Ringkasan Khotbah

Titus orang non Yahudi yang menjadi Kristen dan mengikuti rombongan Paulus. Titus diminta oleh paulus untuk melayani di Kreta yang penduduknya terkenal sebagai pembohong, pemalas dan rakus. Di tempat ini juga berkembang ajaran sesat yang mau membelokkan firman Tuhan. Paulus meminta Titus untuk memberikan nasehat bagi kelompok usia berbeda di Jemaat Kreta. Nasihat Paulus kepada Jemaat di Kreta menjadi nasihat bagi kita jemaat saat ini juga: Laki-laki yang tua (ay2): 1) hidup sederhana, 2) terhormat, 3) bijaksana, 4) dan yang terutama harus hidup sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Paulus mempunyai kerinduan agar laki-laki yang berumur tidak mengikuti hidup orang Kreta pada umumnya, tetapi mengikuti Kristus. Perempuan yang tua (ay3): 1) hidup beribadah kepada Tuhan dengan setia dan bersemangat, walaupun kadang-kadang secara fisik kelihatannya kita tidak mampu, 2) jangan menfinah, 3) jangan menjadi hamba anggur, 4) cakap mengajarkan hal-hal yang baik kepada semua orang termasuk kepada perempuan muda juga. Perempuan muda (ay4-5): 1) mengasihi suami dan anak, 2) hidup bijaksana, 3) suci, 4) rajin mengatur rumah tangga, 5) baik hati, dan 6) taat kepada suami. Nasihat untuk perempuan muda lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki dan perempuan tua. Ini menandakan bahwa begitu pentingnya peranan perempuan muda dalam melaksanakan Firman Tuhan sehingga boleh menjadi teladan bagi semua kelompok usia. Kaum muda (ay6): menguasai diri dalam segala hal, termasuk dalam menghadapi kehidupan sehari-hari yaitu pekerjaan, studi dan pergaulan. Saat usia muda ini, banyak situasi yang bisa membuat kita emosi dan tidak bisa menguasai diri, sehingga hal ini perlu dinasihatkan. Pelayan muda (ay7,8): 1) menjadi teladan dalam berbuat baik, 2) jujur, dan 3) sungguh-sungguh dalam pengajaran. Ini dinasihatkan bagi kaum muda yang menjadi pelayan Tuhan. Para hamba (ay9,10): 1) taat kepada tuan dalam segala hal, 2) jangan membantah, 3) jangan curang, serta 4) tulus dan setia. Sebagai pelayan Kristus kita juga hendaknya melaksanakan pelayanan kita dengan meneladani teladan Kristus.

Inilah nasihat-nasihat Paulus dalam peranan kita sebagai anggota keluarga Kristen agar memiliki moralitas Kristen yang Alkitabiah, dalam hubungan suami dan istri, orang tua dan anak, termasuk pemimpin dan pekerja (hamba dan Tuhan) agar kita menjadi Keluarga Kristen yang memuliakan Tuhan. Dasar Teologis dari nasihat-nasihat Paulus (ayat 11-14): kasih karunia Allah yang menyelamatkan manusia sehingga kita bisa menjalankan prinsip-prinsip Firman Tuhan. Teladan yang difirmankan Tuhan ini menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh semua orang Kristen agar Firman Tuhan jangan dihujat orang, tetapi sebaliknya kita boleh menjadi berkat.

Kesimpulan: Bagaimana sehingga kita dapat menjadi Keluarga Kristen yang menjadi teladan, yaitu dengan meneladani Kristus. Dengan meneladani Kristus yang adalah Kepala Gereja, maka:

-Suami dapat mengasihi istri sebagaimana Kristus mengasihi jemaat dan suami dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kepada istri dan anak-anaknya.

-Istri bisa taat kepada suami dan dapat melaksanakan tanggung jawab dalam keluarga seperti Kristus taat kepada Bapa sampai mati dan melakukan kehendak Allah di tengah-tengah dunia.

-Orang muda dapat menguasai dirinya.

-Pelayan Tuhan dapat melayani Tuhan dengan jujur dan sungguh-sungguh dalam pengajaran.

-Para hamba dapat dengan ketaatan dapat melayani tuannya.

Teladan Kristus dalam hubungan salib:

1.Teladan Kristus dalam hubungan dengan Bapa (vertikal): hubungan pribadi antara Kristus dengan Bapa, dalam menyembah Allah dan sebagai hamba dalam ketakutannya kepada Bapa.

2.Teladan Kristus dalam hubungan dengan manusia (horizontal): Kristus mengasihi jemaatNya, memberi pelayanan secara luar biasa, bijaksana, sungguh-sungguh, tulus, jujur, setia dan sederhana.

Kiranya kita sebagai anggota Keluarga Kristen boleh sungguh-sungguh meneledani Kristus, dengan demikian kita akan menjadi Keluarga Kristen yang hidup, memuliakan Tuhan, dan berkelimpahan.

