Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 1:1-31

Ringkasan Khotbah

Bacalah Kejadian 1:1-31 satu kali, lalu ulang lagi ayat 26-28.

Tuhan Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang unik.

  1. Manusia diciptakan paling akhir dari antara ciptaan. Maksudnya manusia yang paling penting, karena segala sesuatu yang lain telah disiapkan terlebih dahulu sebelum manusia diciptakan.
  2. Manusia diciptakan untuk berkuasa atas ciptaan yang lain (ayat 26b, 28). Maksudnya manusia diberi tugas sebagai wakil Allah di dunia ini untuk mengelola alam dan hasilnya dikembalikan untuk memuliakan Allah.
  3. Hanya manusia yang diciptakan berdasarkan gambar dan rupa Allah (ayat 26a). Artinya:
  • Allah adalah sumber manusia. Seperti Allah kita punya akal pikiran, kemauan, kreativitas yang bila  dipakai dengan baik mampu menghasilkan hal2 yang baik seperti teknologi, musik, hasil seni dsb, tapi bila dipakai dengan tidak baik hasilnya merusak luar biasa. Manusia perlu kembali kepada Allah untuk bisa menjalankan potensi nya dengan baik dan benar.
  • Allah adalah tujuan hidup manusia. Semua yang kita kerjakan seharusnya memuliakan Allah.
  • Manusia harus meneladani Allah dalam segala yang kita lakukan. Teladan yang sempurna ialah Tuhan kita YesusKristus.
  • Manusia seperti Allah tapi bukan Allah. Manusia harus menjadikan Allah (bukan dirinya sendiri) sebagai Tuhan atas hidupnya.

Kita yang diciptakan Allah menurut rupa dan gambarNya memiliki potensi yang besar untuk berkarya, tapi juga memiliki tanggung jawab untuk hidup dan berkarya untuk memuliakan Tuhan. Tapi kita sudah jatuh ke dalam dosa, sehingga kita tidak mampu hidup sesuai dengan tujuan awal kita, kita sudah terpisah dari Allah pencipta kita. (Roma 3:23, Roma 3:10-12).

Tapi syukur kepada Tuhan, Yesus telah datang ke dunia untuk membawa kita kembali dipersatukan dengan Allah. (Yohanes 4:16) Melalui pertobatan yang sungguh2 terhadap dosa, menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita bisa kembali ke hakekat kita yang semula, yaitu ciptaan yang dicipta menurut gambar dan rupa Allah.

Sudahkah kita menerima pendamaian dengan Allah melalui Yesus?

Bila kita sudah menerima pendamaian tersebut, setelah itu bagaimana kita harus hidup? Hidup apa yang sesuai dengan hakekat kita sebagai gambar dan rupa Allah? Coba diskusikan poin-poin 3a-d di atas, keluarkanlah ide-ide untuk hidup sesuai poin-poin ini!

(Buku Panduan Retreat GIII Tokyo 2010, Hidup Kudus)