Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 14:15-26

Ringkasan Khotbah

Hari ini, Gereja seluruh dunia merayakan peringatan Hari Pentakosta, yaitu hari Roh Kudus dicurahkan seperti yang ditulis di Kisah Rasul 2:1-13. Peristiwa pencurahan Roh Kudus ini sangat penting untuk menggenapi apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”. Hal ini digenapi ketika 10 hari setelah Ia naik ke Surga (sama dengan hari ke-50 sejak kebangkitan-Nya).

Berbicara tentang Roh Kudus, ada 2 ekstrim yang sering terjadi yaitu: Pertama, orang yang mendengar Roh Kudus, hatinya tetap dingin dan tidak merespon sama sekali, seolah-olah ia tak butuh pertolongan dan kehadiran Roh Kudus. Kedua, orang yang sedikit mendengar Roh Kudus lalu langsung mengidentikkannya dengan bahasa roh atau mujizat yang dahsyat, dll. Kedua ekstrim ini perlu diluruskan. Kehadiran Roh Kudus dalam diri seseorang mendorongnya untuk mencintai Firman Allah dan kekudusan serta membenci dosa. Hal ini tercermin dari penjelasan tentang pekerjaan Roh Kudus dalam pasal 16. Dalam Kisah Para Rasul, pencurahan Roh Kudus kepada orang percaya tidak selalu identik dengan perwujudan mujizat atau bahasa roh.

Roh Kudus sendiri adalah Oknum ke tiga dari Allah Tritunggal. Alkitab dengan jelas menyebut bahwa Roh Kudus adalah Allah. ① Pencipta: Kejadian 1:2; ② Melahirbarukan (Yohanes 3:5). ③ Ia setara dengan Allah (Kisah Rasul 5:3-4). ④ Setara dengan Allah Bapa dan Allah Anak (2 Korintus 13:13). Dengan keterangan Diri/Pribadi ini, maka Roh Kudus memiliki sifat/atribut: a. Mahahadir (Mazmur 139:7); b. Mahatinggi (Lukas 1:35); c. Mahatahu (1 Korintus 2:10-11); d. Kekal (Ibrani 9:14). Dengan demikian, Roh Kudus adalah sama seperti Allah Bapa dan Yesus Kristus, yaitu sebagai oknum Allah yang memiliki kepribadian sehingga keseluruhan sifat keilahian tinggal tetap dalam pribadi Roh Kudus. Sebagai pribadi, Roh Kudus memiliki “perasaan” untuk mengasihi (Roma 15:30) dan juga memiliki “kemauan” untuk mengerjakan atau melaksanakan segala sesuatu menurut kemauan-Nya (1 Korintus 12:11). Hari ini, kita berbicara tentang Roh Kudus yang Menolong dan Memelihara menurut Yohanes 14:15-26. Teks ini berbicara tentang karya Roh Kudus itu sendiri. Alkitab menulis tentang Pekerjaan Roh Kudus dalam Yohanes 16: ① Menginsafkan dunia terhadap dosa (ay. 8); ② Memimpin ke dalam seluruh kebenaran (ay. 13); ③ Memberitakan hal2 yang akan datang  (ay. 13); ④ Memuliakan Kristus (ay. 14).

Salah satu alasan yang paling kuat tentang kesetaraan Yesus dengan Roh Kudus adalah pekerjaan sebagai Penolong ini. Dalam ayat 16 ini, disebut bahwa Roh Kudus sebagai Penolong. Istilah Penolong dalam Yunani adalah παράκλητος/parakletos. Terjemahan dari parakletos ini: disebut sebagai advokat yang menyatakan keputusan yang tepat karena dekat dengan situasi. Para=di sebelah/di samping. Kaleo= memanggil. Karena itu banyak menerjemahkan kata parakaleo ini dengan: pembela, penasihat, penolong. Pada zaman kuno, seorang paraklete adalah seseorang yang ditugaskan untuk memberikan pertolongan di dalam sidang pengadilan. Karena itu, Roh Kudus paraklete ini memiliki dua aspek. ① Dia adalah sumber penghiburan bagi orang yang terluka, putus asa dan berdukacita. ② Roh Kudus menjadi sumber kekuatan sehingga Dia memperlengkapi kita untuk berani dan semangat berjalan bersama Dia (perhatikan ayat 18).

Bagaimana tanggung jawab orang yang ditolong dan dipelihara Roh Kudus? a. Menuruti segala perintah-Nya (19,23). Minggu lalu, kita sudah merenungkan bahwa jemaat yang kudus itu adalah mereka yang dibangun di atas para rasul dan para nabi. Minggu lalu, kita sudah merenungkan bahwa jemaat yang kudus itu adalah mereka yang dibangun di atas para rasul dan para nabi. Dalam 2 Petrus 1:20-21 menjelaskan bahwa Roh Kudus mendorong/ menggerakkan para Nabi dan para Rasul untuk menulis Firman Tuhan. Karya Roh Kudus ini menegaskan bahwa Allah telah menyediakan Firman bagi umat-Nya. b. Mengasihi Tuhan (21). Cinta sejati akan terwujud dalam bentuk tindakan mengasihi Tuhan. Kasih setiap orang yang mengasihi Tuhan hanya dapat dimanifestasikan melalui ketaatan kepada FirmanNya. Tuhan Yesus mengajar tentang deklarasi/pengakuan yaitu kasih itu membuahkan persekutuan. Ayat 21 ini menegaskan “Jika kamu mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya”. Dalam ayat 16 juga ditegaskan bahwa Roh Kudus akan menyertai umat-Nya. Jadi, kasih membangun persekutuan antara Allah Tritunggal dengan umatNya. Karena itu, jangan ragu-ragu dalam mewujudkan kasih kepada Tuhan. Kerjakanlah dan hiduplah di dalamnya. Allah sendiri akan menolong kita.

Sebagai kesimpulannya, hari Pentakosta menegaskan kemenangan umat Allah karena Yesus sudah naik di sorga, menjamin keselamatan umat-Nya. Ia telah mengutus Roh Kudus untuk menyertai umat-Nya agar dapat hidup untuk memuliakan Tuhan selama di dunia ini. Roh Kudus tinggal di dalam hati orang-orang percaya, bekerja di dalam kita supaya kita mempunyai hati dan hidup benar. Ketika Roh Kudus tinggal di dalam kita, Ia menghendaki orang percaya yang kudus hingga kedatangan Kristus nanti.