Ringkasan Khotbah

“Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah” ayat 33 yang merupakan fokus.

Bagaimana Roh Kudus berkarya ditengah-tengah Gereja:

❶ Para Rasul dilarang menceritakan nama Yesus namun mereka semakin memberitakan bahwa ada satu nama yang punya kuasa besar, lebih besar dari apapun yang ada dimuka bumi ini ayat 1-12, yaitu nama Yesus. Dalam nama-Nya tidak ada yang mustahil. Di dalam nama Yesus, kita akan masuk dalam keselamatan kehidupan kekal di Sorga. Tidak ada seorangpun yang berani menjamin keselamatan sampai ke Sorga selain Tuhan Yesus. Iman kepada Tuhan Yesus akan membuat kita semakin teguh dan kuat. Dasar pelayanan para rasul selalu menekankan orang percaya mengalami keselamatan dari dosa melalui iman kepada Tuhan Yesus. Para rasul memiliki gaya hidup yang baru oleh pembaharuan Roh Kudus. Karena penyertaan dan dukungan dari Roh Kudus bagi Gereja, maka hal ini sejak semula telah menumbuhkan pengenalan dan pengertian jemaat untuk bergaul dengan Tuhan.

❷ Ayat 23-24. Roh Kudus yang memelihara dan memampukan kita mengalami persekutuan dengan Tuhan untuk setia ditengah kondisi terburuk sekalipun. Para rasul menunjukkan bahwa saudara seiman menjadi tempat untuk berbagi kasih dan pergumulan dalam melayani Tuhan. Penafsir mengatakan, mereka memiliki semangat yang sama karena mereka menerima wahyu Firman-Nya yang sama. Makna dari ‘bersama’ dari Gereja mula-mula tertulis dalam kitab Kis. 1:14, bertekun dan sehati. Ay 2:1, berkumpul disuatu tempat. Ay 2:46, bertekun dengan gembira dan tulus hati. Ay 2:24, berseru bersama-sama. Ay 5:12, berkumpul di serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Ay 8:6, mendengar pemberitaan Filipus, semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakan. Kekuatan mereka semakin ditekan justru mereka semakin semangat.

❸ Firman Allah yang kita dengar memberi buah, kekristenan kita semakin bertumbuh. Ay 24, “Ya Tuhan…..” nama Tuhan dalam teks ini mengartikan “Despota” sama dengan Tuan/Penguasa, biasa dipakai dalam relasi Tuhan dan hamba. Tuhan Penguasa Alam Semesta, Dia Sumber Hidup. Kita sepatutnya menyadari dan semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan.

❹ Bersandar terus kepada Tuhan dan Firman-Nya, ay 25-29. Ketika Daud mengalami bahaya, ia mencari Tuhan agar diberikan keberanian untuk memberitakan Firman dan kesaksian mereka kepada Yesus tanpa takut. Butuh keberanian rohani. Sejauh mana Paulus belajar pengertian tentang Yesus. Ada 3 pribadi, Daud hambaMu, Yesus hambaMu (ay 27 central), rasul-rasul hambaMu. 3 kelompok yang dijadikan figur penting dalam pemberitaan Injil.

❺ Hidup dalam doa, ay 31. Berdoa berarti menyadari bahwa seseorang hidup mengandalkan Tuhan. Salah satu ciri khas Jemaat mula-mula adalah rajin berdoa. Ay 3, peristiwa ini tentu saja dari Tuhan yang Ia nyatakan pada peristiwa Pantekosta. Kehadiran Allah nyata kuasanya, Allah dapat mengguncangkan hati para pemimpin agama Yahudi dan orang percaya semakin bersandar lepadaNya.

❻ Pusat kehidupan kita adalah Allah. Janganlah kita terbuai oleh harta duniawi yang bersifat sementara. Mengikut Kristus berbicara mengenai kesetiaan dan ketahanan, bukan karena daya tahan kita melainkan dari Roh Kudus. Biarlah hendaknya kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus.