Pengkhotbah

Perikop
Lukas 4:16-33

Ringkasan Khotbah

Mengapa kita perlu memiliki Sukacita Sorga? Sukacita Sorga diperlukan karena banyak hal-hal mustahil di sekitar kita yang telah kita lalui, semua ini bukan karena kekuatan kita melainkan karena adanya campur tangan Tuhan. Hari ini adalah hari Minggu Advent pertama di bulan Desember. Kata Advent dapat berarti “penantian kedatangan Kristus yang kedua kalinya” (bhs. Latin) atau “penantian kelahiran Kristus” (sudah terjadi sebelumnya). Seorang Kristen tidak boleh hanya mengalami Sukacita Sorga pada hari Natal saja tetapi setiap saat di dalam kehidupannya.

Blaise Pascal, seorang jenius matematika dan fisika dari Perancis yang juga punya peran dalam hal teologia, pada waktu bertemu dengan Allah secara pribadi dan bertobat mengalami apa yang dinamakan Sukacita Sorga. Hal ini terungkap 8 tahun setelah kematiannya melalui surat yang ditulisnya dalam sepotong perkamen. Dikatakan di sana bahwa api Allah Abraham, Ishak dan Yakub; bukan karena para filsuf, bukan karena para ahli, kepastian sukacita yang dirasakan di hati membawa damai dan hal itu berasal dari Yesus Kristus. Berbicara tentang Sukacita Sorga, berarti kita sedang mengarahkan hati kepada penguasa Sorga. Tidak ada penguasa Sorga selain Yesus Kristus sendiri (1 Tim 6:14-16).

Waktu kecil Yesus tinggal di Nazaret (Mat 2:22-23). Ketika Yohanes ditangkap, Yesus meninggalkan Nazaret dan menyingkir ke Galilea, diam di Kapernaum, di tepi danau di daerah Zebulon dan Naftali (Mat 4:12-13). Pada saat di Nazaret orang-orang disana meminta Yesus menunjukkan mujizat kepada mereka, dikarenakan mereka ingin menghujat Yesus dan “karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ” (Mat 13:58). Hal ini menjadi sebuah perenungan bahwa banyak mujizat terjadi bukan di kota asal Yesus, melainkan di luar (Mat 4:23). Jangan pernah biarkan Kristus melakukan mujizat kepada orang-orang lain dan bukan dalam diri anda, maka arahkanlah mata hati kita kepada Sukacita Sorga itu agar mujizat dapat terjadi pada dirimu.

“Mesias” dalam bahasa Ibrani adalah Masyiakh artinya “yang diurapi”. Kata “Mesias” dalam bahasa Yunani adalah Khristós berarti “mengurapi”. Jadi nama “Kristus” adalah persamaan “Mesias” sehingga nama Yesus Kristus sungguh berarti “Yesus sang Mesias” atau “Yesus yang diurapi.” Yesus datang kedunia memberitakan Injil; dimana Ia adalah Injil itu sendiri (Markus 1:1) sehingga tidak ada hal-hal yang perlu kita ragukan lagi tentang Injil.

Luk. 4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku”. Kata “PENIA” menggambarkan keadaan seseorang yang tidak mempunyai sesuatu yang berlebihan, tetapi masih cukup. Sedangkan kata “PTOCHEIA” (Mat 5:3) menggambarkan keadaan seseorang yang sama sekali tidak mempunyai apa-apa. Kata miskin menggambarkan sikap orang yang lemah lembut, “Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Luk 4:19 “untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Kata buta => Yer 37:15-16 menjelaskan tentang tawanan, buta secara rohani. Tawanan = prisoner diartikan terbelenggu atau terpenjarakan : a. Ditawan oleh Iblis; b. Ditawan oleh hukum taurat, contohnya orang-orang Yahudi (para ahli Taurat). (Ay. 22) Kata heran/takjub disini menggambarkan protes orang Yahudi terhadap apa yang dilakukan oleh Yesus, ini karena mereka tidak menerima Firman Tuhan dengan benar.

Yoh 9:41 Orang Yahudi sangat tidak memperhitungkan orang miskin, hal ini dilakukan pula oleh para filsuf, mereka tidak memperhitungkan orang miskin. Kristus datang ke dunia memberitakan kabar baik, memberikan pengharapan. (Ay 19) “untuk memberitakan tahun rahmat Allah”.

Inisiatif orang datang kepada Yesus bukan berasal dari dirinya atau dorongan orang lain, melainkan Tuhanlah yang menaruh inisiatif itu di dalam hatinya.

1 Tim 1:15 Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.

  • Yesus ditolak (ay 23-24) => Yesus ditolak dimana Ia sangat dikenal (secara daging)
  • Orang-orang marah (ay 28) => Injil dapat mendatangkan pertentangan, banyak orang yang tidak siap mendengar pengajaran-pengajaran yang keras dari Firman Tuhan sehingga menjadi pertentangan dalam diri orang tersebut.

Kesimpulan:

  1. Kristus adalah sumber sukacita (Yoh 15:11) “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”
  2. Dosa adalah penghalang sukacita. Kristus datang membaharui hidup kita. Bukalah hati dan terimalah sukacita Sorga yang Ia sediakan bagi mereka yang percaya.