Pengkhotbah

Perikop
Markus 15:33-47

Ringkasan Khotbah

Tema renungan hari ini ada di ayat 39, yaitu ungkapan dari kepala pasukan. Kepala pasukan itu punya banyak pasukan sehingga apa yang keluar dari mulutnya dapat dipercaya. Kepala pasukan, yang dalam bahasa asli disebut Centurion ini, membawahi 100 orang infantri. Dan dia orang yang terbukti kuat, dan semua pekerjaannya layak jadi kebenaran. Pada waktu kepala pasukan bilang kepada Pilatus bahwa Yesus sudah mati, maka Pilatus percaya. Jadi ketika kepala pasukan melihat rentetan-rentetan peristiwa sampai Tuhan Yesus mati, keluarlah pengakuan ini.

Bapak gereja Agustinus menuliskan bahwa seluruh hal yang dilakukan Kristus ada dalam keindahan, meski di dalam tantangan yang begitu sulit. Satu-satunya tujuan-Nya adalah supaya kita jangan sampai mengalami penghukuman. Walau Ia mati seperti penjahat berat, tapi kematian yang tragis itu menjadi keselamatan yang kekal. Ini sukacita untuk kita. Banyak orang mati terhormat tapi belum tentu masuk ke keselamatan kekal.  Tapi meskipun Yesus kematiannya tragis, itu layak jadi korban pengampunan dosa untuk kita.

Apa yang menyebabkan kepala pasukan ini mengeluarkan pengakuan ini? ❶ Timbul kegelapan (ayat 33). Ada kegelapan dari jam 12 sampai jam 3. Markus menulis secara kronologis. Jam 9 pagi Yesus sudah disalibkan. Jam 12-15 terjadi kegelapan. Ini kegelapan yang tidak lazim, bukan gerhana. Matahari yang gelap, itu pertanda alam tidak tega melihat Anak Allah yang kudus mengalami penghakiman yang tragis. Tanda kemarahan adalah kegelapan (Yes 5:30). Hari Tuhan adalah hari penghakiman, dan matahari akan gelap gulita sebagai lambang penghukuman (Yoel2:31). Bagi guru palsu telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat (2 Pet 2:17). Maka dapat kita simpulkan, kegelapan adalah lambang bahwa penghukuman sedang terjadi, untuk siapa? a) orang Yahudi yang menuntut menyalibkan Yesus, b) Pilatus dan tentara Romawai yang melakukan eksekusi, c) Yesus Kristus sendiri yang sedang memikul hukuman dosa kita. Yesus mati menjadi pengganti kita (Yesaya 55:3). Yang berbuat dosa kita, tapi yang dihukum Dia. Yesus menanggung semua dosa kita karena Dia sangat mengasihi kita. ❷ Seruan dari mulut Yesus sendiri. A. Eloi, eloi lama sabakhtani (34). Dia berseru kata ini jam 3. Berarti 6 jam setelah disalib. Waktu Yesus ditangkap, para murid lari. Pada waktu murid meninggalkan Dia, Yesus tidak berteriak.  Teriakan jam 3 Ini adalah seruan karena Dia ditinggal oleh Bapa. Hidup yang paling berat, tak berarti, adalah hidup ditinggal oleh Tuhan. Yang menjadi pemisah antara kita dan Allah ialah segala kejahatan kita(Yes 59:2). Kita dapat menghampiri Allah karena Yesus sudah mendapat penghukuman. Kita bersyukur untuk itu. Jika Allah membela Yesus waktu itu, maka tak ada yang akan membela kita. B. Menyerahkan nyawa-Nya (37). Yoh 10:17-18: waktu Yesus menyerahkan nyawa-Nya, Bapa menerima. C. Terbelahnya bait suci (38). Ada 2 tirai Bait Allah pada zaman Herodes: Tirai pertama: memisahkan ruang Mahakudus yang hanya boleh dimasuki Imam Besar pada hari raya pendamaian. Tirai kedua: memisahkan bangunan Bait Allah yang hanya boleh dimasuki orang Yahudi dari pelataran untuk non Yahudi. Tirai yang terbelah itu adalah tirai kedua. Artinya kematian manusia membuka penghalang manusia menghadap Allah.

Yesus memulai karya-Nya dalam usia 30 tahun. Dan 3,5 tahun Dia melayani. Dia masih muda, masih usia produktif. Tuhan menggerakkan Yusuf orang Arimatea sehingga Yesus bisa dikuburkan dengan terhormat. Kuburan pada waktu itu bukan sesuatu yang murah. Tapi dikatakan Yusuf Arimatea memberikan kuburan yang baru. Dengan menguburkan Yesus, nyatalah bahwa Yesus sudah mati.  Jika kita percaya Yesus adalah anak Allah, tanyakanlah apa yang harus kita wujud nyatakan sebagai pengakuan iman kita untuk dapat berguna bagi kerajaan Allah. Penerapan: mari kita mengerjakan pangilan kita untuk karya kerajaan Allah dengan penuh tanggung jawab. Yesus telah menyerahkan diri-Nya. Marilah kita belajar bagaimana mengutamakan Allah dan melayani Allah.