Pengkhotbah

Perikop
Efesus 6:10-15

Ringkasan Khotbah

Inti dari perikop ini adalah perintah untuk menjadi orang yang kuat dalam TUHAN, dalam kekuatan kuasa-Nya. Kata ‘kuat’ dalam bahasa asli bersifat pasif yakni dikuatkan, dijadikan kuat atau ada yang membuat jadi kuat. Sehingga ‘..hendaklah kamu kuat didalam TUHAN’ (6:10) berarti kita dikuatkan oleh kuasa TUHAN.

Perbedaan mendasar pada kalimat ‘kuat di dalam Tuhan’ dengan ‘kuat oleh Tuhan’ adalah adanya jarak. Jika kita ‘kuat didalam TUHAN’ maka tidak ada jarak antara kita dengan-Nya, sebab kita ‘bersatu dengan TUHAN’. Tetapi jika kita kuat oleh TUHAN maka ada jarak antara kita dengan-Nya sebab kita tidak bersatu dengan-Nya. TUHAN ingin kita berada didalam Dia, bukan hanya dekat dengan-Nya. Orang Kristen tidak hanya selesai dengan percaya TUHAN saja, tetapi harus memasukkan hidupnya didalam Dia. Mempercayakan diri kita kepada TUHAN berarti masuk dan berada didalam Dia. Seperti kisah pokok anggur yang benar (Yohanes 15:5) sikap percaya yang benar adalah kita tinggal didalam Yesus dan Yesus didalam kita. Sudahkah kita ada didalam TUHAN dan mengalami kuasa-Nya?

Manfaat menjadi kuat didalam TUHAN adalah dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis (6:11b) juga mengadakan perlawanan dan tetap berdiri sesudah menyelesaikan segala sesuatu (6:13b). Iblis berusaha menjatuhkan kita dengan tipu muslihat. Tapi jika kita kuat didalam TUHAN maka kita bisa bertahan, melawan dan tetap berdiri sesudahnya. Hal ini berarti kita tidak tertipu atau tergoda melainkan menang terhadap serangan- godaan iblis.

Bagaimana caranya menjadi kuat didalam TUHAN ? Kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata ALLAH (6:11a,13a). Bukan hanya memilih salah satu senjata tetapi memakai semua perlengkapan. Perjuangan kita bukan melawan dunia yang kelihatan melainkan melawan dunia roh jahat (6:12) dalam berbagai tingkatan (pemerintah, penguasa, penghulu dunia). Sifat iblis adalah gelap, jahat, punya kuasa dan berpengalaman melakukan tipu muslihat sejak jaman Adam-Hawa (4000 tahun). Sadarilah bahwa kita berhadapan dengan dunia roh jahat sehingga kita harus mengenakan perlengkapan senjata ALLAH yang bersifat rohani bukan materi, yaitu:

1.    Ikatpinggang Kebenaran (6:14a). Prajurit Romawi mengenakan ikat pinggang untuk membuat seragamnya lebih pas, juga tempat menggantung pedang agar dapat bergerak leluasa. Ikat pinggang orang percaya adalah mengetahui kebenaran dan hidup dalam prinsip-prinsip kebenaran. Kebenaran adalah Yesus Kristus dan Firman Tuhan-Alkitab adalah kebenaran.

2.    Bajuzirah Keadilan (6:14b). Prajurit romawi mengenakan bajuzirah di dada untuk mengamankan tubuh dari serangan panah musuh. Bajuzirah orang percaya adalah melakukan keadilan sesuai kebenaran. Hidup yang taat pada Firman TUHAN dan berlaku sesuai hukum-hukum TUHAN.

3.    Berkasutkan Kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera (6:15). Prajurit romawi mengenakan kasut agar dapat berjalan kemanapun dan dalam kondisi apapun (kerikil, batu, panas, dingin). Kasut orang percaya adalah kerelaan untuk maju melewati batasan-batasan dalam hidup (perasaan negative dll). Dengan kasut ini kita dapat melewati zona kenyamanan pribadi, mengubah hidup and tempat hidup sehingga memperluas jangkauan kita. Cara memberitakan Injil dapat melalui perilaku, perhatian dan inisiatif dengan iman percaya.

(FW/07/11)