Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 12: 20-25

Ringkasan Khotbah

Matius mencatat dalam Matius 26:2 waktu Yesus memberitahukan mengenai penyaliban-Nya terakhir kali, Yesus menggunakan kata-kata “Anak Manusia akan disalibkan”. Tapi Yohanes mencatat dengan kata-kata lain (Yohanes 12:23), yaitu “Anak Manusia akan dimuliakan”. Mengapa kematian di atas kayu salib yang begitu sadis disebut kemuliaan? Kemuliaan dalam bahasa Yunani adalah “doksa”, yang artinya dalam bahasa Indonesia “terang”, “sinar”, atau “cahaya”. Ini memiliki arti suatu manifestasi, Allah yang tidak kelihatan dinyatakan. Allah itu siapa, yaitu Allah yang Adil, Allah yang Maha Tahu (Roma 2:6). Dimuliakan melalui salib Yesus. Melalui salib kemuliaan Allah yang Maha Adil dinyatakan. Melalui Salib Yesus, Kebenaran Allah (Roma 3:25), Kasih Allah (Roma 5:8), Karunia Allah (Roma 5:21, 6:23) dinyatakan.

Penyaliban Yesus diumpamakan sebagai satu biji gandum yang ditanam dan berbuah banyak. Melalui salib itu dihasilkan banyak buah. Dalam Injil Yohanes paling banyak dipakai perumpamaan dengan memakai buah (Yohanes 15:7, Yohanes 15:15). Hasil pekerjaan Roh Kudus juga disebut buah roh (Galatia 5:20). Buah sama dengan hasil pelayanan. Yesus berkata, “Akulah pokok, kamu carangnya, tinggallah di dalam-Ku.” Kita hidup tanpa Yesus tidak menghasilkan apa-apa, hanya hidup di dalam Yesuslah kita bisa berbuah.

Tuhan Yesus disalibkan untuk mempersiapkan hidup yang kekal bagi kita (Yohanes 12:25). Hidup yang kekal adalah kita mengenal Yesus sebagai Juruselamat dan mengenal Allah yang benar. Hidup bersama-sama dengan Allah yang Maha Kuasa melalui Kristus. Kita bisa memiliki hidup yang kekal melalui salib Kristus. Satu biji gandum kalau tidak mati tetaplah biji gandum, tapi kalau mati malah tumbuh menjadi pohon dan menghasilkan buah. Banyak misionaris yang dipanggil Tuhan ke tempat-tempat yang jauh, baru melayani sebentar meninggal karena berbagai sebab. Tapi pelayanan mereka tidaklah sia-sia, seringkali menghasilkan buah yang banyak.

Tuhan Yesus mati untuk menebus dosa kita, maka kita pun layak untuk mati bagi saudara-saudara kita yang lain. Paulus berkata, “…bagiku hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan.” Barangsiapa sudah menerima salib Kristus, sudah merasakan damai sejahtera, hidup dalam hidup yang kekal, berubah cara dan prinsip hidup, marilah kita mengikuti teladan Yesus untuk mau berkorban bagi orang lain. Marilah kita pun dipakai sebagai biji gandum, untuk menghasilkan buah banyak.

(JW/10/10)