Posted by Yanes Dewangga

Kehadiran anak dalam keluarga memang menjadikan suasana sukacita yang sangat besar. Pandangan masyarakat pada masa itu, keluarga yang tidak mempunyai anak adalah keluarga yang tidak benar, tidak dipandang, diremehkan oleh orang-orang disekitarnya. Zakharia dan isterinya Elisabeth hidup benar dimata Tuhan (ay. 6,7), mereka adalah pasangan yang saleh. Meskipun sampai masa tuanya Elisabeth tak kunjung melahirkan seorang ahli waris bagi suaminya, ia tetap percaya penuh kepada Tuhan dan tetap taat ditengah-tengah keadaan yang sulit. Masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh manusia ini sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan. Pada waktu yang tepat, Tuhan berkenan menjawab doa mereka dan mengirim seorang malaikat untuk membawa berita sukacita itu (ay. 13). Sedangkan Maria seorang perawan yang bertunangan dengan Yusuf dari keturunan Daud, melalui malaikat Gabriel yang diutus Tuhan memberitahukan kepadanya bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi.

Tuhan berjanji memberi keturunan kepada Elisabeth seorang putra yang akan membawa sukacita besar dihadapan Tuhan dan manusia (ay. 15-17). Maria dan Elisabeth tetap berpegang pada janji Tuhan, mereka menjaga kekudusan hidup dengan mengikuti kehendak Tuhan sepenuhnya dan percaya sampai janji itu digenapi. Banyak keluarga yang tidak sanggup menghadapi hal seperti keluarga Yusuf dan keluarga Zakharia, rumah tangga Kristen tidak akan kokoh bila hal-hal sepele dipermasalahkan. Rahasia Maria dan Elisabeth, mereka meresponi dan merasakan sukacita karya Allah.

Ay. 19-20, karena ketidakpercayaan menjadikan Zakharia bisu. Buah dari tidak percaya pada mujizat yang bisa dilakukan Tuhan, ia menjadi bisu. Dalam proses menerima janji Tuhan, kita juga dituntut untuk percaya penuh akan janjiNya. Mendapat seorang putra dimasa tua tentu memberi sukacita  yang sangat bagi Zakharia dan Elisabeth. Sesuai dengan perkataan malaikat Gabriel, mereka menamai bayi itu Yohanes. Kelak Tuhan akan memakai Yohanes Pembaptis sebagai pribadi yang mempersiapkan jalan bagi Mesias yang sangat dinanti-nantikan. Zakharia dan Elisabeth menabur benih doa dengan mencucurkan airmata, kini menuai seorang putra dengan sorak-sorai ganda. Karya Allah dinyatakan pada keluarga Zakharia.

Sukacita karya Allah ada ditengah-tengah keluarga bila ada komunikasi yang baik dengan orang tua dan anak, selalu membangun komunikasi dengan Tuhan, jadilah pembawa damai. Saling menopang sehingga ada keseimbangan dalam keluarga, kesepadanan iman suami dan istri. Didalam keluarga harus dibangun mezbah dimana Tuhan bertakhta sebagai kepala jemaat dalam rumah tangga yang ilahi.