Pengkhotbah

Perikop
Roma 15:7-13

Ringkasan Khotbah

Di hari terakhir pada bulan pertama 2010 ini, apakah kita sudah mengambil komitmen untuk membaca Alkitab sampai selesai? Untuk hal ini, kita semua tentunya mempunyai tipe yang berbeda dan waktu juga berpengaruh besar akan target kita ini. Bagi yang bersemangat tinggi, kita bisa mengambil target membaca Alkitab yang tinggi, bagi yang bersemangat sederhana bisa mengambil target yang sederhana juga. Bisa dimulai pelan-pelan dari Matius setiap hari satu pasal dan berkomitmen supaya tidak putus di tengah jalan atau berhenti sebelum berkelanjutan.

Bagian firman Tuhan dalam Roma 14 dan 15 sampai pertengahan disimpulkan dalam Roma 15:7 yaitu tentang menerima satu akan yang lain, walaupun lain pandangan, penafsiran, latar belakang dan kebudayaan tetapi semuanya adalah satu dalam Kristus. Tema dalam Roma 15:7-13 dapat dibagi dalam 3 bagian:

1.  Roma 15:7: Dalam berbagai perbedaan dalam hal karakter, suku bangsa, kebudayaan, latar belakang, pendidikan dan lain sebagainya, mengapa kita harus toleransi dengan orang lain? Karena didasarkan pada “Kristus”. Kristus sudah lebih dulu menerima kita, menerima mereka yang lain dan semuanya yang sebenarnya tidak layak diterima tetapi oleh KASIH karunialah kita mendapat bagian. Kalau Kristus saja sudah menerima kita mengapakah kita tidak dapat menerima orang lain lagi? Kristus sebagai kepala dari tubuh sudah menerima tubuh yang penuh dengan perbedaan, maka kita pun sebagai tubuh harus menerima perbedaan ini.

2.  Roma 15:8-9: Kebenaran dan rahmat dari janji Allah. Allah tidak pernah ingkar janji dan tetap setia akan janji-Nya. Sebagaimana Allah berjanji kepada Abraham di Kejadian 12 dan diulang lagi dalam Kejadian 17 yaitu janji untuk memberikan tanah Kanaan. Dan juga janji keselamatan dari Allah yang digenapi lewat kelahiran Tuhan Yesus. Janji Allah bertujuan supaya bangsa-bangsa memuliakan Allah.

3.  Roma 15:13: Mencari kehendak Allah. Orang yang sungguh-sungguh hidup takut akan Tuhan akan selalu mencari kehendak-Nya, sadar bahwa Allahlah Sumber pengharapan, dan di dalam kekuatan Roh Kudus dipakai untuk membawa orang lain untuk memuliakan Allah juga.

Marilah kita belajar untuk menerima perbedaan orang lain agar dapat memuliakan Allah.

(AS/01/10)