Pengkhotbah

Perikop
Ulangan 30:1-10

Ringkasan Khotbah

Renungan hari ini mengingatkan kita betapa pentingnya tujuan hidup kita. Kepada orang yang hidup dan yang telah dikaruniakan keselamatan, akan dianugerahkan kehidupan kekal. Kita orang-orang percaya adalah manusia yang dibedakan dari orang-orang sekitar kita (Keluaran 33:16). Apa yang Tuhan perbuat sehingga kita berbeda? Yaitu Allah hadir dalam hidup kita, mengintervensi jalan/tujuan hidup kita agar kita hidup dengan kualitas yang berkenan dihadapanNya. Didalam komunitas apapun, kita perlu tampil dengan kualitas rohani yang berbeda.

Tujuan Tuhan mengintervensi hidup kita adalah supaya kita hidup (ayat 6), beruntung (ayat 9), supaya Ia mengangkat kita sebagai umatNya (ayat 13) dan supaya Ia menjadi Allah kita (ayat 13).

Cara yang Allah lakukan agar umatNya hidup seturut kehendakNya: ❶ Tuhan menyunat hati kita (ayat 6). Sunat dalam perjanjian lama adalah tanda perjanjian dengan Allah (Kejadian 17:10-11). Dalam Ulangan 10:16, sunat di sini bukan sunat secara jasmani tetapi sunat hati yang berarti pertobatan hati yang sungguh-sungguh, mengutamakan Allah dalam kehidupan mereka, tidak tegar tengguk. Dalam perjanjian baru, arti sunat hati diubah menjadi baptis (Matius 28:19), yaitu ikrar/tanda perjanjian bahwa kita telah menjadi umat Allah. Dalam perjanjian baru, sunat hati juga berarti penanggalan akan tubuh/sifat yang berdosa (Kolose 2:11), mengalami pembaharuan (Efesus 4:22-24). Tujuan sunat hati juga agar kita mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwa yang diwujudnyatakan dengan ketaatan kepada FirmanNya, menuruti perintahNya (Yohanes 14:15). ❷ Tuhan menjatuhkan sumpah serapah kepada musuhNya (ayat 7). Allah konsisten dengan janjiNya. Kepada umatNya pun, Allah tidak segan-segan mendisiplinkan (Ulangan 28). ❸ Mendengarkan suara Tuhan (ayat 8). Allah menyatakan diriNya, memperdengarkan suaraNya pada waktu yang Ia kehendaki. Allah berFirman kepada umatNya sejak awal manusia diciptakan (Keluaran 1:28). Bahkan setelah manusia jatuh kedalam dosapun, Allah yang pertama memanggil manusia. Mendengar suara Tuhan berarti mendengarkan dengan penuh perhatian dan ketaatan, memberi telinga untuk mau mengerti. Paulus dalam Roma 10:17 menuliskan iman timbul dari pendengaran oleh Firman Kristus.