke rumah ibadat dan penjara, diserahkan oleh orang tua, saudara, keluarga  dan sahabat, beberapa dibunuh, bahkan dibenci oleh semua orang. Orang Kristen sejati pasti akan dimusuhi dunia. Selama kita mengutamakan Tuhan siaplah untuk dibenci.

Kita melewati penderitaan bersama Kristus dan bagi Kristus. Bersama Kristus berarti penderitaan itu ditanggung di dalam kekuatan kuasa Kristus. Bagi Kristus berarti penderitaan itu menguji ketaatan kita kepada Kristus. Kita tidak boleh malu. Penderitaan membuktikan kesetiaan kita pada panggilan kita.

John Stott berkata: di dalam dunia yang penuh penderitaan ini  bagaimana mungkin seseorang dapat menyembah tuhan yang tidak pernah turut merasakan penderitaan kita. Yesus yang kita sembah, dia meninggalkan semua otoritas, masuk dalam dunia kita, darah dan daging , airmata dan kematian dan ia menderita untuk kita.

Orang Kristen tak dapat dipisahkan dari Salib. Kita diingatkan bahwa Yesus, Tuhan dan Imam besar kita, turut menderita dengan kita. Dalam dunia kepemimpinan, seorang pemimpin harus berada di depan pada saat menghadapi penderitaan dan paling belakang pada saat menyelamatkan diri. Contoh: Paulus. Maka kita harus jadi murid sejati yang tidak boleh mundur dari penderitaan. Yesus berkata, ① Melalui penderitaan itu kesempatan untuk bersaksi (ayat 13), hal ini dilakukan oleh Daniel dan kawan-kawannya di Babilonia. Kedaulatan Allah memelihara umatNya. ② Jangan memikirkan dahulu pembelaanmu (ayat14), kecenderungan manusia adalah membela diri, dibela, atau bahkan melemparkan kepada orang lain.  Tuhan akan  memberikan hikmat. Contoh: Petrus dan Yohanes dalam Kis 8:4-42; ③ Janganlah mengkhawatirkan pemeliharan Tuhan (ayat 18): Dalam Kis. 27 Paulus diterjang badai di laut tapi dipelihara oleh Tuhan. Ini bukan bicara tentang hidup jasmani, tapi bahwa meskipun menderita di dunia, akan menerima hidup sesungguhnya di sorga kelak. Siapa yang tetap bertahan akan memperoleh hidup (ayat 19).

Mari kita masing-masing mengoreksi hidup kita. Dalam penderitaan jangan putus asa, jangan hilang pengharapan. Kita harus bertahan karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang turut merasakan penderitaan kita.