Ringkasan Khotbah

Surat 1 Yohanes tidak seperti surat-surat lainnya (2 Yohanes atau 3 Yohanes) dimana tidak dituliskan pengirim dan penerimanya. Di sini Yohanes menulis kepada jemaat yang perlu dibangun kerohaniannya karena pada saat itu banyak pengajaran-pengajaran yang menyesatkan jemaat, bukan dari luar tapi bahkan dari dalam jemaat sendiri.

Pada waktu itu banyak orang menyangkal ke-manusia-an Yesus, tetapi Yohanes menekankan bahwa Yesus adalah 100% Manusia dan 100% Allah. Yohanes sangat tahu dan mengerti Yesus dengan benar, dan pemahaman dan pengenalannya tentang Yesus disaksikan dengan benar. Di sini Yohanes menyampaikan tentang 3 hal:

1.    Wujud pemahaman Allah yang benar. Yohanes menjelaskan bahwa Yesus sudah ada sejak semula. Pada Injil Yohanes 1:1 tertulis “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes memiliki pemahaman dan pengetahuan yang benar tentang Allah. Manusia selalu mencari kekuatan yang lebih besar dari pada dirinya untuk mendapatkan perlindungan sampai menyembah dan mendewakan pohon, batu, benda-benda besar bahkan binatang seperti gajah, monyet, kucing, dsb. Tetapi justru pikiran dan rasio kita harus tunduk kepada Allah Sang Pencipta, bukan kepada ciptaan-Nya. Melalui pemahaman yang benar kepada Allah ada sukacita yang sempurna.

2.    Wujud pengalaman yang benar bersama Allah. Pada abad ke-2 Plato mengajarkan bahwa materi itu jahat jadi dia menyangkal kemanusiaan Yesus dan menolak Yesus sebagai Allah. Yesus adalah manusia 100% dan merasakan sedih, lapar, juga marah. Yesus tahu dan mengerti keadaan kita karena Yesus sudah mengalami sama seperti kita. Ibrani 4:15: “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Marilah kita berseru kepada Tuhan maka Ia akan menjawab kita.

3.    Wujud kesaksian yang benar tentang Allah. Kita perlu menjadi terang, artinya apa yang kita dapat dari pemahaman dan pengalaman yang benar bersama Allah tidak boleh hanya berhenti pada diri kita sendiri tetapi perlu kita saksikan dan bagikan agar dapat menjadi berkat untuk banyak orang lain. Allah peduli kepada kita.

Dengan kita selalui diperbaharui oleh Firman-Nya dan menjadi pelaku Firman Tuhan yang setia maka akan ada sukacita sempurna dalam kehidupan kita karena Firman Tuhan akan terus mengalir dalam diri kita. Karena itu mari jadilah pelaku Firman Tuhan.

(AS/01/11)