Posted by Yanes Dewangga

Terang dari Sorga dinyanyikan seorang hamba Tuhan, Zakharia yang hidup benar di hadapan Tuhan di tengah zaman yang bobrok dan juga bertanggung jawab di dalam keluarga sebagai pemimpin rohani (Luk 1:6). Zakharia adalah imam dari rombongan Abia (Luk 1:5), yang merupakan kelompok imam keturunan Harun yang melayani di zaman Daud. Ia juga seorang yang penuh Roh Kudus ( ay. 67). Mereka dikaruniakan anak Yohanes Pembaptis yang akan mempersiapkan jalan bagi Tuhan (ay. 76), yang mana sudah dinubuatkan pada Yesaya 40:3-4. Yohanes pembaptis menyerukan pertobatan, agar orang-orang dibaptis (Lukas 3:3-6). Inilah rancangan Allah yang konsisten memakai garis keturunan imam Harun dan raja Daud bagi umat pilihan-Nya dalam mempersiapkan jalan bagi kelahiran Kristus yang membawa kabar kelepasan bagi umat-Nya yaitu keselamatan berdasarkan pengampunan dosa.

Kenapa harus Terang dari Sorga? Sebab kegelapan di dunia tidak dapat diatasi dengan terang dunia. Dalam ayat 78, kata Surya pagi : anatole (yun), atau Terang dari timur (Matius 2:2,9), artinya sama seperti matahari yang terbit dari timur, ia tidak dapat dihalangi oleh apapun, demikian Kristus yang datang untuk menerangi kegelapan dunia dan hati manusia. Sama seperti pada Yer 23:5 dan Zak 3:8 ada tunas, yang dapat menerobos keluar tanpa bisa dihalangi. Bahkan Herodes yang berkuasa tidak sanggung menghalangi kelahiran Kristus. Tidak peduli seberapa gelapnya hati kita, terang dari sorga itu datang memberi sukacita dan pengharapan. Menurut John Calvin, Kristus adalah satu-satunya sumber dari segala pernyataan dan satu-satunya terang kebenaran. Itulah sebabnya banyak orang menyesali akan dosanya karena hatinya telah diterangi oleh Kristus.

Terang dari sorga itu : 1) Membawa kelepasan (ay. 68, 71, 74). Karena manusia sudah terkungkung dan terikat pada dosa maka satu-satunya yang bisa melepaskan adalah Yesus, sang Terang dari Sorga. Kata lain dari kelepasan adalah tebusan <lytron> (Matius 20:28), artinya seperti tebusan untuk budak agar bisa hidup merdeka. Orang berdosa seharusnya menanggung hukuman atas dosa, namun kita ditebus oleh Yesus dan diperdamaikan dengan Allah Bapa. Jurang pemisah antara kita dan Allah Bapa ditiadakan dengan Kristus sebagai perantara (Ef 1:7, Kol 1:13-14). 2) Menumbuhkan tanduk keselamatan (ay. 69). Dikutip dari Mazmur 132:17. Tanduk biasanya menggambarkan kekuatan, hanya orang berkuasa dan kuat lah yang dapat menolong orang yang tidak berdaya. Manusia berdosa tidak berdaya menolong diri sendiri, kedatangan Kristus memberikan jalan keluar kepada keselamatan. Secara manusia sulit mengerti kekuatan melalui kelahiran seorang bayi. Disinilah kekuatan Allah yang ajaib, ia mengutus Anak-Nya dalam kelemahan tapi memiliki kekuatan untuk membebaskan umat-Nya. 3) Mengingat perjanjian-Nya yang kudus (ay. 72). Perjanjian : diatheke / covenant, yaitu perjanjian dari pihak Allah. Kedatangan Kristus sebagai bukti kesetiaan Allah atas perjanjian-Nya maka kita perlu belajar setia pula kepada Tuhan, mulai dari hal kecil sekalipun.

Dalam anugerah dan hikmat-Nya, Allah memberkati kita dengan kecerdasan dan kerinduan untuk melihat, mendengar, dan mengenalnya (Ravi Zakharias). Ia tidak sekadar datang menebus umat-Nya, tapi mau agar karya-Nya dimengerti. Ia ingin terlibat secara nyata dengan umat-Nya. Akibat kedatangan terang adalah: a) Dapat beribadah kepada Allah tanpa takut (ay. 74). Beribadah (latreuo) artinya melayani, Yesus datang untuk melayani kita agar kita dapat melayani Tuhan dan memancarkan kasih Allah pada orang sekeliling kita. b) Beribadah kepada-Nya dalam kekudusan dan kebenaran seumur hidup (ay. 75). Kudus maksudnya dipisahkan dari dunia dan mempunyai gaya hidup berbeda yaitu yang selalu merindukan persekutuan dengan Tuhan.  c) Untuk menyinari manusia dalam kegelapan dan maut (ay. 79). Yoh 12:46, jangan tinggal dalam kegelapan dunia, tapi tinggallah dalam Kristus sang Terang dari Sorga. Hidup bergaul dengan Kristus dan firman-Nya itulah sumber kekuatan kita dan juga melaluinya kita beroleh pengetahuan (2 Kor 4:6)

Kegelapan karena dosa telah datang sejak dosa masuk ke dalam dunia. Karenanya manusia telah terpisahkan dari Allah. Seluruh kecenderungan hati manusia adalah berbuat dosa semata-mata. Akibatnya kerusakan perilaku dalam segala aspek kehidupan. Hanya Terang dari Sorga lah yang dapat memperbaiki situasi ini dan merupakan jalan satu-satunya. Kita yang merayakan kelahiran Terang dari Sorga, dalam hal apakah dapat kita terapkan? Kiranya Natal tahun ini semakin membawa kita rindu bersekutu dengan Tuhan dalam terang dan kasih-Nya, melayani Tuhan dan menjadi terang bagi sesama.