Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 3:13-21

Ringkasan Khotbah

Natal memiliki arti Terang yang sesungguhnya datang ke dunia (Yohanes 1:9). Dalam perayaan natal, makin lama terang itu makin terkikis dan fokus nya makin bergeser kepada kesenangan manusia belaka. Seharusnya kita semakin mengarahkan diri kita kepada Terang itu dan merayakan sukacita kedatanganNya. Biarlah di natal tahun ini kita lebih merenungkan karya ajaib kedatangan Yesus itu, dan sejauh mana kita sudah mengasihi Yesus.

Terang yang sesungguhnya itu harus datang karena dunia sudah sebegitu gelapnya. Alkitab mencatat kegelapan-kegelapan dalam berbagai zaman yang terulang di zaman natal dan juga di zaman ini. Di zaman Adam dan Hawa, manusia mengabaikan Firman Tuhan (Kejadian 3:6), begitu juga tokoh-tokoh agama di zaman natal (Matius 3:7), dan orang kristen zaman sekarang yang cenderung mengabaikan saat teduh, PA, ibadah, persekutuan doa, dan kegiatan-kegiatan rohani lainnya. Pada zaman Kain, iri hati Kain kepada Habel yang setia membawa persembahan terbaik akhirnya mengakibatkannya membunuh Habel, sama seperti Herodes yang cemburu akan kelahiran Raja baru sehingga ia membunuh anak-anak di Betlehem. Iri hati ternyata bisa membuat orang membunuh. Zaman sekarang muncul iri hati kepada orang yang lebih rohani, atau cemburu akan jabatan gerejawi. Pada zaman Nuh (Kejadian 6:11-12), orang-orang hidupnya sudah rusak, tidak lagi menurut standar Allah. Pada zaman natal, Yesus datang kepada milikNya, tapi milikNya tidak menerimaNya (Yohanes 1:11). Zaman sekarang, orang kristen yang tidak bertumbuh hidup makin jauh dari kekudusan, tidak suka mendengar kotbah mengenai dosa, hanya suka dengar kotbah mengenai berkat-berkat. Pada zaman Salomo, (1 Raj 11:1), ia berdosa dalam hubungan sosial dengan kawin campur. Pada zaman natal, orang-orang tidak bermurah hati sehingga tidak ada yang memberi tempat Yusuf dan Maria menginap di Betlehem. Zaman sekarang orang-orang kesepian, hingga sabtu minggu cari teman dan jalan-jalan karena menganggap kepuasan hidup bisa diperoleh lewat hubungan sosial.

Selain masalah situasi kehidupan manusia, di dalam Alkitab dicatat bahwa kegelapan juga terkait dengan dosa (Efesus 5:8-13, 1Yohanes 1:6), dosa spesifik seperti kebencian (1Yohanes 2:11), keadaan dikuasai oleh setan (Efesus 6:12), ketidaktahuan/kebodohan rohani (Efesus 4:18), jalan yang salah/berbahaya (Mazmur 35:6, Amsal 4:19), dsb. Tapi ternyata manusia lebih menyukai kegelapan (ay 19). Sedangkan terang adalah lambang dari hal-hal seperti  kehadiran Tuhan (Matius 4:16, Yohanes 1:7-9), perbuatan baik (Matius 6:22), panggilan pelayanan (Kisah Para Rasul 13:47), dan sebutan bagi anak-anak Tuhan (Efesus 5:8).

Apa arti terang bagi kita?

  1. Terang yang sesungguhnya telah turun dari sorga (ay 13). Dari antara agama-agama di dunia hanya Yesus yang jelas-jelas berkata bahwa Ia datang dari sorga. Karena itulah kita bisa yakin akan kata-kata Yesus. Yesus pasti bisa membawa kita ke sorga. Yesus datang kepada umat kepunyaanNya supaya umatnya bisa memiliki pola hidup sorgawi. Gereja perlu memiliki sifat-sifat kehidupan sorgawi dan memantulkan terang dari sorga itu. Dalam pribadi Yesus kita melihat Tuhan sekaligus manusia yangg sejati, karena itu Dialah yang bisa menjadi teladan bagi kita,
  2. Terang memberikan kekekalan kepada kita (ay 14-15). Ketika orang-orang Israel berdosa dan Tuhan mengirim ular tedung, Musa menaikkan ular di atas tiang agar yg melihat diselamatkan (Bilangan 21:4-9). Ini melambangkan Yesus yang disalibkan, agar yang percaya pada Yesus tidak binasa dan beroleh hidup kekal, Pandanglah pada karya keselamatan yang telah dikerjakan oleh Yesus.
  3. Terang memberi identitas (ay 16). Kasih Allah mengakibatkan Ia mencari orang yang berdosa. Allah mencari manusia yang berespon. Banyak orang kristen tidak mengawali dari sini, mereka hanya bersikap yang penting jadi kristen tapi tidak sungguh-sungguh berespon kepada kasih Allah.  Yesus memberikan karakter khusus kepada orang-orang kristen yaitu mengasihi, karena kita telah hidup karena kasih. Kasih ditumbuhkan dari Allah untuk menjadi ciri khas umatnya. Kita hidup dari kasih Kristus karena itu kita harus saling mengasihi.
  4. Terang mengubahkan kebiasan (ay 20-21). Yang berbuat jahat membenci dan tidak mau datang kepada terang agar perbuatan-perbuatan jahatnya tidak kelihatan. Perbuatan gelap apapun tersorot di mata Tuhan. Mari kita membuka semua sisi kehidupan kita, agar diterangi Tuhan dan diubahkan. Kita membutuhkan terang yang sejati itu, mari kita buka hati kita untuk menerima terang itu.