Ringkasan Khotbah

Apa yang bisa kita pegang paling kuat atau paling lama? Apakah pasangan hidup, warisan, prestasi, kekuasaan, harta, ataupun teknologi? Semua hal ini tidaklah menjamin kita bisa tetap kuat atau teguh. Dalam surat 2 Timotius pasal 3 di ayat 14, Paulus mengingatkan Timotius agar berpegang teguh pada ajaran yang sudah ia terima. Dan jangan mengikuti orang-orang di ayat 13, yaitu yang jahat, menyesatkan dan disesatkan. (Dalam konteks pasal 3 ada kelompok orang-orang yang hanya mau mencari apa yang mereka sukai saja dan berpaling dari kebenaran yang sejati.) Demikian juga kita harus memegang, melanjutkan, tetap tinggal, tetap di dalam, kebenaran yang telah kita pelajari dan yakini.

Alasan Timotius harus berpegang pada kebenaran: ❶ Karakter orang-orang yang mengajar kebenaran (ayat 14-15). Yaitu neneknya, ibunya yang telah mengajarkan firman Tuhan supaya ia tetap teguh dan tidak menyimpang ataupun tertarik kepada arus dunia. Kehidupan Timotius dikelilingi oleh orang yang takut Tuhan dan mengajarkan kebenaran firman kepada Timotius sejak kecil dan menjadi contoh baginya. Inilah yang menjadi landasan bagi Timotius untuk mengenal firman Tuhan. ❷ Tanda kekudusan ilahi dalam alkitab (ayat 15a). ❸ Kekuatan alkitab untuk menyelamatkan orang berdosa (ayat 15b). Kitab Suci disini adalah heiros grammata atau Perjanjian Lama yang memiliki kekuatan untuk memberi hikmat yang mengarah pada keselamatan. Perjanjian Lama pun punya kekuatan dan potensi yang tidak dapat diremehkan karena terdapat gambaran tentang Tuhan, dosa, nubuatan akan Kristus dan karya keselamatannya yang dapat juga menuntun orang kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus. ❹ Alkitab membawa kita kepada Kristus (ayat 15c). ❺ Kitab suci diilhamkan Allah (ayat 16). Baik PL dan PB ditulis oleh para rasul, nabi, dan orang-orang yang dituntun oleh Allah (dalam bahasa aslinya Allah menafaskan firman-Nya menjadi tulisan) sehingga tidak saling bertentangan, yang cukup memperlengkapi kita untuk melakukan segala perbuatan baik. ❻ Alkitab pasti bermanfaat (menguntungkan) (ayat 16-17). Alkitab bermanfaat untuk mengajar dalam 3 hal: menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik di dalam kebenaran. Dan memperlengkapi kita untuk melakukan pekerjaan baik. Mzm 119:99,100,104 : firman Allah menegur kita akan dosa dan kesalahan kita agar kita berbalik kepada Allah. Mendidik : melatih secara terus menerus supaya mengerti dan menguasai Firman Tuhan, yakni menjalani dan mengalami Firman Tuhan itu bersama Tuhan. Tentu kita perlu tunduk pada setiap firman Tuhan itu seperti halnya dalam 2 Taw 34, Yosua berkomitmen mengikut Tuhan ataupun Nehemia yang memimpin pertobatan bangsa Israel.

Mari kita tetap berpegang pada firman Tuhan yang telah kita terima dan yakini dalam kondisi apapun dan jangan pernah puas dengan segala ritual ibadah saja melainkan melalui pendalaman dan pembelajaran Firman Tuhan. Rasul Paulus berkata latihan badani terbatas adanya, tetapi latihan rohani / kesalehan itu menguntungkan untuk mencapai keselamatan. Maukah kita sungguh-sungguh memberi waktu dan keperdulian untuk diperlengkapi, bukan hanya saat event gereja yang besar seperti Natal dan Paskah tetapi dalam kehidupan sehari kita, kita mau bertemu Tuhan di dalam renungan pribadi, devosi keluarga, pertemuan ibadah, berdoa untuk orang yang belum mengenal Tuhan. Apapun kondisi kita tidaklah menjadi ukuran. Mari kita jalani di tiap-tiap hari dalam setiap waktu kita terus mencari santapan rohani dan peduli pada kesalehan hidup / kesehatan rohani daripada pemenuhan kebutuhan jasmani ataupun pujian dan apresiasi dari orang lain. Mari kita juga siap untuk ditegur, diperbaiki dan diperlengkapi melalui Firman Tuhan dan kiranya inilah yang menjadi kepuasan kita seumur hidup kita.