Pengkhotbah

Perikop
Ibrani 7:25

Ringkasan Khotbah

Ibadah hari ini mengingatkan kita untuk merenungkan kembali Allah yang telah mati, dikuburkan dan bangkit. Melalui kebangkitan-Nya, menjadi sebuah penegasan buat kita bahwa Dia berkuasa dan Dia telah mengalahkan kuasa dosa, maut dan Iblis. Ibrani 7:25b mengajarkan kita tentang keselamatan. “Menyelamatkan” berarti “menolong/melepaskan seseorang atau sesuatu dari bahaya. “Save”berarti “menghindarkan orang lain dari malapetaka yang mengancamnya dan bahaya yang akan datang”. “Sozo”(bahasa Yunani) berarti “menyelamatkan, tetapi juga menjaga untuk tetap dalam keselamatan.”

Kita diselamatkan dari apa? diselamatkan dari MURKA ALLAH atau kemarahan Allah atas dosa-dosa yang kita lakukan dan kita bawa dari nenek moyang kita. Yohanes 3:36berkata ”Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.“ Barangsiapa tidak percaya, tidak mungkin dia bisa taat, jika dia tidak bisa taat maka murka Allah ada dalam hidupnya. Kita butuh kuasa yang besar untuk menghindarkan kita dari murka Allah itu, hal tersebut tidak dapat kita peroleh dari kekuatan, kemampuan kita dan orang-orang di sekitar kita. Hanya kuasa Allah yang dahsyat yang bisa menyelamatkan kita dari murka Allah.

Dalam ay. 25 dikatakan “Ia sanggup” (HE is Able) berarti “berkuasa untuk melakukan sesuatu”. “Sanggup” berasal dari bahasaYunani “dunamai”, dari sana kita dapatkan kata “dinamit dan dynamic” = kekuatan ledak. Kuasa Allah begitu dasyatnya dan mampu menginvasi kehidupan kita dan masuk ke dalam hidup kita yang berdosa ini untuk menghancurkan dan memutuskan rantai-rantai dosa yang membelenggu kehidupan kita. Dalam Yoh 8:36 menyatakan bahwa saat Allah memerdekakan kita maka kita benar-benar merdeka, menunjukkan bahwa Allah memiliki kemampuan. “Sanggup” juga berarti “kecakapan” atau “seseorang yang tahu apa yang sedang di kerjakannya”. Kita yang berdosa ini perlu datang kepada seorang pribadi yang handal dan cakap untuk mengatasi masalah dosa tersebut, tidak ada pribadi lain yang mampu mengatasinya selain Tuhan Yesus sendiri. Mar 8:36-37 berkata dapatkah hidup kita ditukar dengan seluruh dunia? jawabannya tentulah tidak mungkin, hidup kita sangat berharga. Injil bukan bicara tentang engkau diberkati atau tidak, tetapi berbicara tentang apakah engkau hidup atau mati. Dalam Kej. 5 kita melihat bahwa umur manusia berbeda-beda, bahkan ada yang memiliki umur sangat lama seperti Metusalah (969 tahun), namun ada satu hal yang tidak bisa dihindari bahwa semua orang pasti akan menemui kematian. Tuhan Yesus berkuasa menyelamatkan dengan “sempurna”– (Yun: panteles), artinya keutuhan, kesempurnaan, complete, selesai. MerayakanPaskah berarti kita sedang merayakan Allah yang sedang turun tangan, Allah hadir dalam hidup kita supaya grafik kehidupan kita terus naik dan tidak turun. Paskah harus kita rayakan secara rutin tapi tidak menjadi rutinitas.Kita diselamatkan dengan sempurna dari dosa-dosa kita, dan juga dari kuasa dosa-dosatersebut. Kita di selamatkan-Nya dengan sempurna, sebab DIA hidup senantiasa dan menjadi pengantara kita(Yoh 10:28; Yoh 6:47).Kita memiliki seorang pengantara yang adil (1 Yoh 2:1), Yesus menyelamatkan dengan sempurna, Dia sanggup menyelesaikan segala masalah hidup kita.

Semua imam mati dan pelayanan mereka berakhir, tetapi setelah Yesus mati dan bangkit, pelayanan-Nya dimulai! Dia menjadi pengantara kita dengan BAPA.Siapa yang dimaksud dengan“kita”?Semua orang yang oleh DIA datang kepada Allah. Kematian Yesus di kayu salib adalah jalan keselamatan bagi yang datang dengan iman (Yoh 3:16; Roma 10:9,13). Jika anda menolak Dia, maka anda akan mati dalam dosa anda sendiri (Yoh 8:24; Yoh 3:18,36). “You can be committed to Church but not committed to Christ, but you cannot be committed to Christ and not committed to Church” Joel Osteen.“Banyak orang berkomitmen kepada Gereja tetapi tidak berkomitmen kepada Kristus, sebaliknya kita tidak bisa berkomitmen kepada Kristus jika tidak berkomitmen kepada Gereja. Datang kepada Allah” adalah datang pada Tuhan secara utuh, dengan dedikasi, kemampuan, keberadaan, yang terikat dan berkomitmen kepada Kristus secara pribadi (2 Kor 5:17). Maukah kita mengalami “pembaharuan” batin, roh, jiwa, hati dan pikiran, yang akan mengubah “konsep diri” kita? Mari kita renungkan bahwa Yesus hidup dan Dia sanggup menyelamatkan kita dengan sempurna, Dia yang datang menjadi perantara kita dengan Allah agar keselamatan itu menjadi sempurna.