Ringkasan Khotbah

Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup (Kisah Para Rasul 11:18). Allah menghendaki supaya banyak orang datang kepada-Nya. Yesus yang menjadi teladan dan pemimpin telah membuka jalan bagi kita dengan cara mati di kayu Salib untuk menebus kita, berarti hidup kita begitu berharga. Semua kuasa dosa telah ditanggungkan kepadaNya. Petrus memberitakan inti keselamatan dalam Nama Yesus. Injil Kerajaan Sorga terus menyebar dan banyak orang percaya.

Berita Injil: ❶Yesus sebagai Hakim (ay. 42), semua bangsa di bumi beroleh berkat keselamatan, Kristus adalah pusat dari pemberitaan iman Kristen.  Penghukuman bagi mereka yang tidak percaya, upah bagi yang percaya. Pengkhotbah 12:13-14, Yesus sebagai Hakim karena Yesus telah ada dari kekekalan dalam perjanjian anugerah, Ia memiliki kuasa yang ajaib di bumi dan di sorga. Kita berada di dunia dikuasai oleh dosa. Semua perbuatan manusia akan mendapat hukuman setimpal dari Tuhan, tidak ada yang tersembunyi dihadapan-Nya. Yohanes 5:30. Penghakiman-Nya tetap adil, Yesus Pembela bagi orang percaya, Hakim sekaligus Pembela bagi orang yang telah menjadi kepunyaan-Nya. Penghakiman menakutkan tetapi kita orang yang telah dibenarkan, harus bertobat dengan sungguh. Hal terpenting dalam hidup ini adalah menjadikan takut akan Tuhan sebagai kewajiban yang menjadi dasar dari segala orientasi kehidupan. Karena suatu hari, semua manusia akan diperhadapkan ke pengadilan Tuhan.

Setiap orang percaya akan mendapat pengampunan dosa (ay. 43), Yesus telah membayar lunas semua penghukuman bagi kita. Ia menyelamatkan orang Yunani maupun orang Yahudi. Kematian Yesus di kayu Salib memberikan teladan, inspirasi dan kekuatan kepada kita agar senantiasa dapat hidup didalam ketaatan. Yesus menjadi Pembela bagi orang percaya.

Mereka dipenuhi oleh Roh Kudus (ay. 44). Orang-orang yang mendengar kabar keselamatan dipenuhi Roh Kudus. Dasar dan prinsip untuk selalu dipenuhi Roh Kudus, percaya kepada Injil.

Panggilan Allah efektif sempurna sesuai dengan maksud-Nya, hanya Dia yang dapat membuka hati seseorang untuk dapat menerima Injil.

Roma 15:18. Didalam kehidupan berjemaat, marilah kita kembali pada kerinduan yang sesungguhnya yaitu ibadah yang murni yang ditandai dengan perubahan sikap pertobatan. Tuhan menginginkan seorang pelayan sejati dengan tujuan dan motivasi yang benar.