Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 5:5-9

Ringkasan Khotbah

  1. Tuhan tahu di mana kita membutuhkan pertolonganNya

Di ayat 6, kalimat yang perlu kita perhatikan adalah “karena Ia tahu”. Di tengah-tengah tidak ada seorang pun yang  peduli kepada orang ini selama 38 tahun, di saat tiap-tiap orang sibuk dengan kepentingannya, Tuhan peduli. Salah satu yang membuat saya bangga pada Tuhan Yesus, adalah karena Dia merasakan apa yang kita rasakan. Tuhan mengetahui tekanan, jalan buntu yang kita hadapi. Kitab ibrani mengatakan Imam Besar yang kita miliki adalah yang ikut merasakan. Dan bukan hanya tahu dan merasakan, tapi juga turun tangan. Tuhan kita bukan Tuhan yang berpangku tangan. Bukan hanya menonton, melihat. Tetapi Dia datang menghampiri dan memberi pertolongan. Sehingga saat kita menghadapi saat-saat yang sulit, adakalanya kita harus melewati pergumulan, penderitaan. Tapi Allah tidak akan pernah meninggalkan. Jangan pernah ada pikiran sepertinya Tuhan tidak peduli, Tuhan masa bodoh.

  1. Tuhan punya cara untuk memberikan pertolongan

Tuhan memiliki 1001 cara untuk memberi pertolongan. Orang lumpuh hanya menunggu air kolam goncang, karena dia merasa hanya itulah caranya untuk sembuh. Saat Yesus bertanya, maukah kau sembuh? Dia berkata tidak ada yang membawa dia ke kolam. Pikirannya hanyalah kolam itu.(Yoh 5:7). Sumber kesembuhan hanyalah air itu. Tetapi Tuhan Yesus hanya berkata bangunlah. Selama Tuhan berfirman tidak ada yang mustahil. Maka terlalu bodohlah orang yang tidak cinta Firman Tuhan. Jangan pernah membatasi kuasa Tuhan. Tuhan dapat menggunakan air. Tetapi jangan gunakan pengalaman kita itu satu-satunya jalan.

  1. Pertolongan Tuhan tidak pernah gagal

Kita pernah gagal. Tetapi Tuhan tidak pernah gagal. Kalau kita melihat ayat 7 tadi, sementara orang itu menuju kolam, orang lain sudah mendahului. Dia gagal. Tapi kita harus ingat, kegagalanku tidak menggagalkan rencana Tuhan. Allah kita tidak pernah gagal. Di nats pembimbing kita tadi, di saat Ayub sudah kehilangan segalanya, dia berkata  “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gaal” Ayub 42:2. Kita harus jujur, betapa gampangnya kita lemah, putus asa. Itu menunjukkan betapa kita tidak berdaya, sangat lemah. Maka jangan pernah merasa dirimu kuat. Di saat kita tidak berdaya, tidak mampu, kita mengarahkan pandangan kita pada Tuhan. Pandang Yesus, ingat Yesus saat engkau tidak berdaya. Tuhan tidak pernah gagal untuk menolong kita.

  1. Tuhan punya waktu untuk memberikan pertolongan

Tuhan memiki waktu yang tepat. Waktunya Tuhan tidak sama dengan waktu Tuhan. Jangan pernah merasa terlalu panjang. Mungkin kadang-kadang kita merasa terjepit butuh pertolongan. Tapi ingat Tuhan punya waktu. WaktuNya tidak pernah terlalu cepat, dan tidak pernah terlalu lambat. Belajarlah menantikan waktu Tuhan. Apapun yang menjadi impianmu, harapanmu, belajarlah ada waktu Tuhan.