Pengkhotbah

Perikop
Wahyu 2:12-17

Ringkasan Khotbah

Penekanan tentang bertobat sebenarnya disampaikan Yesus agar jemaat-Nya tetap hidup dalam kebenaran dan kehendak-Nya. Amsal 23:23a berkata: “Belilah kebenaran dan jangan menjualnya”. Memang dunia tidak mempedulikan kebenaran, tetapi kita sebagai orang Kristen harus hidup dalam kebenaran. Kita baru saja memperingati 31 Oktober sebagai Hari Reformasi Gereja. Martin Luther, tokoh reformator gereja, menempelkan 95 dalil yang berisi kebenaran di gerbang Gereja Schloßkirche di Wittenberg pada 31 Oktober 1517. Luther adalah seorang yang sungguh-sungguh mencintai dan berani memperjuangkan kebenaran meski dibenci dan dikucilkan Gereja Katolik. Luther berkata: “Di sini saya berdiri. Saya tidak dapat mengatakan yang lain kecuali kebenaran. Saya tidak akan mundur, kecuali diyakinkan oleh kebenaran.”

Salah satu alasan kita beribadah di gereja adalah agar kita dibentuk oleh kebenaran Firman Tuhan. Firman Tuhan itu jugalah yang disampaikan kepada jemaat Pergamus. Gereja Pergamus adalah gereja yang kuat secara iman. Meski tidak tertulis bahwa pernah dilayani, kemungkinan jemaat Pergamus merupakan buah penginjilan Paulus seperti juga tetangganya Troas (Kisah Para Rasul 16:8,11, 20:5,6). Bagi Paulus sendiri, Pergamus penting karena merupakan sarana untuk menjangkau kota-kota lain. Pergamus merupakan ibukota Propinsi Asia, pusat pemerintahan dimana banyak pejabat Romawi tinggal, dan menjadi pusat penyembahan berhala sehingga disebut takhta iblis (ay. 13). Dimana Allah mendirikan jemaatnya, iblis pun ikut mendirikan takhtanya.

Yesus berkeberatan kepada jemaat Pergamus karena mereka menganut ajaran Bileam, seorang tukang sihir (ay. 14, bandingkan dengan Bilangan 22-24). Karena tidak berhasil mengutuk Israel, Bileam memberikan nasehat jitu kepada Balak agar Israel jatuh, yaitu dengan menyediakan wanita2 supaya bangsa Israel kawin campur dan jauh dari Tuhan. Pergamus memang termasuk kuat dalam iman, tapi mereka masih tergoda oleh nasehat-nasehat atau ajaran-ajaran yang menyesatkan, seperti nasehat-nasehat Bileam. Iblis begitu licik dan kuat sehingga nasehat-nasehat dunia bisa terdengar sangat baik. Pdt. Barnabas Kim mengatakan: “Musuh dari yang paling baik adalah hal yang baik”. Kita jangan mendengarkan nasehat dunia walaupun terdengar baik apabila itu bertentangan dengan Firman Tuhan.

Ada juga jemaat Pergamus yang berpegang kepada ajaran Nikolaus (ay. 15). Ada orang2 yang mengaku sebagai rasul, tetapi palsu (bdgkan ay. 2). Tujuan mereka adalah agar mereka tidak diserang oleh kaum Yahudi. Orang Kristen di Pergamus dibenci, terutama oleh orang Yahudi, dan juga non-Kristen. Pergamus merupakan pusat penyembahan berhala. Jemaat Pergamus sulit menunjukkan iman mereka secara publik, tetapi orang2 yang sungguh2 percaya bisa melakukannya. Antipas adalah salah satu contoh orang Kristen di Pergamus yang mati martir karena iman (ay. 13).

Jemaat Pergamus sudah sungguh-sungguh dalam iman namun Tuhan tetap meminta mereka untuk bertobat (ay. 16), kemungkinan besar karena gereja di Pergamus tidak mendisplinkan orang-orang yang menganut ajaran Bileam dan ajaran Nikolaus. Kita tidak boleh mengkompromikan kebenaran.

Bagaimana kita bergereja? Mari kita meneladani jemaat mula2 dalam Kisah Para Rasul 2:41-47. Ada lima panggilan gereja: koinonia, kerygma, liturgi, diakonia, dan marturia. Jemaat mula2 bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan para rasul (kerygma/pewartaan) dan dalam persekutuan (koinonia, ay. 42). Pengajaran dalam bahasa aslinya disebut didache, sementara kerygma berarti menyampaikan pengajaran tentang Injil. Ibadah menjadi sumber dan pusat hidup beriman, melaluinya setiap anggota menemukan, mengakui dan menyatakan identitas Kristiani mereka. Jemaat juga selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (liturgi, ay. 42). Mereka yang telah menjadi percaya tetap bersatu (koina/koinonia, ay. 44). Membangun persekutuan yang indah di antara sesama anggota jemaat menjadi sebuah kesaksian yang sehat bagi dunia. Mereka membagi-bagikan milik mereka (diakonia, ay. 45). Ada sikap rela berkorban dan empati (Kisah Para Rasul 4:32-37). Mereka disukai oleh semua orang (marturia, ay. 47). Kesaksian marturia berarti ikut serta menjadi saksi Kristus bagi dunia.

Sebagai gereja, gaya hidup orang Kristen harus berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan, tidak boleh berkompromi. Ingat bahwa jemaat Pergamus pun sudah baik, namun tetap ditegur.