Ringkasan Khotbah

Petrus menulis surat ini kepada orang2 kristen yang tersebar di daerah2 yang sekarang adalah wilayah negara Turki. Orang2 kristen dalam perantauan ini mengalami penderitaan besar. Penderitaan ini di ibaratkan sebagai sebuah nyala api siksaan (“fiery trial” = pencobaan yang bertubi-tubi, ESV).

Bagi orang percaya penderitaan memiliki arti sbb:

  1. Penderitaan atau pencobaan merupakah ujian iman bagi orang percaya.
    Pencobaan yang bertubi-tubi atau dalam bahasa Ibrani = peirasmos (baca. pi-ras-mos) = pemurnian hidup.Ujian yang datang dalam kehidupan kita adalah ujian yang datang dengan tiba-tiba dan tidak satu manusiapun yang mengetahui akan datangnya ujian dalam kehidupannya. Dalam Maz 119:71, ”Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.”, melalui ayat tersebut kita dibawa kedalam sebuah pemahaman bahwa proses ujian yang dialami oleh manusia memiliki maksud agar manusia itu sendiri dapat belajar akan maksud dan rencana Allah dalam kehidupannya.
  2. Penderitaan dapat menjadi alat di tangan Tuhan
    Baik itu penderitaan, masalah ataupun sakit penyakit, hal itu dapat menjadi alat bagi Tuhan untuk mendidik kita menjadi manusia yang lebih baik. Dalam kisah tentang seorang buta yang bertemu dengan Tuhan Yesus (Yoh 9:1-41), murid bertanya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”. Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Menjadi sebuah kesimpulan bahwa pekerjaan-pekerjaan Tuhan dinyatakan melalui penderitaan yang dialami oleh seseorang.

Fanny J. Crosby, adalah pengarang lagu yang terkenal dengan lagu ciptaannya ”Blessed Assurance” atau ”Ku Berbahagia (KJ392)”. Karena kesalahan dalam penanganan medis ketika masih kecil Fanny J. Crosby menjadi buta, namun hal ini membuat Fanny J. Crosby menjadi alat perpanjangan tangan Tuhan dan kemuliaan nama Tuhan melalui lagu2 yang telah di ciptakannya.

Cornelia “Corrie” ten Boom adalah seorang Belanda, yang bersama dengan ayah dan anggota keluarga lainnya membantu banyak orang Yahudi melarikan diri dari Holocaust Nazi selama Perang Dunia II. Bukunya yang paling terkenal The Hiding Place berisi tentang cobaan. Pada masa 10 tahun akhir hidupnya, ia banyak menolong orang Yahudi. Pada suatu saat, seorang malaikat datang kepadanya, menyampaikan pesan bahwa di 5 tahun sisa hidupnya dia akan mengalami stroke, dan menawarkan sebuah pilihan apakah dia mau pulang ke rumah Bapa dan tidak mengalami sakit tersebut lagi atau tetap tinggal di dunia untuk mengalami penderitaan. Akhirnya Corrie memilih untuk tetap hidup 5 tahun lagi atas dasar pemberitahuan bahwa kemuliaan Tuhan akan lebih dinyatakan melalui penderitaannya di dunia 5 tahun lagi.

Sebagai kesimpulan, percayakan hidupmu kepada Tuhan meskipun kita berada dalam penderitaan. Tidak ada salahnya kita berdoa supaya Tuhan sembuhkan kita dari sakit-penyakit kita dan memberikan jalan keluar atas masalah yang kita alami, tapi mari kita berdoa juga agar Tuhan menunjukkan hal2 luar biasa yang Tuhan rencanakan melalui penderitaan tersebut. Dalam 1 Petrus 4:13 tertulis ”Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” Meski di saat kita mengalami banyak penderitaan namun kita harus tetap dapat bersukacita. Kesengsaraan yang telah dialami oleh Kristus Yesus telah mengerjakan sesuatu yang luarbiasa untuk rencana Allah yang besar.

2 Kor 4:17, ”Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.”