Ringkasan Khotbah

Latar belakang Paulus menuliskan surat ini kepada Titus adalah karena pada waktu itu di Kreta banyak orang yang kehidupanya tidak lagi tertib dan berpegang pada ajaran yang sehat. Sebaliknya, mereka menyesatkan dan mengacaukan kehidupan orang lain. Kondisi saat itu tidak sehat, baik dalam keluarga, pengajaran, karakter masing-masing dan iman sudah tidak lagi sehat. Di Jepang, orang Jepang sangat rajin membantu orang lain. Tetapi kenapa kita sebagai orang yang percaya malah sering jadi batu sandungan bagi mereka. Kenapa anak Tuhan malah lebih jahat dibandingkan orang yang tidak mengenal Tuhan? Banyak orang mengaku anak Tuhan, tapi sebenarnya dia sedang ge-er tentang imannya.

Syarat menjadi pribadi yang menjadi berkat: ❶ Memberitakan apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat (ayat 1). Kata sehat ini dari bentuk kata aslinya memiliki arti benar, tepat, bugar. Kesehatan ini adalah kesehatan yang menyenangkan hati Tuhan. Semua berarti seimbang. Orang yang sehat adalah jika semua unsur yang ada dalam tubuhnya dalam keadaan seimbang. Di Kreta saat itu tidak ada lagi ketertiban. Secara praktis, dia memberi pengajaran yang baik dan dalam kesempatan yang sama menjadi teladan yang baik. ❷ Memiliki pengajaran dan iman yang sehat (ayat 2). Iman adalah pengalaman dan pemahaman kepada Tuhan. Ada orang yang memahami Tuhan secara detail tapi belum tentu mengalami Tuhan. Dalam perjalanan 2 orang murid dari Yerusalem ke Emaus, mereka sedang meninggalkan persekutuan. Mereka bercerita tentang Tuhan Yesus, paham, tapi mereka tidak tahu bahwa yang di depan mereka adalah Yesus sendiri. Ada pribadi yang mengenal Tuhan, tapi belum tentu mengenal Tuhan secara pribadi. Tidak salah jika orang mengetahui firman Tuhan secara detail, tapi salah jika dia tidak mengalami Tuhan secara pribadi secara mendalam. Itu artinya timpang.

Bagaimana kita bisa melihat orang sehat secara iman dan pemahaman? ❶ Ada keseimbangan antara kata-kata dan tindakan. Manusia banyak bergaul karena kata-kata. Namun kita tidak boleh terhanyut oleh kata-kata saja, tapi harus diimbangi oleh tindakan. Ada waktu kita memuji Tuhan, ada waktu bertindak. Ada waktu kita berkata-kata dalam doa, ada waktu juga kita mewujudkannya dalam tindakan. Ada waktu kita berdiri, berjalan, berlari, mewartakan firman Tuhan. Kata sehat dalam perikop ini adalah present tense. Artinya berulang-ulang harus menjaga kesehatan. Bentuk aktif, artinya kita adalah pelaku utama. Pribadi yang menjadi berkat, bukanlah yang pasif, tapi yang aktif mengajarkan dan juga menjadi teladan. Pengajaran harus sehat. ❷ Dari segi keputusan dan kesetiaan. Lahirnya orang tulus dan setia karena yang selalu ia konsumsi siang malam adalah firman Tuhan. Dia membaca, menjaga dan memelihara kehidupannya. Di jaman sekarang sulit mendapatkan orang yang tulus dan setia. Lebih sulit lagi menjadi orang yang tulus dan setia. Dunia mengatakan hemat pangkal kaya, pelit kaya raya. Orang yang tulus dan setia adalah orang yang mampu melihat keadaan, tahu menempatkan simpati dan empatinya. Banyak orang saat ini melayani Tuhan secara formalitas saja. Tapi sebenarnya mereka dalam ke-ge-eran iman. Dulu ada istilah mulutmu adalah harimaumu. Tapi sekarang, jarimu adalah harimaumu, karena kita sekarang menggunakan jari untuk gadget/HP. Jadi kita perlu hati-hati.

Pribadi yang menjadi berkat adalah pribadi yang selalu tulus dan setia. Kalau ada pribadi yang sehat, tidak mungkin dia curang. Tapi di dalamnya adalah ketulusan dan setia. Meskipun sulit mencari orang yang tulus dan setia, marilah kita menjadi orang yang tulus dan setia. Biarlah Tuhan menilai ketulusan dan kesetiaan kita. Jadilah pribadi yang menjadi berkat, di mana pun, sampai kapan pun dan bagaimana pun caranya.