Pengkhotbah

Perikop
Kisah Para Rasul 9:31

Ringkasan Khotbah

Indonesia adalah negara dengan populasi penganut Islam terbesar di dunia. Saat ini umat Islam sedang berpuasa. Sejak 24 tahun lalu ada gerakan untuk mendoakan orang Islam selama bulan puasa. Sejak gerakan doa ini dimulai, Tuhan bekerja sangat luar biasa. Saat ini ada gerakan pertobatan yang tidak pernah ada sebelumnya. 2 tahun lalu buku “A wind in the house of Islam” diterbitkan. Ini berbicara mengenai dunia Islam dari Afrika barat, Filipina sampai Indonesia. Penulis buku ini, menyelidiki ada 9 kamar dalam rumah Islam. Dan dalam masing-masing kamar itu saat ini angin Roh Kudus bekerja. Banyak orang-orang Muslim yang bereaksi terhadap Injil. Di Indonesia juga saya yakin banyak yang berubah.

Tapi di abad 21 ini yang paling besar kebangunan rohaninya adalah di Iran. Iran jadi negara dengan pertumbuhan gereja terpesat. Mengapa bisa demikian? Saat ini di negara Iran sendiri, gereja mengalami penganiayaan. Tapi justru dalam penganiaayan ini mereka maju. Di kitab Kisah Para Rasul, kita tahu bagaimana gereja pertama terbentuk, yaitu di hari Pentakosta. Gereja Yerusalem terus mengabarkan Inji dan jumlah mereka bertambah banyak. Pertumbuhan Gereja Kristen pasti diikuti penganiayaan. Orang yang mengikut Tuhan Yesus pasti akan mengalami penganiayaan. Pada waktu kapan? Ada mekanismenya. Dalam suatu masyarakat, jika jumlah Kristen bertambah pesat, maka pemerintah akan berusaha menekan. Tetapi makin dianiaya, makin bertambah. Di Yerusalem banyak muncul orang percaya. Dan jadilah martir pertama, yaitu Stefanus. Karena orang Yerusalem dianiaya, mereka menyebar, dan sambil mengabarkan Injil. Injil itu mulai disampaikan ke Samaria dan daerah lain.

Tuhan menggunakan penganiayaan untuk menyebarkan Injilnya. Dulu pemimpin penganiayaan adalah Saulus. Kalau bisa dikatan, dia adalah teroris. Dan bagi Saulus waktu itu, orang Kristen adalah orang sesat. Dia berusaha menangkap orang Kristen sampai ke Damaskus. Teroris Saulus saat menuju Damaskus, dia bertemu dengan Yesus yang sudah bangkit. Dia diubahkan, melayani orang Yunani, dan akhirnya dia juga mengalami penganiayaan. Setelah kejadian itulah perikop kali ini disebutkan. Pada saat itu, gereja sudah mulai melayani keluar. Tapi tidak berhenti sampai di sini. Karena Yesus memberikan perintah sampai ke ujung bumi. Kalau kita baca Kisah Para Rasul ini, penganiaayan tidak berhenti sampai di sini, tapi berkelanjutan. Yakobus dibunuh. Petrus juga ditangkap, tapi mereka tekun berdoa, dan Petrus dibebaskan dengan mukjizat.

Setiap hari gereja di Iran mengalami penganiayaan. 37 tahun lalu, di Iran terjadi revolusi Islam. Sebelum revolusi Iran bentuknya adalah kerajaan, tapi Iran tidak terlalu serius dalam Islam. Dan juga karena ingin membuat Iran negara modern, pemerintah memperbolehkan penginjil masuk. Misionaris bisa masuk dengan izin sebagai misionaris. Kira-kira 150 orang misionaris masuk ke dalam Iran. Pada saat itu kira-kira ada 500 orang yang menjadi Kristen. Tahun 1979 terjadilah perubahan. Iran menjadi Republik Islam. Seluruh misionaris diusir. Juga banyak orang Iran yang Muslim sendiri, ikut keluar karena tidak suka dengan suasananya. Setelah perubahan itu, tak boleh lagi membangun gereja. Ibadah hari Minggu bisa diadakan tapi ada mata-mata yang dikirimkan.  Meskipun demikian, misionaris tetap mengabarkan Injil dengan diam-diam, baptisan juga secara rahasia. Pada tahun 90an, ada beberapa pendeta yang mati martir, hal ini mengakibatkan ibadah berpindah ke rumah-rumah. Justru melalui gereja rumah inilah terjadi pertumbuhan.

Banyak orang Islam yang dulu sangat ketat, sekarang mulai percaya pada Kristus. Oleh pertolongan Roh Kudus, gereja bisa maju. Saat ini pemerintah Iran mencoba menghancurkan gereja rumah, tapi justru sekarang jumlahnya makin bertambah. Sebelum revolusi Islam ada 500 orang, tapi sekarang ada 500,000 orang. Saat ini gereja rumah di Iran adalah gereja dengan pertumbuhan paling pesat.

Tanpa salib tak ada mahkota. Melalui penderitaanlah kita memperoleh kemuliaan. Gereja di Iran, melalui penganiayan, berkembang karena pekerjaan Roh Kudus. Mari kita belajar, pentingnya maju bersama dengan Roh Kudus.  Orang Islam banyak yang percaya, ini juga karena kuasa doa. Gerakan berdoa untuk negara Islam ini sudah 24 tahun.  Mari kita juga ikut dalam gerakan doa ini.