Ringkasan Khotbah

Di ayat 1, Lukas menulis bahwa penganiayaan yang hebat terjadi pada Gereja Tuhan. Hal ini Tuhan ijinkan terjadi agar jemaat terdorong untuk semakin berkembang. Tuhan mendorong para murid untuk memberitakan Injil keluar Yerusalem. “Darah para martir telah menjadi benih Gereja”. Kita juga perlu peka, kemana Tuhan mengarahkan kita dan Gereja kita, apakah untuk melayani lebih lagi, menjadi pendoa, memberitakan Injil dan sebagainya. Kata memberitakan, pemberitaan, diberitakan tentang Injil Yesus Kristus ditulis 7 kali dalam perikop ini. Istilah memberitakan artinya menyampaikan kabar baik tentang belas kasih atau Firman Allah. Bukan kata biasa yang diterjemahkan berkhotbah, melainkan menceritakan/mengumumkan kabar baik tentang Keselamatan. Kita sebagai anak-anak Allah, tidak perlu menunggu jadi pendeta/majelis untuk memulai mengabarkan Injil. Kita bisa memulai mengabarkan/menceritakan Injil kepada orang-orang sekeliling kita.
Orang Samaria dahulunya dilanda kebencian terhadap orang Yahudi. Tetapi setelah orang Samaria menerima kesaksian Filipus, di ayat 8 dituliskan “maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu”. Yesus berkata dlm Matius 13:44, orang yang mendengarkan Injil, seperti seorang yang menemukan harta terpendam. Paulus menuliskan bahwa Kerajaan Allah bukan soal harta duniawi, tetapi tentang sukacita karena hubungan kita yang semakin melekat dengan Tuhan. Sukacita besar terjadi dalam Gereja mula-mula karena hal-hal berikut yang bisa kita teladani:
1. Dengan bulat hati (dalam bahasa Yuanani bisa diartikan dengan satu pikiran) menerima Injil Yesus. Penafsir berkata bahwa mereka memiliki pikiran yang sama karena masing-masing menerima Wahyu Firman yang sama. Inilah ciri Gereja di Samaria pada masa itu.
2. Memberi perhatian kepada Firman Tuhan yang diberitakan. Setiap kali mendengar Injil, Gereja mula-mula menyatukan pikiran dan memusatkan perhatian secara pribadi maupun bersama. Kemudian, menerapkannya di dalam diri masing-masing. Intinya, Firman Tuhan selalu mampu membawa kita kepada kehendak Tuhan (2 Tim 3:16).
3. Orang kerasukan setan dan sakit fisik disembuhkan (ayat 7).
Orang yang telah mendengar dan menerima Injil, otomatis tidak dapat dikuasai lagi oleh kuasa gelap.
4. Percaya kepada Injil Yesus Kristus.
Ditengah sukacita di Samaria akan berita Injil, Simon yang hatinya tidak lurus, punya uang hendak membeli Kuasa Tuhan. Hati Simon ditulis seperti empedu, masih dikuasi oleh dosa (ayat 23). Simon disini hanya berubah agama menjadi Kristen dan mengaku percaya tetapi hatinya belum diubahkan oleh Roh Allah, hatinya belum menerima Yesus secara pribadi. Mungkin sering terjadi pada masa kini, orang-orang suka berjual beli dengan Tuhan. Kita tidak bisa membeli karunia Allah dengan uang. Kita masing-masing diberi karunia oleh Tuhan, syukurilah dan pergunakanlah sesuai kehendakNya. Penafsir berkata orang sering kali menganut agama supaya tidak kehilangan pengaruh atau ditinggal oleh orang-orang durhaka. Apalah artinya mengaku Kristen atau mengaku percaya kalau hati kita belum sungguh-sungguh diubah Roh Allah.