Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 15:1-8

Ringkasan Khotbah

Yohanes murid terdekat dengan Tuhan Yesus menceritakan pengalaman pribadinya sewaktu bersama-sama dengan Kristus dan ia juga menerapkan didalam kehidupannya.

‘Akulah pokok’, mempunyai makna yang mendalam. Dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang pokok anggur, Tuhan sangat mengharapkan agar kita dapat menghasilkan buah yang lebat. Di dalam persekutuan, pekerjaan, kita butuh pribadi yang berkualitas. Bermakna atau tidaknya hidup kita tidak ditentukan oleh materi yang dimiliki, jabatan atau kesuksesan dalam pekerjaan, tetapi bagaimana kita mengisi hidup kita dengan memiliki kualitas Kristus. Saat ini kualitas iman orang Kristen sangat menurun dan memprihatinkan.

Iman tidak lagi murni: ① Iman rombongan (mencari keramaian). ② Iman semu (tampak rohani tetapi tidak demikian). ③ Iman konditional (kebergantungan kepada kondisi ekonomi). ④Iman sinyal (Iman yang timbul tenggelam).

Melalui Firman Tuhan ada 2 tindakan untuk menjadi orang yang berkualitas: ① Ayat 4, istilah ‘tinggallah’. Dalam  ayat 1-8 ada 7 kata tinggal, perintah tegas dari Tuhan Yesus dalam perikop ini untuk tinggal didalamNya, kalau tidak kita akan binasa. Kita sebagai ranting harus melekat pada pokok anggur yang benar, yaitu Tuhan Yesus. Kita harus merawat kehidupan rohani kita supaya apapun yang terjadi, kita tidak akan goyah dan kita bisa menghasilkan kehidupan rohani yang dikenan Tuhan. Ketika kita tinggal didalam Tuhan kita akan berbuah. Hidup dalam persekutuan dengan Yesus akan memungkinkan kita menjadi berkat bagi sesama, memiliki energi kemiripan dengan Kristus. Kemiripan karakter Kristus ada dalam hidup kita. Sehebat apapun kita, tetap status kita adalah ranting, janganlah sombong seperti manusia duniawi. Ranting tidak dapat berbuah kalau tidak menyatu. Untuk dapat menghasilkan buah banyak, ranting yang tidak berbuah harus dipangkas. Tuhan yang akan membersihkan ranting-ranting itu. Terkadang Tuhan melakukan pemangkasan dalam hidup kita agar kita semakin berbuah lebat. Pemangkasan itu memang sakit tapi hasilnya indah. Dalam persekutuan ada ranting-ranting yang tidak baik.

Pribadi yang berkualitas adalah pribadi yang menyatu dengan Tuhan, pribadi yang tinggal dengan Tuhan. Jika kita bersatu kita akan menerima kejutan-kejutan ilahi. ② Setelah kita menyatu kita akan berbuah (Galatia 5: 22-23), buah Roh memiliki 9 rasa yang harus kita berikan kepada orang lain, sehingga kita juga menjadi orang Kristen yang menghasilkan buah. Jika kita bersatu dengan Tuhan otomatis kita akan mendapat kekuatan dan Tuhan yang akan memperlengkapinya. Buah yang berkualitas adalah buah yang bersekutu dengan Tuhan. Pribadi yang berkualitas adalah pribadi yang memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Kuasa Allah akan bekerja dalam hidup kita sesuai dengan tingkat iman dan ketaatan kita kepadaNya.