Pengkhotbah

Perikop
Roma 8:14-16

Ringkasan Khotbah

Dari surat Roma pasal 8 ayat 1-13 dapat kita lihat dalam Kristus: ①tidak ada penghukuman; ②ada roh baru yang memimpin orang percaya dan; ③orang yang dipimpin roh Allah adalah anak Allah. Ayat 14 merupakan kesimpulan “Semua orang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah”. Dipimpin artinya hidup dengan diarahkan oleh Roh Allah sehingga mempunyai kecenderungan hati dan arah kehidupan yang jelas. Walau kita sering gagal/salah dan banyak kelemahan tetapi yang menggerakkan kehidupan kita adalah hukum Roh (Roh Kudus), maka kita disebut anak Allah. Anak itu mirip Bapa, dikasihi Bapa, dan Bapa memiliki rencana untuk anak, dan Bapa menerima serta mendengar anak-Nya. Ayat 15 mengenai roh perbudakan, orang percaya sudah ada roh tapi mengalami pergumulan. Tetapi Roh Allah ada memampukan kita menjadi anak Allah sehingga kita bisa berseru kepada Bapa.

Fokus hari ini pada ayat 16, yang dalam bahasa aslinya kata pertama yang digunakan adalah autos (sendiri) sehingga ini menjadi penekanan bahwa Roh Kudus sendiri bersaksi bagi kita. Dalam bahasa inggris: confirm/testify yang artinya memastikan, membuktikan, meyakinkan, ataupun mengokohkan. Bagaimana caranya? Dalam alkitab ada beberapa ayat mengenai hal ini. Yoh 7:37-39 tentang panggilan dan janji Tuhan Yesus, barangsiapa percaya dari dalam hatinya akan menerima Roh Kudus seperti aliran air. Roh Kudus bersaksi di dalam bersama roh kita seperti aliran air. Roma 5:5 mengatakan pengharapan kita tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan kepada kita dalam hati oleh Roh Kudus. Contoh paling jelas pada hari Pentakosta, saat Roh Kudus turun para murid menjadi berani bersaksi dan 3000 orang bertobat. Begitu pula dalam sejarah gereja mula-mula dalam tekanan pemimpin agama Yahudi, Yohanes dan Petrus dipersidangkan. Jemaat memohon keberanian untuk memberitakan firman Tuhan dan uluran tangan Tuhan supaya mukjizat Tuhan turun. Saat jemaat Yerusalem berdoa demikian maka mereka dipenuhi Roh Kudus dan walaupun dianiaya tetap bersaksi. Saat Roh Kudus bersaksi maka jemaat diyakinkan dan dikokohkan. Ada istilah lain Roh Kudus bersaksi yaitu Roh Kudus memateraikan/Roh Kudus sebagai jaminan, seperti tertulis pada 2 Kor 1:22, Ef 1:13, Ef 4:30. Jaminan adalah uang muka, dengan adanya Roh Kudus kita mendapat jaminan akan kerajaan Allah. Dan materai oleh darah Yesus tidak dapat dilepaskan. Iblis hanya dapat menggodai. Roh Kudus bersaksi kepada kita sebagai oknum, berbicara, mengingatkan melalui Firman Tuhan/khotbah sehingga pemikiran dan perasaan roh kita seluruhnya digerakkan Roh Kudus.

Bagaimana orang Kristen bisa mendapat keyakinan diselamatkan? Ini adalah hal penting yang membedakan dengan agama lain. Roh Kudus yang bersaksi sehingga kita percaya Tuhan, bertobat, dilayani secara pribadi dan Firman Tuhan menguatkan. Langkah kedua melalui pengalaman pribadi, ada yang diubahkan sehingga semakin semangat dalam membaca Alkitab dan berdoa. Semakin semangat beribadah dan melayani. Ada orang yang saat membaca firman sepertinya firman berbicara kepada dirinya/menggerakkan hatinya. Roh Kudus dapat bersaksi melalui Firman Tuhan, pengalaman pribadi di luar khotbah, masalah yang dialami di tengah-tengah tekanan. Kadang tidak selalu langsung dipenuhi karunia seperti bahasa roh, nubuat dan mukjizat lainnya. Tetapi karunia Roh Kudus adalah mengikuti Roh itu sendiri. Saat benar-benar mengalami Roh Kudus, hal itu tidak dapat dilupakan dan saat menghadapi masalah/tekanan akan ingat perkataan/tuntunan Roh Kudus dan kehidupan sehari-hari merasakan kedekatan dengan Tuhan.

Roh Kudus juga dapat bekerja pada suatu bangsa/negara. Korea Selatan setelah PD ke-2 mengalami kebangunan rohani dan sekarang merupakan negara pengirim misionaris terbanyak ke-2 di dunia. Indonesia pun 3 hari sebelum G30S/PKI di kota Soe terjadi kebangunan rohani yang menjadi permulaan pertumbuhan kekristenan di Indonesia. Yang terpenting adalah bukan hanya mukjizat semata tetapi orang-orang bertobat dan mendapat keyakinan dan kekokohan iman sebagai anak Allah sebagaimana disaksikan Roh Kudus.