Titus orang non Yahudi yang menjadi Kristen dan mengikuti rombongan Paulus. Titus diminta oleh paulus untuk melayani di Kreta yang penduduknya terkenal sebagai pembohong, pemalas dan rakus. Di tempat ini juga berkembang ajaran sesat yang mau membelokkan firman Tuhan. Paulus meminta Titus untuk memberikan nasehat bagi kelompok usia berbeda di Jemaat Kreta. Nasihat Paulus kepada Jemaat di Kreta menjadi nasihat bagi kita jemaat saat ini juga: Laki-laki yang tua (ay2): 1) hidup sederhana, 2) terhormat, 3) bijaksana, 4) dan yang terutama harus hidup sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. Paulus mempunyai kerinduan agar laki-laki yang berumur tidak mengikuti hidup orang Kreta pada umumnya, tetapi mengikuti Kristus. Perempuan yang tua (ay3): 1) hidup beribadah kepada Tuhan dengan setia dan bersemangat, walaupun kadang-kadang secara fisik kelihatannya kita tidak mampu, 2) jangan menfinah, 3) jangan menjadi hamba anggur, 4) cakap mengajarkan hal-hal yang baik kepada semua orang termasuk kepada perempuan muda juga. Perempuan muda (ay4-5): 1) mengasihi suami dan anak, 2) hidup bijaksana, 3) suci, 4) rajin mengatur rumah tangga, 5) baik hati, dan 6) taat kepada suami. Nasihat untuk perempuan muda lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki dan perempuan tua. Ini menandakan bahwa begitu pentingnya peranan perempuan muda dalam melaksanakan Firman Tuhan sehingga boleh menjadi teladan bagi semua kelompok usia. Kaum muda (ay6): menguasai diri dalam segala hal, termasuk dalam menghadapi kehidupan sehari-hari yaitu pekerjaan, studi dan pergaulan. Saat usia muda ini, banyak situasi yang bisa membuat kita emosi dan tidak bisa menguasai diri, sehingga hal ini perlu dinasihatkan. Pelayan muda (ay7,8): 1) menjadi teladan dalam berbuat baik, 2) jujur, dan 3) sungguh-sungguh dalam pengajaran. Ini dinasihatkan bagi kaum muda yang menjadi pelayan Tuhan. Para hamba (ay9,10): 1) taat kepada tuan dalam segala hal, 2) jangan membantah, 3) jangan curang, serta 4) tulus dan setia. Sebagai pelayan Kristus kita juga hendaknya melaksanakan pelayanan kita dengan meneladani teladan Kristus.

Inilah nasihat-nasihat Paulus dalam peranan kita sebagai anggota keluarga Kristen agar memiliki moralitas Kristen yang Alkitabiah, dalam hubungan suami dan istri, orang tua dan anak, termasuk pemimpin dan pekerja (hamba dan Tuhan) agar kita menjadi Keluarga Kristen yang memuliakan Tuhan. Dasar Teologis dari nasihat-nasihat Paulus (ayat 11-14): kasih karunia Allah yang menyelamatkan manusia sehingga kita bisa menjalankan prinsip-prinsip Firman Tuhan. Teladan yang difirmankan Tuhan ini menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh semua orang Kristen agar Firman Tuhan jangan dihujat orang, tetapi sebaliknya kita boleh menjadi berkat.

Kesimpulan: Bagaimana sehingga kita dapat menjadi Keluarga Kristen yang menjadi teladan, yaitu dengan meneladani Kristus. Dengan meneladani Kristus yang adalah Kepala Gereja, maka:

-Suami dapat mengasihi istri sebagaimana Kristus mengasihi jemaat dan suami dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kepada istri dan anak-anaknya.

-Istri bisa taat kepada suami dan dapat melaksanakan tanggung jawab dalam keluarga seperti Kristus taat kepada Bapa sampai mati dan melakukan kehendak Allah di tengah-tengah dunia.

-Orang muda dapat menguasai dirinya.

-Pelayan Tuhan dapat melayani Tuhan dengan jujur dan sungguh-sungguh dalam pengajaran.

-Para hamba dapat dengan ketaatan dapat melayani tuannya.

Teladan Kristus dalam hubungan salib:

1.Teladan Kristus dalam hubungan dengan Bapa (vertikal): hubungan pribadi antara Kristus dengan Bapa, dalam menyembah Allah dan sebagai hamba dalam ketakutannya kepada Bapa.

2.Teladan Kristus dalam hubungan dengan manusia (horizontal): Kristus mengasihi jemaatNya, memberi pelayanan secara luar biasa, bijaksana, sungguh-sungguh, tulus, jujur, setia dan sederhana.

Kiranya kita sebagai anggota Keluarga Kristen boleh sungguh-sungguh meneledani Kristus, dengan demikian kita akan menjadi Keluarga Kristen yang hidup, memuliakan Tuhan, dan berkelimpahan.